Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Pemilu dikhawatirkan ganggu Unas

KP Pelaksanaan Tahapan Pemilu 2009 dikhawatirkan dapat mengganggu Ujian Nasional (UNAS) SMA 20 April 2009 mendatang. Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal kabupaten Bantul Totok Sudarto mengatakan pelajar kelas 3 yang merupakan pemilih pemula tentu sangat ingin menggunakan hak pilihnya. Namun pada saat yang bersamaan mereka harus menghadapi persiapan Ujian Nasional. Berkaitan dengan ini Totok menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat termasuk Partai Politik untuk tidak terlalu melibatkan mereka. Totok menilai perlu menyampaikan himbauan ini mengingat Hasil Ujian Nasional selain menentukan kelulusan juga menjadi modal untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Di sisi lain menurut Totok aturan pelaksanaan UNAS semakin ketat. Selain Standar kelulusan 5,5 dan tidak terdapatnya ujian ulangan. Pelaksanaan Unas 2009 juga mendapat pengawasan langsung dari pemanatau independen serta pelaksanaan koreksi oleh Perguruan tinggi yang ditunjuk Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP). Totok menambahkan kondisi ini dapat mengganggu prestasi kabupaten Bantul sebagai peraih nilai Unas tertinggi di propinsi DIY.

Dibagian lain Kepala SMA Negeri 1 Sewon Sartono mengaku sudah membagi tugas dengan orangtua murid dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi pelaksanaan Unas. Diantaranya dengan menghimbau peserta didik untuk tidak mengikuti kegiatan kampanye. Sementara itu secara akademis sekolah sudah memberikan tambahan jam pelajaran dan melaksanakan Tryout Unas mencapai 12 kali. Meski mengaku cukup khawatir namun Sartono optimis dengan kerjasama anatara sekolah dan orangtua siswanya dapat mempertahankan prestasinya. (totok)

 

KP Jumlah Akseptor Keluarga Berencana yang menggunakan alat kontrsepsi Medis Operasi Pria (MOP) di Bantul meningkat tajam. Berdasarkan data Badan Kesejahteraan Keluarga,Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BKK,PP dan KB) Bantul pada tahun 2007 jumlah akseptor MOP baru mencapai 5. Namun pada tahun 2008 jumlahnya mencapai 71. Kecamatan dlingo dengan 35 akseptor merupakan jumlah terbesar diikuti kecamatan Sanden dengan 25 akseptor. Namun tidak terdapat akseptor MOP di 7 kecamatan masing-masing Kretek,Srandakan,Imogiri,Bambanglipuro, Bantul, Kasihan dan Sedayu. Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Keluarga Sri Hudani memperkirakan terdapatnya penanganan medis untuk menyambung kembali MOP bila menginginkan anak menjadi alasan peningkatan. Srihudani menambahkan pada tahun 2009 pihaknya mentargetkan terdapat 59 akseptor MOP baru.(totok)

 

KP 10 perusahaan yang mengajukan penangguhan pemberian Upah Minimum Propinsi (UMP) mulai melakukan penambahan gaji bagi karyawan secara bertahap. Staf Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi RB Yuhana mengatakan berdasarkan pamantauan di lapangan seluruh perusahaan bersedia membayarkan gaji sesuai UMP hingga batas waktu penangguhan. Juhana mencontohkan seperti PT Samitex yang mulai memberikan gaji sebesar 633 ribu rupiah pada Januari hingga Maret 2009. Mulai April hingga Juni 2009 meningkat menjadi 656 ribu rupiah. Mulai Juli hingga September 2009 menjadi 680 ribu rupiah. Samapi awal Oktober PT Samitex akan memberikan gaji seusai UMP 700 ribu rupiah perbulan. (totok)

 

KP Kabupaten Bantul optimis dapat meraih juara umum pekan olah raga provinsi (Porprov) tahun 2009. Kasubag Tata Usaha Kantor Pemuda dan Olah Raga (PORA) Kabupaten Bantul Sumarjono menjelaskan Bantul hanya perlu memperoleh 100 medali saja untuk menjadi juara umum. Namun kontingen kabupaten Bantul mentargetkan perolehan 150 medali. Sumarjono memperkirakan kabupaten Bantul harus bekerja keras karena Kotamadya Yogyakarta dan Kabupaten Sleman juga mentargetkan juara umum Untuk mencapai target juara umum kabupaten Bantul akan mengirim atlet dari kalangan pelajar dengan usia maksimal 21 tahun. Sedangkan Kotamadya Yogyakarta dan Kabupaten Sleman menjaring atlet dari perguruan tinggi. Sumarjono mencontohkan Kabupaten Sleman akan menjaring atlet dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Saat ini Kantor Pora Bantul mulai mendata cabang-cabang olah raga yang akan dipertandingkan, sedangkan pendataan atlet belum dimulai. Sumarjo menambahkan poprov yang sebelumnya bernama Porda akan digelar agustus dan oktober 2009. Karena september 2009 seluruh atlet akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON)

Di bagian lain Kepala Sekolah SMA Patria Bantul Jamal Sarwana optimis mampu berprestasi pada cabang futsal beregu putri meski baru pertama kali mengikutinya. Jamal menambahkan sekolahnya akan mengirim atlet untuk 4 cabang olah raga masing-masing 10 atlet futsal putri, 12 atlet bola voli putra, 3 atlet gulat putri dan 1 atlet tenis putra. Untuk mencapai target yang ditentukan Jamal mulai mempersiapkan latihan-latihan bagi para atlet. Jamal juga mendatangkan pelatih asing untuk melatih regu tenis putra. (lila)

 

KP Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul belum berani mengeluarkan peraturan bupati maupun peraturan daerah tentang larangan penjualan kotoran ternak ke luar daerah karena pabrik pupuk Sanden belum beroperasi. Edy menjelaskan mesin dan fasilitas lain sudah siap namun masih membutuhkan instalasi listrik dengan daya 33 Kilo Volt Amphere (KVA). Edy memperkirakan pabrik pupuk dapat beroperasi dalam waktu dekat. Setelah itu, pihaknya segera mengusulkan pengesahan perbup atau perda larangan penjualan kotoran ternak ke luar daerah.

Walau demikian Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul sudah membeli kotoran sapi dari kelompok ternak di Kecamatan Sanden, Srandakan dan Bambanglipuro sejak Desember 2008. Edy Suharyanto menjelaskan pihaknya telah membeli 30 ton kotoran sapi kering dengan harga 200 rupiah per kilogram. Selanjutnya kotoran sapi dicampur dengan tetes tebu dari Pabrik Gula Madukismo untuk dijadikan pupuk organik di pabrik pupuk milik Dipertahut yang beroperasi di Kecamatan Sanden. (lila)

 

KP Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Bantul Jundan meminta warga di lokasi bencana untuk sementara pindah ke lokasi yang lebih aman. Jundan menjelaskan daerah yang sudah terkena bencana terutama banjir dan longsor lebih baik tidak digunakan untuk mendirikan rumah. Namun bila berupa lahan garapan menurut Jundan masih aman digunakan karena warga tidak selalu berada di lokasi. Jundan menambahkan pihaknya hanya dapat menghimbau karena masyarakat lebih mengetahui siklus bencana tahunan yang terjadi di tempat tinggalnya. Berdasarkan laporan warga tiap tahun semua bencana berpotensi terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Bantul. Namun berdasarkan kebijakan pemerintah pusat, pihaknya diminta untuk memprioritaskan gempa bumi dan tsunami. (lila)

 

Info Bantul Radio Persatuan Bantul 94.2 FM Senin-Sabtu pukul 05.45 WIB dan pukul 16.45 WIB

Februari 6, 2009 - Posted by | Info Harian

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: