Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Longsor di Nogosari hancurkan sebuah rumah

KP  Hujan deras yang mengguyur Bantul Jumat dini hari menyebabkan lahan longsor di Dusun Nogosari 2 Wukirsari Imogiri. Akibatnya satu pohon tumbang menimpa rumah Sukasdi, warga setempat. Sarjito, kakak Sukasdi menjelaskan saat longsor terjadi Sukasdi dan isterinya berada di dalam rumah. Tiba-tiba lahan di sebelah selatan rumah longsor bersama tumbangnya satu buah pohon sono Sukasdi dan isterinya tidak sempat keluar untuk menyelamatkan diri. Mereka berada di bawah reruntuhan rumah selama kurang lebih setengah jam.  Warga yang mendengar suara gemuruh berdatangan untuk menyelamatkan penghuni rumah. Baik Sukasdi dan isterinya berhasil diselamatkan oleh warga setempat. Sarjito mengatakan salah satu warga kemudian menghubungi petugas kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Bantul. Petugas Kesbanglinmas datang dengan membawa peralatan dan keperluan logistik. Warga kemudian bergotong royong menyingirkan pohon tumbang dan membangun rumah baru sebagai perlindungan sementara bagi korban bencana. Sarjito memperkirakan kerugian yang ditimbulkan mencapai 3 juta rupiah. Sebagian besar berupa peralatan elektronik rumah tangga.

Sementara itu Kepala Bagian Pemerintahan Desa Wukirsari Prabowo mengatakan longsor di Dusun Nogosari baru pertama kali terjadi. Prabowo menjelaskan terdapat tiga dusun yang rawan longsor di Wukirsari masing-masing Dusun Pucung, Giriloyo dan Pajimatan.

Dibagian lain Staff Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Agus Jaka Suryana mengatakan berdasarkan informasi dari pemerintah desa kerugian mencapai 30 juta rupiah. Jaka mengaku setelah menerima laporan langsung meluncur ke lokasi. Selain melakukan evakuasi petugas satlak juga memberikan bantuan logistik. Jaka menambahkan pemerintah kabupaten Bantul akan memberikan bantuan kepada korban tanah longsor sebesar 20 persen dari nilai kerugian.

Berdasarkan informasi dari kantor Kesbanglinmas Bantul kamis dinihari peristiwa tanah longsor juga terjadi di Srimulyo piyungan. Masing-masing di dusun Bangkel dan Pandean. Didusun Bangkel longsor menimpa rumah ngaminah dengan kerugian sekitar 2 juta rupiah. Sedangkan laongsor di dusun pandean menimpa rumah kadirjo dengan kerugian sekitar 7 juta rupiah. Seperti peristiwa longsor di Wukirsari kerusakan rumah di srimulyo juga akibat tertimpa pohon yang terseret tanah. (lia/tok)

 

Kenaikan retribusi wisata undang keluhan

KP Kenaikan retribusi di beberapa obyek wisata Kabupaten Bantul dikeluhkan oleh sebagian pengunjung. Suwarto, Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Samas mengatakan pihaknya menerima beberapa keluhan dari pengunjung karena kenaikan retribusi dua kali lipat. Dari retribusi awal 1.500 rupiah menjadi 3.000 rupiah per orang. Suwarto tidak dapat memberikan banyak keterangan berkaitan dengan kenaikan tarif tersebut. Dia hanya menunjukkan surat keterangan kenaikan tarif kepada pengunjung yang berlaku sejak 25 Januari 2009. Meski banyak keluhan, Suwarto mengatakan tidak terdapat penurunan jumlah pengunjung, rata-rata 30 hingga 60 pengunjung mendatangi Pantai Samas per hari . Suwarto menambahkan sejak dia bertugas tahun 2004 baru kali ini terjadi kenaikan retribusi.

Sementara itu Handoko sopir angkutan umum jurusan samas mengaku tidak keberatan dengan kenaikan retribusi obyek wisata pantai samas. Handoko mengaku angkutan umum hanya mendapat jatah membayar retribusi sehari sekali sebesar 5.000 rupiah. Angka ini naik seribu rupiah dari retribusi sebelumnya. Walau demikian handoko mengaku seringkali merasa berat untuk membayar retribusi terutama bila penumpang sepi. (lia/tok)

 

Menpera resmikan Kasiba Bantul Kota Mandiri

KP Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Republik Indonesia Yusuf Ansyari melaunching Kawasan siap bangun (kasiba) Bantul Kota Mandiri di Desa Guwosari Pajangan. Kasiba dibangun pada lahan seluas 1.300 hektar dengan jumlah bangunan 900 unit rumah. Departemen Perumahan Rakyat berencana akan melanjutkan pembangunan 300 unit rumah di lokasi yang sama. Dalam Sambutannya Yusuf Ansyari mengatakan pembangunan perumahan berdampak terhadap kenaikan harga tanah. Dia berharap pemerintah daerah dapat mengatasi permasalahan tersebut. Bahkan ke depann setiap daerah diharapkan memiliki Dinas Perumahan untuk mengatur berbagai masalah perumahan. Yusuf menambahkan di Bantul Kasiba baru dibangun di Desa Guwosari sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi Pemda Bantul. Yusuf menambahkan Kasiba juga menjadi solusi perebutan lahan yang sering terjadi. Yusuf mencontohkan perebutan lahan untuk kebutuhan pertanian, hunian dan bisnis.

Sementara itu Bupati Bantul Idham Samawi dalam sambutannya mengatakan pembangunan Kasiba di Bantul menjadi solusi permasalahan alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan. Idham menjelaskan di Bantul terjadi alih fungsi lahan pertanian mencapai 80 hektar per tahun. Kasiba dibangun pada lahan kurang subur sehingga tidak mengurangi jumlah lahan pertanian . Selain itu Idham membenarkan dampak kenaikan harga tanah akibat pembangunan perumahan. Idham menjelaskan harga tanah di Bantul semula berkisar pada angka 30.000 rupiah per meter persegi. Namun saat ini sudah mencapai 100.000 rupiah per meter persegi. Idam menambahkan Pemerintah Kabupaten Bantul sudah membebaskan harga tanah di Kasiba.

Di bagian lain Ketua Real Estate Indonesia Provinsi DIY Remidius mengatakan jarak kasiba Desa Guwosari yang jauh dari pusat kota dapat diminimalisir dengan berbagai cara. Pembangunan berbagai fasilitas yang dapat menjadi daya tarik masyarakat menjadi salah satu solusi selain mempertahankan harga tanah agar tetap murah. Remidius menjelaskan harga tanah masih dapat dipertahankan karena suku bunga subsidi masih stabil meski suku bunga komersial naik. Harga perumahan di kasiba merupakan harga subsidi yang tidak terpengaruh suku bunga komersial.(lia)

 

Penggunaan aspal subsidi minim

KP Selama tahun 2008 persediaan aspal di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bantul hanya terserap 30%. Kepala DPU Bantul Supratomo mengatakan penggunaan aspal selama tahun 2008 hanya mencapai 800 drum dari total persediaan sebanyak 1.900 drum. Di sisi lain permohonan bantuan aspal mencapai 5.000 proposal. Hampir 100% proposal tersebut memohon bantuan pengaspalan jalan desa. Supratomo mengatakan aspal yang disediakan oleh DPU siap diambil bila diperlukan. Namun karena ketidaksiapan warga menyebabkan aspal menumpuk di depan gedung perkantoran DPU. Supratomo menerangkan warga tidak siap untuk pengaspalan jalan karena mereka tidak tahu bahwa bantuan DPU hanya aspal saja. Material lain yang diperlukan serta tenaga kerja merupakan swadaya warga pemohon. Hal ini menyebabkan aspal yang telah dipersiapkan tidak segera diambil oleh warga.

Sementara itu saat dihubungi melalui pesawat telepon Kepala Desa Mangunan Dlingo Jiyono mengatakan belum diambilnya bantuan aspal oleh pemerintah desa hanya masalah waktu. Jiyono mengaku pemerintah Desa Mangunan akan mengambil bantuan aspal ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) minggu depan. Jiyono mengaku masyarakat sangat membutuhkan bantuan aspal menyusul sebagian ruas jalan yang mulai rusak. Di desa Mangunan terdapat sekitar 9 kilometer ruas jalan yang mulai rusak karena terakhir diaspal pada tahun 2005. Melihat animo yang besar dari warga masyarakat jiyono memperkirakan berapapun aspal yang tersedia akan habis terserap Jiyono menambahkan besarnya animo masyarakat untuk membangun juga terlihat dari ketertiban dalam membayar iuran swadaya. (lia/tok)

 

Kesalahan beri tanda capai 30%

KP Berdasarkan hasil simulasi pemungutan suara oleh Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) DIY kesalahannya mencapai 30 persen. Ketua DPW PKS DIY Ahmad Sumiyanto mengatakan kesalahan dalam memberikan tanda yang sangat mendasar menjadi penyebab  sebagian besar kesalahan. Berdasarkan hasil simulasi ini  DPW PKS DIY mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) propinsi DIY untuk lebih meingkatkan sosialisasi. Selain itu DPW PKS DIY juga meminta kepada seluruh calon legislatif untuk memasukan unsur pendidikan bagi pemilih dalam kampanyenay. Bukan sekedar mencari suara dengan upaya money politik. Sumiyanto menjamin hasil simulasi ini cukup mewakili beragam latar belakang pemilih di propinsi DIY karena dilaksanakan mulai dari wilayah perkotaan hingga pelosok pedesaan dengan berbagai latar belakang usia dan pendidikan. Sumiaynto menambahkan simulasi pemungutan suara oleh  DPW PKS DIY ini hanya bertujuan menekan jumlah kesalahan sehingga hasil pemilu 2009 memiliki legitimasi tinggi.

Sementara itu anggota Fraksi PKS DPRD DIY Arif Rahman Hakim mengatakan terdapat 3 alasan yang menyebabkan terdapatnya Golput. Arif menilai sistim Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilu 2009 yang mendata pemilih berdasarkan alamat di Kartu Tanda Penduduk menjadi salah satu penyebab munculnya Golput. Karena pemegang KTP DIY yang berdomisili di Jakarta tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Selain pemilih yang secara sadar tidak menggunakan hak pilihnya pemilih yang tidak paham dalam menggunakan hak pilihnya menjadi penyebab lain munculnya Golput. Arif menegaskan sosialisasi dan simulasi oleh DPW PKS DIY berupaya menekan jumlah Golput dari pemilih yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya dengan benar. (tok)

 

Februari 14, 2009 - Posted by | Info Harian |

1 Komentar »

  1. musim hujan nih… harus selalu waspada, buwat yang sering naik gunung kayaknya musti dipending dulu deh, ntar kelongsoran. Trus kalo nggak penting-penting amat gak usah keluar rumah pas ujan deras, ntar ketumbangan pohon. Be safe!!

    Komentar oleh infobantul | Februari 14, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: