Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Pemberi bantuan beras dipanggil Sekda

KP Camat Bantul Tri Muryarini menerima kedatangan perwakilan Yayasan Server Indonesia dan Yayasan Hakyol di Kantor Kecamatan Bantul Jumat 30 Januari 2009. Dalam diskusi tersebut kedua yayasan meminta maaf kepada pihak kecamatan karena belum mengurus perizinan pembagian beras kepada pemerintah kabupaten Bantul. Tri mengatakan pihak kedua yayasan tergesa dalam memberikan bantuan karena pemberi bantuan khususnya Yayasan Hakyol harus segera kembali ke Negara Turki sehingga mereka hanya berkoordinasi dengan Karang Taruna setempat. Tri menambahkan kedua yayasan telah selesai mendistribusikan beras dan bersedia untuk berkoordinasi bila akan memberi bantuan selanjutnya. Meski permasalahan telah diselesaikan di tingkat kecamatan, Tri menambahkan kedua yayasan telah diundang Sekretaris Daerah Bantul untuk koordinasi lebih lanjut. Namun Tri tidak mengetahui kapan waktunya. Dibagian lain anggota Komisi B DPRD Bantul Agus Sumartono menilai terdapatnya penyaluran bantuan tanpa ijin Pemerintah Kabupaten Bantul menunjukan kurangnya koordinasi. Agus mencontohkan pada kasus pembagian bantuan beras oleh LSM TURKi Hakyol semestinya sudah terdapat ijin dari pemerintah desa atau kepolisian karena di lokasi sudah terdapat polisi yang berjaga. Seharusnya pihak yang pertama kali menerima laporan tentang rencana pemberian bantuan dapat mengarahkan LSM bersangkutan untuk mendapat ijin dari pemerintah kabupaten Bantul. Sementara dari sisi LSM kondisi ini menunjukan keengganan untuk mengurus ijin yang mungkin disebabkan prosedur yang terlalu bertele-tele. Berakitan dengan perijinan Agus berharap Pemerintah Daerah memberikan kemudahan. Sehingga bantuan yang sebenarnya dibutuhkan masyarakat tidak tersalur karena terganjal masalah ijin. (totok/lila) KP Pengadaan buku di Perpustakaan Daerah Bantul belum mencukupi kebutuhan baca masyarakat. Pustakawan Perpusda Bantul Syamsudin mengatakan kurangnya pengadaan buku disebabkan karena buku selalu dibagi ke seluruh pelosok melalui mobil keliling dan pembagian paket buku dari perpusda. Pengadaan buku yang rutin diperoleh perpusda berasal dari APBD Kabupaten Bantul sebesar 100 juta per tahun yang dibelikan minimal 3.000 eksemplar buku. Perpusda juga memperoleh bantuan buku dari perorangan dan lembaga sosial masyarakat. Syamsudin menambahkan, selain pengadaan buku yang kurang, kantor perpustakaan daerah juga sudah tidak mampu menampung lebih banyak buku lagi. Untuk itu perpusda saat ini membangun gedung baru di sebelah utara kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul. Perpusda merencanakan pembangunan gedung tiga lantai, lantai 1 dan 2 sebagai perpustakaan, sedangkan lantai 3 sebagai kantor dan ruang pertemuan. Saat ini perpusda baru menyelesaikan pembangunan lantai 1 saja yang digunakan sebagai kantor untuk sementara. Sementara itu Anggota Komisi A DPRD bantul Agus Efendi berharap dalam pengadaan buku Perpustakaan Daerah Bantul harus menjaring aspirasi dari pembaca. Sehingga buku-buku yang dibeli memang dibutuhkan pembaca. Efendi mengaku perpustakaan daerah pada tahun lalu belum menjalankan mekanisme ini. sehingga sebagian besar buku tidak tersentuh. Berkaitan dengan besaran pengadaan buku Agus menilai selama masih tersedia ruang untuk penyimpanan dapat terus ditambah. Namun dengan belum selesainya pembangunan gedung perpustakaan baru maka nilai 100 juta rupiah pada tahun ini sudah mencukupi. (totok/lila)

KP Selama tahun 2008 jumlah pelanggan baru yang menggunakan jasa Perusahaan daerah air minum (PDAM) Bantul hanya mencapai 200 pelanggan. Kepala PDAM Bantul Agung Darmadi mengatakan tahun 2007 jumlah pelanggan sebanyak 11.400 orang, tahun 2008 naik menjadi 11.600 orang atau hanya mengalami kenaikan 2 persen saja. Agung mengatakan dampak bencana gempa bumi 2006 merupakan salah satu penyebab sedikitnya jumlah pelanggan. Gempa bumi menyebabkan para pengembang mengurungkan niatnya untuk membangun perumahan. Padahal menurut Agung perumahan merupakan pelanggan utama PDAM. Tahun 2009 PDAM akan mengembangkan jaringan pada perumahan baru yang mulai tumbuh. Selain itu PDAM juga membidik daerah yang kesulitan mendapatkan sumber air seperti Kecamatan Imogiri dan Pajangan. Agung menambahkan jaringan air PDAM di Kecamatan Imogiri yang dibangun tahun 2008 dengan sumber air Sungai Oyo mulai beroperasi tahun ini. Selain itu tahun ini PDAM juga akan membangun jaringan air baru di Kecamatan Pajangan dengan sumber air dari Sungai Progo. Anggaran yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten Bantul untuk pembangunan jaringan baru tersebut sebanyak 4,5 miliar rupiah. Sementara itu Yayak warga Nyangkringan mengatakan kebutuhan PDAM baginya tidak perlu karena air sumur melimpah. Yayak menambahkan air sumur yang melimpah menurutnya lebih bersih daripada air PDAM karena berasal dari air tanah. Sedangkan air PDAM berasal dari air sungai yang dibersihkan. Yayak juga tidak menyukai kandungan kaporit yang terdapat dalam air PDAM. Yayak menambahkan para tetangganya yang menggunakan air PDAM sebagian besar hanya digunakan untuk menyiram tanaman saja. (totok/lila)

KP Belum lengkapnya penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) oleh kelompok tani menyebabkan sistim distribusi pupuk tertutup di Bantul berjalan mulus. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul Edi Suharyanto mengatakan RDKK yang seharusnya diisi langsung oleh petani diisi secara kolektif oleh pengurus kelompok tani. Dalam menyusun RDKK pengurus kelompok tani menggunakan ukuran pupuk yang dianjurkan 250 kilogram perhektar. Padahal rata-rata petani menggunankan pupuk 325 kilogram perhektar. Akibatnya pasokan pupuk berdasarkan RDKK baik oleh pengecer maupun distributor tidak akan memenuhi kebutuhan. Karena RDKK belum dapat menjadi pedoman untuk memenuhi kebutuhan pupuk. Selain itu kelompok tani juga belum memasukan kebutuhan pupuk untuk kebutuhan tamanan perkebunan,pakan ternak dan sayuran tumpang sari. Mengatasi kondisi ini Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul meminta kepada distributor dan pengecer untuk tetap melayani pembelian oleh petani. Edi menjamin alokasi pupuk untuk kabupaten Bantul pada tahun 2009 lebih besar dibanding RDKK yang diajukan 946 kelompok tani. Berdasarkan data pada tahun 2009 kabupaten Bantul mendapat alokasi 16.570 ton urea,7.160 ton SP36,2600 ton Za, dan 6430 ton phonska. (totok)

KP Dana yang digalang Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul tahun 2008 belum memenuhi target yang ditentukan. Sekretaris Bulan Dana PMI Bantul Budianta mengatakan pihaknya terkendala permasalahan internal di dalam PMI sehingga penghimpunan dana yang dijadwalkan Oktober hingga Desember 2008 baru dimulai November 2008. Akibatnya penyetoran dana ke PMI Bantul juga mundur dan baru dimulai 20 Januari 2009. Hingga akhir Januari dana yang berhasil dihimpun PMI Bantul sebesar 107 juta rupiah, lebih kecil dari target yang ditentukan sebesar 125 juta rupiah. Namun PMI Bantul masih menerima setoran hingga akhir Februari 2009 supaya target terpenuhi. Sedangkan tahun 2007 PMI Bantul mampu mengumpulkan dana hingga 125 juta rupiah. Budianta menambahkan penggalangan dana dilakukan dari kantor dan instansi Pemerintah Daerah serta obyek wisata di Bantul. Besar dana yang dihimpun berdasarkan jabatan pegawai negeri sipil yang bertugas dengan kisaran 1.500 hingga 10.000 rupiah per orang. Dana yang terkumpul sebagian besar digunakan untuk pelayanan masyarakat di tempat umum terutama pada acara-acara di luar ruangan dan sebagian kecil digunakan untuk pengembangan organisasi PMI Bantul. (lila) KP Rata-rata Angka Bebas Jentik (ABJ) pada awal tahun 2009 di kabupaten Bantul mencapai 84 persen ,meningkat dibanding tahun 2008 sekitar 78 persen. Peningkatan ABJ ini berdampak terhadap turunnya kasus demam berdarah yang mencapai 30 persen. Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Bantul siti Nurzaenab berharap peningkatan ABJ ini juga berdfampak terhadap penurunnya angka kasus kematian akibat demam berdarah. Nurzaenab mengatakan bila pada tahun 2007 terdapat 12 kasua maka pada tahun 2008 turun menjadi 4 kasus. Kecamatan kretek dan Pajangan merupakan dengan ABJ tertinggi sehingga kasus demam berdarah di kedua wilayah tersebut sangat kecil. Kabupaten Bantul mentargetkan ABJ 95 persen sehingga tidak terdapat kasus demam berdarah. Nurzaenab menambahkan berdasarkan hasil monitoring gerakan pemebrantasan sarang nyamuk jum,at 30 Januari 2009 talang air yang tersumbat kotoran menjadi tempat potenasial untuk berkembang jentik-jentiki nyamuk. (totok)

Info Bantul Radio Persatuan Bantul 94.2 FM setiap Senin-Sabtu pukul 05.45 WIB dan 16.45 WIB

Januari 31, 2009 - Posted by | Info Harian

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: