Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

KUR buka 4 juta lapangan kerja

KP Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) mampu membuka 4 juta lapangan kerja baru pada tahun 2008. Menteri koordinator kesejahteraan rakyat (Menkokesra) Aburizal Bakri menyampaikan pernyataan ini usai menyaksikan penyerahan bantuan KUR kepada 12 nasabah senin siang di pendopo Parasamya. Aburizal menjelaskan karena terdapat healing rasio mencapai 10 kali maka dari jaminan 1,4 trilyun rupiah melalui pihak asuransi dana yang tersalur melalui bank mencapai 14 trilyun rupiah. Aburizal mengakui tanpa peran serta Bank penyaluran KUR untuk 1,5 nasabah merupakan pekerjaan yang berat. Melihat keberhasilan program KUR pada tahun 2009 pemerintah akan meningkatkan nilai jaminan menjadi 2 trilyun rupiah. sehingga dana yang tersalur menjadi sekitar 20 trilyun rupiah untuk 2 juta nasabah. Aburizal memperkirakan pada tahun 2009 akan terbuka 6 juta lapangan kerja baru melalui program KUR. Selain bantuan program KUR kabupaten Bantul juga mendapat bantuan sebesar 22 milyar rupiah melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Aburizal menambahkan program KUR sudah digagas sejak dirinya menjabat sebagai ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pada tahun 1996 namun saat itu belum mendapat persetujuan pemerintah.

Sementara penyaluran program KUR di Bantul melalui 4 Bank sudah mencapai 63,85 Milyar rupiah dengan jumlah nasabah mencapai 10.191 mulai dari pedagang kecil hingga perusahaan menengah dengan nilai kredit 1,5 hingg 500 juta rupiah. Selain memantau pelaksanaan program KUR di Bantul Menkokesra juga mengunjungi Madarasah Aliyah Negeri (MAN) Gandekan untuk meninjau penggunaan bantuan 20 unit komputer.

Sementara itu Yanti, pengusaha Bakso Jamur di Manding Sabdodadi Bantul mengaku tidak kesulitan mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di salah satu bank penyalur KUR di Bantul. Yanti menjelaskan dia hanya perlu menyertakan sertifikat tanah sebagai agunan dan persyaratan lain seperti fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Yanti mengaku jumlah yang diajukan peminjam tidak ditentukan oleh Bank. Selain itu Yanti mengaku memperoleh bunga yang cukup rendah, namun Yanti tidak ingat jumlah bunga yang dibebankan. Yanti hanya ingat telah membandingkan bunga dengan kredit-kredit lain dan merasa bunga KUR cukup rendah. Yanti menambahkan dirinya baru pertama kali mengajukan peminjaman KUR dan belum sepenuhnya lunas hingga kini. Namun Yanti telah ditawari oleh pihak bank untuk mengajukan pinjaman kedua kalinya meski angsuran pinjaman pertama belum diselesaikan. (tok/lil)

 

KP Ditemui seusai menyaksikan penyerahan bantuan KUR Menkokesra Aburizal Bakri menegaskan penanggulangan terhadap banjir menjadi tanggungjawab pemerintah Daerah. Pemerintah Pusat baru akan memberikan bantuan setelah pemerintah Daerah tidak dapat mengatasinya. Aburizal menegaskan tanggungjawab pemerintah daerah sampai pada tahap pasca bencana. Aburizal menambahkan pemerintah pusat menyediakan anggaran 2,6 trilyun rupiah untuk penanganan bencana .

Sementara itu Pemerintah pusat hanya akan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) hingga Februari 2009. Selanjutnya pemerintah tidak akan memberikan BLT menyusul turunnya hanga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kebutuhan lainnya. (tok)

 

KP Pemerintah kabupaten Bantul sedang menjajagi upaya relokasi terhadap warga yang tinggal di wilayah rawan longsor. Sekertaris Daerah Gendut sudarto mengaku sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sudah bersedia membangun jalan-jalan lingkungan. Namun program masih menghadapi kendala berkaitan dengan pembanguan rumah bagi warga. Untuk itu pemerintah kabupaten Bantul sedang mengajukan permohonan ke Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk membuka lokasi tarnsmigrasi lokal seperti di karangtengah Imogiri. Gendut menambahkan pada prinsipnya pemerintah kabupaten Bantul akan memberikan bantuan kepada korban bencana secepat mungkin. Sebeb bila sampai terlambat bantuan menjadi tidak berarti.

Di bagian lain Kasubag Tata Usaha Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Bantul mengatakan dana stimulan bencana selama tahun 2008 telah dicairkan pada Desember 2008. Dana stimulan tersebut diambilkan dari alokasi dana tak terduga milik Pemerintah Kabupaten Bantul. Dwi menjelaskan total bantuan sebanyak 23 juta rupiah untuk 16 kepala keluarga (KK) korban longsor, 8 KK korban kebakaran dan 1 KK korban angina rebut. Setiap korban bencana memperoleh 10 persen dari total taksiran kerugian. Dwi menambahkan untuk korban pohon tumbang di Dusun Sumuran Bantul tidak termasuk dalam alokasi tersebut, namun mereka juga mendapatkan dana stimulan dari Pemkab Bantul. (tok)

 

KP Memasuki musim penghujan, petani mulai kesulitan untuk mengeringkan gabah. Nyonya Rahmat, petani di Bulak Manding Sabdodadi Bantul mengeluhkan molornya pengeringan ketika musim penghujan tiba. Saat musim kemarau Ny Rahmat mengaku hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk mengeringkan gabah. Namun pada musim penghujan dia membutuhkan waktu 4 hari hingga 1 minggu untuk gabah kering yang dihasilkan dari 120 lubang. Hal ini disebabkan karena gabah hanya dikeluarkan sesekali ketika terdapat panas. Ny Rahmat mengaku belum pernah mengeringkan gabah di lumbung karena khawatir adanya biaya yang mahal. Ny Rahmat menambahkan panen dengan cara gepyok seperti yang dia terapkan membutuhkan biaya hingga 30.000 per hari dan pemberian makanan bagi tenaga panen.

Di bagian lain Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul Edy Suharyanto menghimbau petani untuk memanfaatkan lantai jemur pada lumbung padi yang dikelola Dipertahut. Edy mengatakan di Bantul terdapat 4 lumbung dengan fasilitas lantai jemur masing-masing Lumbung Padi Modern Kepek Timbulharjo Sewon, Gedung PT Pertani, Balai Benih Barongan Sumberagung Jetis dan beberapa Koperasi Unit Desa . Edy mengaku pihaknya tidak menarik biaya penjemuran bagi petani yang mengeringkan gabahnya secara perorangan. Namun bagi penebas dan pedagang akan dikenai biaya pemeliharaan lantai jemur karena mengeringkan padi dalam jumlah besar dan memerlukan mesin pengering. Edy menambahkan lumbung yang dikelola petani atau kelompok tani di Bantul sejauh ini belum dilengkapi dengan fasilitas lantai jemur. Edy menjelaskan di Bantul terdapat 4 lumbung yang dikelola petani diantaranya di Dusun Serut Palbapang Bantul, Lanteng Selopamioro Imogiri, Kembangkerep Srihardono Pundong dan Kedon Sumbermulyo Bambanglipuro. Edy mengaku pada tahun 2008 pihaknya juga telah membangun lumbung baru  di 5 desa dengan dana alokasi khusus (DAK) yang tersebar di Kecamatan Pundong dan Imogiri. (lil)

 

KP Molornya pencairan biaya operasional sekolah (BOS) tahun 2009 menyebabkan sekolah harus menanggung biaya operasional sejak Januari 2009. Kepala Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul Sahari menghimbau sekolah-sekolah untuk tidak menarik biaya bulanan dari orang tua murid meski BOS belum cair. Sahari menjelaskan adanya konsep sekolah gratis menuntut pengelola Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk tidak menarik biaya bulanan dari orang tua murid. Biaya operasional bulanan telah ditalangi BOS pusat dan BOS daerah. Namun Sahari mengatakan pihaknya juga baru dapat mencairkan BOS daerah pada APBD perubahan. Untuk sementara BOS daerah yang tertulis dalam APBD Kabupaten Bantul 2009 sama dengan BOS daerah tahun 2008 yaitu 120.000 per anak per tahun. Sahari mengimbau setiap kepala sekolah segera menyampaikan usulan alokasi kebutuhan siswa melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Dikdas akan mengambil selisih antara jumlah BOS baru ditambah BOS daerah dengan besar kebutuhan siswa sebagai alokasi BOS daerah tahun 2009. (lil)

 

Info Bantul Radio Persatuan Bantul 94.2 FM Senin-Sabtu pukul 05.45 dan 16.45 WIB

Februari 10, 2009 - Posted by | Info Harian

2 Komentar »

  1. lha kuwi bukan ato buka bos……🙂

    Komentar oleh sodix | Februari 10, 2009 | Balas

  2. buka pak hehe

    Komentar oleh infobantul | Februari 11, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: