Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Warga tuntut ganti rugi SUTT

KP 30 orang warga Desa Jambidan Banguntapan mendatangi Kantor DPRD Bantul menuntut ganti rugi lahan dan perumahan yang terkena Saluran Utama Tegangan Tinggi (SUTT). SUTT merupakan daerah di bawah Sutet yang diperlukan PLN untuk menyangga pembangunan Sutet. Koordinator warga, Yusuf Sudirman mengatakan berdasar kesepakatan dengan PLN, mereka hanya memperoleh ganti rugi 14.000 rupiah per meter persegi, padahal berdasar Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) ganti rugi yang seharusnya diperoleh sebesar 200.000 per meter persegi. Hal itu menyebabkan warga menolak ganti rugi karena menurunkan nilai ekonomi lahan milik mereka. Yusuf mengatakan ada 120 kepala keluarga yang lahannya digunakan sebagai wilayah SUTT, sedangkan total luas lahan mencapai 36.000 meter persegi. Yusuf menambahkan PLN telah memulai kegiatannya sejak enam tahun lalu dan belum memberikan kompensasi kepada warga. Menurut Yusuf, dalam undang-undang sudah terdapat aturan tertulis mengenai pembangunan SUTT yang mengharuskan PLN memberikan kompensasi sebelum pembangunan dimulai. Yusuf menambahkan saat ini hanya tinggal lahan SUTT di Jambidan yang belum memperoleh kompensasi, sedangkan lahan lain di Srimulyo dan Sitimulyo Piyungan telah memperoleh ganti rugi.

Menanggapi keluhan warga, Wakil Ketua I DPRD Bantul Slamet Abdullah mengatakan pihaknya segera mengundang PLN untuk berdiskusi bersama warga mengenai kompensasi pembangunan SUTT tersebut. Namun Slamet belum dapat menyebutkan waktu pastinya karena minggu ini DPRD sedang disibukkan dengan rapat paripurna. Dalam pertemuan tersebut selain PLN, DPRD juga akan mengundang perwakilan warga. (lila)

 

KP PN Bantul Kamis siang melaksanakan eksekusi tanah seluas 4.508 meter persegi di Wonokromo Pleret. Eksekusi dilaksanakan berdasarkan putusan MH dalam sidang perdata antara penggugat jabrohim dengan tergugat Srihadiyati. Kuasa Hukum Penggugat Ibnu Agus mengatakan berdasarkan putusan MH penggugat berhak mendapat bagian tanah seluas 809 meter persegi. Ibnu menjelaskan penggugat merupakan paman dari tergugat yang saat pembagian waris usianya belum dewasa sehingga diwakili oleh ayah tergugat. Namun kemudian hari saat ayah tergugat meninggal sertifikat berubah atas nama ibu tergugat. Selanjutnya ibu tergugat mewariskan kepada tergugat. Pelaksanaan eksekusi sempat berjalan a lot karena dua belah pihak memilih bagian tanah yang menghadap ke jalan lebih luas.

Namun akhirnya kedua pihak mencapai kesepakatan setelah pemerintah desa Wonokromo turut memfasilitasi. Lurah Wonokromo Guswanto meminta keduapihak untuk dapat mengalah. Sehingga permasalahan dapat segera selesai karena menyangkut soal waris. (totok)

 

KP Tarif lima lokasi obyek wisata di Kabupaten Bantul naik hingga 100 persen sejak 25 Januari 2009. Staf bidang keuangan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Wiwik Puspasari mengatakan lima obyek wisata yang mengalami kenaikan tarif tersebut adalah Pantai Parangtritis, Pantai Samas, Pantai Pandansimo, Goa Slarong dan Kolam Renang Tirto Tamansari. Tarif Pantai Parangtritis dan Samas naik 100 persen, masing-masing dari 1.500 rupiah menjadi 3.000 rupiah per orang di Pantai Parangtritis dan dari 1.000 rupiah menjadi 2.000 rupiah di Pantai Samas. Tarif Pantai Pandansimo dan Goa Selarong naik 160 persen dari 750 rupiah menjadi 2.000 rupiah per orang. Sedangkan tarif Kolam Renang Tirtotamansari naik dari 2.500 menjadi 3.750 per orang. Namun tarif di Kolam Renang belum termasuk pajak asuransi sebesar 250 rupiah per orang. Wiwik menambahkan pendapatan wisata di Bantul juga mengalami kenaikan dari 1,7 miliar rupiah pada tahun 2007 menjadi 2,1 miliar rupiah pada tahun 2008. Selain itu pendapatan tahun 2008 juga melebihi target yang ditentukan yaitu 1,7 miliar rupiah. Sedangkan target tahun 2009 adalah 2,6 miliar rupiah.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul Amir Syarifudin mengatakan DPRD bantul sudah menyetujui kenaikan tarif. Amir menjelaskan  beberapa tarif sengaja dibulatkan untuk mempermudah kembalian di tempat pemungutan retribusi. Untuk itu Amir berharap tidak terdapat kebocoran dana retribusi karena tidak ada kembalian dana dalam bentuk uang receh. Amir menambahkan sebelum kenaikan tarif diberlakukan, sudah ada survei dan perbandingan tarif obyek wisata dengan tempat-tempat wisata di seluruh provinsi DIY. Tarif lama di beberapa obyek wisata Kabupaten Bantul dinilai terlalu rendah. Bulan Januari merupakan bulan sosialisasi tarif baru terhadap masyarakat dan pengunjung. Amir menambahkan Kabupaten Bantul belum dapat membebaskan tarif ke obyek wisata seperti yang telah terjadi di Bali karena di Bali hotel-hotel pinggir pantai dikelola oleh provinsi. Sedangkan di Bantul tidak ada fasilitas selain retribusi yang dikelola peerintah kabupaten sehingga pendapatan asli daerah hanya dapat diperoleh dari retribusi pengunjung saja. (lila)

 

KP Keputusan Dinas Perhubungan kabupaten Bantul menurunkan tarif angkutan 5 persen tidak menimbulkan gejolak. Kepala Dinas Perhubungan Bantul Mardi Ahmad menilai kondisi ini tercipta berkat terjalinnya hubungan yang erat antara Dinas Perhubungan,Organda dan Penumpang. Hubungan ini menyebabkan semua pihak dapat menyikapi setiap perubahan berkaitan dengan bijaksana. Seperti terdapatnya pengelola angkutan yang sudah menurunkan tarif lebih dari 5 persen sebelumnya. Mardi menjelaskan tarif angkutan  sangat bergantung kepada harga Bahan Bakar,jumlah penumpang dan Harga Suku cadang. Mardi mengaku Dinas Perhubungan tidak dapat membuat kebijakan berkaitan dengan harga suku cadang. Sehingga mardi menilai wajar bila masih terdapat pengelola angkutan yang keberatan untuk menurunkan tarif karena mahalnya harga sukucadang. Mardi menambahkan Dinas Perhubungan mulai mensosialisasikan penurunan tarif sejak 21 Januarai 2009 dan akan memantau pelaksanaannya mulai februari 2009. Sangsi bagi angkutan yang belum menurunkan tarif masih bersifat persuasif.

Dibagian lain Marsidi salah satu pengemudi angkutan karya tamansari mengaku siap menurunkan tarif sebesa 5 persen meski harga sukucadang belum turun. Sebagai pengemudi marsidi hanya menjalankan tugas dari pemilik angkutan. Untuk mengantisipasi masih mahalnya sukucadang marsidi mengaku terpaksa menggunakan sukucadang bekas yang masih dapat berfungsi. Marsidi menambahkan menyusul kebijakan penurunan tarif angkutan maka tarif angkutan karya tamansari turun dari 4000 menjadi 3500 rupiah. (totok)

 

KP Kartiyo 28 tahun warga Purwokerto pelaku percobaan pencurian di dusun Kalakijo guwosari pajangan kamis dinihari babak belur dihajar massa. Peristiwa berawal saat pelaku mencoba masuk kedalam warung milik salah satu warga melalui internit. Namun aksi ini diketahui warga yang langsung berteriak maling. Massa yang geram langsung menghajar pelaku. Akibatnya pelaku mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya Petugas yang datang ke tampat kejadian perkara langsung membawa pelaku ke RSD Panembahan Senopati. (totok)

Info Bantul Radio Persatuan Bantul 94.2 FM tiap Senin-Sabtu pukul 15.45 WIB dan pukul 16.45 WIB

Januari 31, 2009 - Posted by | Info Harian

1 Komentar »

  1. sip-sip, tapi paragrafnya kepanjangan bos. Lagian temanya kok nyatu sih, kan bete bacanya…….. Kalo dipisah kayanya lebih fokus n eye katching dech.
    KP apaan tuh, kadang persatuan..?dispasi dong atawa kurungan gitu. kayak napi… hahaahahhahhhahaha

    selamat semoga telinganya semkin awas melihat kebenaran. Sip…… sukses

    Komentar oleh sodix | Februari 1, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: