Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Pajak nunggak capai Rp11 miliar

KP Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah kabupaten Bantul menemukan tunggakan pajak bumi dan bangunan (PBB) dalam jumlah besar pada tahun 2008. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Abu Dzarin Nurhadi mengatakan dua diantara tunggakan tersebut atas nama wajib pajak Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kerjasama (Stikers) mencapai 300 juta rupiah dan perumahan Akademi Angkatan Udara (AAU) mencapai 40 juta rupiah. Sehingga total tunggakan pajak sejak tahun 2004 di kabupaten Bantul mencapai 11 miliar rupiah. Abu mengaku selalu menagih tunggakan yang nilainya lebih dari 500 ribu rupiah. Di sisi lain, pendapatan pajak tahun 2008 naik bila dibandingkan tahun 2007. Abu menjelaskan kenaikan tertinggi pada pajak golongan C mencapai 250 juta rupiah. Sedangkan perolehan pajak tertinggi pada PBB dan PBHTB. Abu mengatakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Bantul dengan Kantor Pajak Pratama menjadi penyebab naiknya pendapatan pajak. Sebab melalui kerjasama tersebut penarikan pajak menjadi lebih optimal.

Di bagian lain Ketua Komisi C DPRD Bantul Uminto Giring Wibowo menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Bantul menelusuri penyebab terdapatnya tunggakan pajak Setelah mengetahui penyebabnya baru dapat menindak tegas penunggak yang bandel atau memberikan keringanan bagi yang tidak mampu membayar.. Tindakan tegas bagi penunggak bandel diantaranya eksekusi bangunan dan pencabutan izin mendirikan bangunan (IMB). Sedangkan bagi penunggak yang tidak mampu membayar pajak dapat mengajukan keberatan kepada pemerintah kabupaten Bantul sehingga mendapat keringanan pembayaran pajak. Giring menambahkan Pemerintah Kabupaten Bantul menarik tiga macam pajak yaitu pajak yang diperuntukkan bagi pemerintah pusat, pajak untuk pemerintah provinsi dan pajak untuk pemerintah daerah. (lila)

KP Pengecer pupuk di Bantul masih melayani pembelian diluar Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) meski sistem distribusi pupuk tertutup mulai berlaku sejak Januari 2009. Lilik S pemilik kios Mekarsari di dusun Karen Trimulyo Kretek mengaku masih melayani pembelian oleh petani secara eceran. Namun petani yang ingin membeli secara eceran harus menunjukan surat rekomendasi dari Mantri Tani atau Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL) kecamatan setempat. Lilik mengaku berdasarkan rekap RDKK yang diterimannya masih terdapat beberapa petani yang belum terakomodasi kebutuhan pupuknya. Lilik menjelaskan petani yang belum terakomodasi biasanya belum tergabung dalam kelaompok tani. Lilik menambahkan terdapatnya kesalahan dalam pendataan luas lahan juga menyebabkan terdapatnya petani yang kebutuhan pupuknya belum terakomodasi.

Dibagian lain Kepala dusun Gedongan Srigading Sumarsih mengaku kelompok tani di wilayahnya tidak pernah melibatkan petani dalam penyusunan RDKK. Alokasi waktu sekitar satu minggu untuk menyusun RDKK menjadi alasan kelompok tani tidak melibatkan petani yang sebagian besar sudah berusia lanjut. Sumarsih mengaku agar penyusuanan RDKK dapat selesai sesuai jadwal maka kelompok tani hanya menerima data dari perwakilan Rukun Tetangga (RT). (totok)

KP Guru-guru yang mengikuti program sertifikasi mengeluhkan persyaratan terpenuhinya 24 jam mengajar selama satu minggu. Syamzah Guru SMP Negeri 2 Sanden mengatakan sulitnya pemenuhan jam mengajar hanya dialami guru-guru bidang sudi tertentu. Yaitu guru yang jam pelajarannya terbatas selama satu minggu seperti guru agama dan olah raga. Syamzah mengatakan guru-guru tersebut harus mencari jam pelajaran di sekolah-sekolah lain supaya terpenuhi 24 jam mengajar selama satu minggu. Syamzah menambahkan persyaratan lain seperti portofolio, surat keterangan mengajar dan sertifikat-sertifikat kegiatan lainnya tidak menyulitkan. Syamzah menambahkan di SMP 2 Sanden terdapat 8 guru yng telah lulus sertifikasi.

Sementara itu Kepala SMA 1 Bambanglipuro Sugito mengatakan perubahan dari 18 jam menjadi 24 jam tatap muka selama satu minggu sebagai syarat lulus sertifikasi cukup menyulitkan. Sugito menambahkan dari 45 guru di sekolahnya 35 diantaranya belum lulus sertifikasi. Sedangkan 10 guru baru lulus sertifikasi pada bulan ini. Sugito mengaku selalu mensosialisasikan program sertifikasi kepada para guru agar mereka siap saat mendapatkan panggilan. (lila)

KP 2 Mahasiswa Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta dan 3 pelajar SMP Muhammadiyah 1 Paguyangan Brebes Jawa Tengah hilang ditelan Ombak Pantai Parangtritis sabtu 31 Januari 2009. 2 mahsiswa Instiper yogyakarta masing-masing Soni Haryono 19 tahun warga Papringan Yogyakarta dan Eqi 21 tahun asal Jember Jawa Timur datang ke Pantai Parangtritis sekitar pukul 4 pagi. Karena kondisi air surut kedua korban langsung berenang. Namun tanpa mereka sadari lokasi tempat berenang merupakan daerah palung berbahaya. Akibatnya korban langsung terseret ombak dan hilang. Sementara itu 3 pelajar SMP Muhammdiyah 1 Paguyangan masing-masing Arif Budi Nugroho,Andrea setyo Budi dan Risky Firmansyah datang bersama rombongan sekitar pukul setengah enam pagi. Bersama 7 temannya korban berenang di daerah palung yang berbahaya. Akibatnya korban terseret ombak dan hilang. Komndan SAR Pantai Parangtritis Suroyo mengatakan hingga sabtu siang belum menemukan korban. Suroyo mengaku Tim SAR akan melakukan penyisiran dari Parangtritis hingga Depok untuk menemukan korban. (totok)

KP Pemerintah Kabupaten Bantul melaunching program Posdaya di Balai Desa Srigading Sanden Sabtu 31 Januari 2009. Posdaya merupakan forum yang menampung bidang pendidikan anak, kesehatan dan keluarga berencana serta bidang kewirausahaan dan pengentasan kemiskinan. Kepala Sub bidang Pembinaan Ketahanan Keluarga Badan Kesejahteraan Keluarga,Keluagga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKK,KB dan PP) kabupaten Bantul Lukas Sumanasa mengatakan pendirian Posdaya bertujuan menciptakan masyarakat yang mandiri. Lukas menilai selama ini pembagian bantuan bagi keluarga miskin hampir selalu menjadi perebutan. Sehingga melalui Posdaya pemerintah berharap masyarakat dapat mengelola subsidi yang diterima secara mandiri. Lukas menambahkan bidang pendidikan yang ditampung dalam Posdaya meliputi pendidikan anak usia dini (PAUD), bina keluarga balita, kelompok bermain, taman pendidikan anak dan tempat penitipan anak. Bidang kesehatan dan keluarga berencana meliputi posyandu balita, posyandu lansia, dusun siaga, gerakan remaja sayang ibu dan pusat bimbingan kesehatan reproduksi remaja. Sedangkan bidang kewirausahaan dan pengentasan kemiskinan meliputi pemberdayaan ekonomi keluarga miskin, program keluarga harapan dan usaha kecil menengah. Lukas mengatakan Pemerintah kabuapaten Bantul mentargetkan terdapat satu Posdaya di setiap dusun. Saat ini sudah terbentuk 29 Posdaya terdiri dari 26 Posdaya berbasis wilayah, 1 posdaya berbasis masjid dan 2 posdaya berbasis sekolah.

Dibagian lain Kepala Dusun Gedongan Srigading Sumarsih mengaku akan memanfaatkan bantuan Posdaya untuk kegiatan bidang pendidikan,kesehatan dan perekonomian. Sumarsih mengaku besaran bantuan 1 juta rupiah masih kurang. Karena sudah dipotong untuk pelaksanaan kegiatan launching Posdaya sebesar 100 ribu rupiah. Sehingga untuk menjalankan seluruh program harus terdapat swadaya dari masyarakat. Sumarsih mengaku swdaya berasal dari kas posgiat. (totok/lila)

Info Bantul Radio Persatuan Bantul 94.2 FM setiap Senin-Sabtu pukul 05.45 WIB dan pukul 16.45 WIB

Januari 31, 2009 - Posted by | Info Harian

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: