Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Puluhan ekor ayam mati mendadak

KP Puluhan ekor ayam milik warga Kaligondang Sumbermulyo Bambanglipuro mati mendadak. Ari salah satu warga mengaku tidak terdapat gejala sakit sebelum ayamnya mati. Ari menjelaskan sore harinya ayamnya masih sehat namun esoknya sudah mati. Ari memperkirkan ayamnya tertular penyakit dari ayam lainnya karena dibiarkan bebas berkaliaran. Selain memberikan obat yang dibelinya dari kios peternakan ari juga mengandangkan ayamnya yang masih sehat. Seminggu terakhir sudah 10 ekor ayamnya yang mati mendadak .Ari mengaku membuang ayamnya yang mati ke sungai di dekat rumahnya.

Peristiwa ayam mati mendadak juga terjadi di Dusun Plembengan Sumbermulyo Bambanglipuro. Tugiyem salah satu warga mengaku dari 6 ekor ayamnya mati mendadak sejak 2 hari. Tugiyem juga mengaku tidak melihat tanda-tanda ayamnya terserang penyakit sebelum mati. Untuk menghindari kerugian tugiyem menjual 12 ekor ayamnya yang masih sehat dan berukuran besar. Tuygiyem mengaku mengubur ayamnya yang mati di pekarangan samping rumahnya. Tugiyem juga mengaku belum melaporkan peristiwa ini kepada kepala dusun.

Dibagian lain Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (KPP) kabupaten Bantul Sri Budoyo menjelaskan memasuki puncak musim hujan pada akhir februari akan muncul kasus-kasus penyakit pada hewan ternak seperti flu burung. Sehingga dinas KPP mulai berkoordinasi dengan petugas-petugas di kecamatan. Sri Budoyo mengatakan warga sebenarnya dapat mencegah penyebaran penyakit dengan membakar kemudian mengubur ayam yang mati. Selain itu warga juga dapat mencegah penyebaran penyakit dengan tidak membiarkan ayamnya bebas berkeliaran. Sri Budoyo mengaku Dinas KPP juga menyediakan desinfektan gratis untuk membasmi bibit penyakit di sekitar kandang. Namun Sri Budoyo mengaku Dinas KPP kehabisan persediaan vaksin flu burung. Sri Buoyo menambahkan vaksin yang tersedia digunakan untuk kajian operasional kasus flu burung di 5 kecamatan. (tok)

 

Dipertahut sarankan got tanam hingga 90 sentimeter

KP Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul Edy Suharyanto menghimbau petani bawang merah untuk memperdalam got di sekitar bedengan hingga kedalaman 90 sentimeter. Edy menilai got yang dalam dapat menampung lebih banyak air pada musim penghujan selain galiannya dapat dimanfaatkan untuk menambah ketinggian bedengan. Menurut Edi dengan  got yang lebih dalam dan bedengan yang lebih tinggi petani tidak perlu menunduk saat merawat maupun memanen bawang merah. Edy menambahkan hampir seluruh petani bawang merah di Brebes Jawa Tengah sudah menerpakn sistim ini Sedangkan di Kabupaten Bantul hanya beberapa petani saja yang sudah menerapkannya.

Sementara itu buruh tani di Bulak Desa Srigading Sanden masih menerapkan penggalian got sedalam 60 sentmeter. Hadi Utomo, salah satu buruh tani mengatakan dirinya menggali got secara berseling yaitu kedalaman 30 sentimeter diselingi 60 sentimeter. Hadi mengatakan kedalaman tersebut dinilai cukup untuk mencegah genangan air ketika penanaman bawang merah dilakukan pada musim penghujan. Got dengan kedalaman 60 sentimeter selain berfungsi menampung air juga berfungsi untuk menyimpan persediaan air ketika musim kemarau. Sedangkan ketinggian bedengan hanya mencapai 30 sentimeter.

Di sisi lain, pada awal musim tanam bawang merah para buruh tani kewalahan memenuhi permintaan untuk membuat bedengan. Bagyo, salah satu buruh tani di Bulak Desa Srigading Sanden mengaku lembur setiap hari untuk memenuhi pesanan pembuatan bedengan. Bagyo juga mengaku terpaksa menolak beberapa permintaan pembuatan bedengan. Bagyo menjelaskan untuk membuat satu bedengan dibayar 8.000 hingga 9.000 rupiah dengan jumlah bedengan 30 hingga 80 untuk satu petak. Bagyo mengaku bekerja secara berkelompok bersama 6 hingga 8 orang mulai pukul 8 pagi hingga 3 sore untuk menyelesaikan pembuatan bedengan di satu petak sawah. Penghasilan yang diperoleh dibagi untuk seluruh anggota kelompok.(lia)

 

12 Baliho caleg PDIP dirusak

KP Perusakan atribut partai kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bantul. Caleg PDI Perjuangan dapil 2 Bantul, Uminto Giring Wibowo mengaku 12 balihonya di Kecamatan Kasihan Selasa dini hari dirusak. Giring menjelaskan saksi mengaku melihat beberapa orang dengan cadar merusak baliho sekitar jam 2 atau jam 3 dini hari. Giring tidak mengetahui penyebab perusakan baliho tersebut. Giring mengaku telah melaporkan peristiwa ini ke Polsek Kasihan  dengan membawa foto baliho yang rusak. Giring tidak dapat mendatangkan saksi karena pihak yang memberinya keterangan tidak bersedia memberikan kesaksian. Giring menambahkan dirinya sengaja tidak melaporkan perusakan ini kepada Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Kasihan. Giring menambahkan perusakan hanya terjadi di Kecamatan Kasihan saja sedangkan baliho baliho di Pajangan dan Sedayu yang teramsuk dalam dapil 2 tidak rusak.

Di bagian lain Ketua Panwascam Kasihan Bowo Widodo mengaku belum menerima laporan perusakan baliho dari caleg dan parpol bersangkutan. Namun Bowo mengaku pihaknya telah mengetahui terjadinya perusakan tersebut. Bowo menegaskan saat ini pihaknya sedang mendata kerusakan yang terjadi untuk dilaporkan kepada Panwas Kabupaten. (lia)

 

Disperindagkop tuntaskan sertifikasi tanah

KP Program sertifikasi tanah yang difasilitasi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) tahun 2007 dan 2008 sudah selesai. Kepala Disperindagkop Bantul Yahya mengatakan pihaknya telah menyelesaikan 100 sertifikat pada tahun 2008 dan 83 sertifikat pada tahun 2007. Namun 33 sertifikat dari 83 sertifikat pada tahun 2007 baru dapat diambil di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bantul Sabtu 14 Februari 2009. Sementara pada tahun 2009 Yahya mengaku belum terdapat anggaran untuk program ini. Padahal menurut Yahya keberadaan sertifikat tanah sangat penting bagi pelaku usaha sebagai agunan peminjaman kredit di bank seperti pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Yahya menjelaskan agunan merupakan salah satu kendala pencairan kredit dari bank. Yahya menambahkan di Bantul baru terdapat 5% pelaku usaha yang sudah berhubungan langsung dengan lembaga keuangan. (lia)

  

Rp425 juta rupiah bagi penyandang cacat akibat gempa

KP Dinas Sosial Kabupaten Bantul menyediakan bantuan 425 juta rupiah bagi penyandang cacat akibat gempa. Kepala Dinas Sosial Bantul Mahmudi mengatakan bantuan dapat berupa modal usaha dan alat bantu atau jaminan sosial bagi penyandang cacat berat sebesar 300 ribu rupiah perbulan. Mahmudi menambahkan Dinas Sosial juga menyediakan bantuan untuk merawat jenazah terlantar,gelandangan dan orang gila. Selain itu Dinas Sosial juga menyediakan bantuan untuk siswa berprestasi dari keluarga miskin,bantuan kesehatan bagi warga miskin dan bantuan sosial kemasyarakatan bagi warga miskin yang ingin membuka usaha. Mahmudi menambahkan Dinas Sosial juga menyediakan bantuan untuk pembangunan sarana ibadah dan kegiatan keagamaan. (tok)

Februari 11, 2009 - Posted by | Info Harian

2 Komentar »

  1. Saya berterimakasih krn bpk Mahmudi telah membuat kebijakan yg sgt peduli dg korban gempa.kami tg realisasinya

    Komentar oleh Budiastono | April 2, 2009 | Balas

    • semoga kebijakan Pemkab senantiasa membuat penghidupan yang lebih baik^^

      Komentar oleh infobantul | April 3, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: