Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Tak dapat partai, Sultan siap mundur

KP Gubernur DIY Sri Sultan HB X siap mundur dari bursa pemilihan Calon Presiden 2009 bila tidak terdapat Partai Politik yang mencalonkannya. Sultan menegaskan Undang-Undang Pemilu jelas menyebutkan calon presiden hanya dapat dicalonkan oleh Partai Politik atau gabungan Partai Politik dengan jumlah suara 25%. Menanggapi tawaran dari beberapa Partai Politik untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden dengan tegas Sultan menjawab saat dekalarasi dirinya siap maju dalam bursa pemilihan presiden bukan wakil presiden.

Sultan menyampaikan pernyataan ini seusai melakukan panen raya padi di bulak muneng tirtohargo kretek sabtu siang. Dalam sambutan sebelum panen raya Sultan menyatakan keengganannya untuk turut campur dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) DIY. Berkaitan dengan RUUK DIY Sultan hanya meminta ketegasan dari pemerintah pusat dalam menyikapi piagam kedudukan 19 Agustus 1945 dan piagam 5 september 1945 yang merupakan Ijab Qobul antara pemerintah pusat dengan Kraton Yogyakarta. Sultan berharap terdapat kejelasan bila pemerintah pusat ingin melanjutkan atau memutusnya. Dalam sambutannya Sultan juga tidak setuju dengan konsep pararadya karena terdapatnya 5 pembantu yang justru dapat menjadi sekat dalam hubungan Sultan dengan rakyat. (tok)

 

Gunakan dongeng untuk mengajar

KP Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul mulai mengembangkan dongeng sebagai salah satu sarana penyampaian pelajaran di sekolah. Kasi Kurikulum SD Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul Subiyati mengatakan dongeng menjadi salah satu materi dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Namun saat ini cara mengajar dengan berdongeng mulai diterapkan pada mata pelajaran yang lain. Untuk itu sebagian guru mulai dilatih menyampaikan dongeng sesuai jenjang pendidikan siswanya. Subiyati menjelaskan dongeng untuk siswa SD masih mengedepankan nilai-nilai moral yang bersifat ringan. Sedangkan untuk siswa SMA materi dongang lebih berat misalnya permasalahan narkoba. Untuk mendukung metode dongeng tersebut Pemerintah Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Tim Lembaga Dongeng Yogyakarta mengadakan acara dongeng anak bersama Kak Wes di Pendopo Parasamya Sabtu 14 Februari 2009. Subiyati mengatakan selain melatih guru acara ini juga bertujuan untuk membangun kembali budaya dongeng di kalangan anak-anak. Acara diikuti oleh 100 siswa Sekolah Dasar (SD) yang masing-masing didampingi satu gurunya. Tiap kecamatan mengirimkan 6 orang siswa kecuali Kecamatan Pajangan dan Kretek hanya mengirimkan 5 siswa karena keterbatasan kuota 100 siswa. Acara akan berlanjut pada bulan-bulan berikutnya dengan peserta dari jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Sementara itu Kastin, guru SD Jurugentong Banguntapan mengatakan dongeng di sekolahnya hanya diterapkan kepada kelas kecil yaitu kelas 1, 2 dan 3. Kastin menjelaskan di SD Jurugentong metode dongeng sedang dirintis sehingga belum semua kelas mendapatkan materi dengan metode tersebut. Kastin mencontohkan penerapan dongeng dalam penyampaian materi simbiosis mutualisme, salah satu materi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Kastin menilai metode dongeng menjadi alternative cara pengajaran yang bagus karena selain tidak monoton juga menanamkan budaya dongeng pada anak-anak. (lia)

 

Petani jamur merang mulai berinovasi

KP Petani jamur merang di Desa Argorejo Sedayu mulai berinovasi mengemas jamur merang dengan botol. Ketua Kelompok Tani Dusun Kepuhan Mujiran mengatakan cara tersebut diujicobakan untuk memperoleh jamur merang yang awet. Mujiran menjelaskan jamur merang mudah layu dan rusak bentuknya sehingga harus selalu dijual dalam keadaan segar. Hal ini menjadi kendala petani untuk menjual jamur merang ke luar daerah. Mujiran menjelaskan agar awet jamur dimasak terlebih dahulu dan dibumbui garam. Jamur kemudian dimasukkan ke dalam kap berukuran satu botol kecil air meniral. Mujiran menambahkan dengan strukturnya yang mudah rusak dan layu, jamur merang hanya dapat dipasarkan di dalam kawasan provinsi DIY. Sedangkan jamur kuping dan tiram yang dikembangkan petani di Argosari Sedayu sudah dipasarkan hingga ke Bandung jawa Barat. Mujiran mengaku masih sulit memenuhi kebutuhan DIY sehingga belum terpikir untuk measarkan ke luar DIY. Mujiran menjelaskan kelompok tani Dusun Kepuhan baru dapat menghasilkan 40 hingga 50 kilogram per hari dengan harga 15.000 rupiah per hari. Sedangkan seluruh kelompok tani di Desa Argorejo mampu menghasilkan 125 hingga 150 kilogram per hari. Namun kebutuhan seluruh provinsi DIY mencapai 200 kilogram per hari.

Sementara itu Ketua Gabungan Kelompok Tani Lestari Makmur Desa Argorejo Sumarjan mengatakan terdapat 4 kelompok tani di Desa Argorejo yang mengembangkan budidaya jamur merang. Diantaranya kelompok tani Dusun Kepuhan beranggotakan 5 orang, Pulaman beranggotakan 6 orang, Senowo beranggotakan 6 orang dan Semampir beranggotakan 8 orang. Sumardjan menambahkan jumlah petani jamur merang cenderung meningkat dari 4 orang pada tahun 2002 menjadi 24 orang tahun 2009. Sumardjan menambahkan jamur merang  memiliki harga yang stabil di atas harga jamur kuping dan tiram. (lia)

 

Seekor paus terdampar

paus terdampar

KP Nelayan di Pantai Parangkusumo Kretek dikejutkan dengan terdamparnya seekor ikan paus Sabtu 14 Februari 2009 sekitar pukul 4 sore. Sekretaris SAR Bantul Taufik Faqih Husman di lokasi kejadian mengatakan pihaknya menerima laporan penemuan paus terdampar oleh para nelayan yang sedang beraktivitas. Paus tersebut kemudian diamankan di lokasi penemuan dengan pemberian pembatas dari tali rafia. Taufik menjelaskan paus tersebut memiliki panjang kurang lebih 5 meter dan lebar 1,5 meter. Diperkirakan beratnya mencapai 6 ton. Taufik menambahkan paus diperkirakan sedang sakit karena di seluruh permukaan tubuhnya terdapat bercak-bercak. Bila dibandingkan dengan penemuan sebelumnya, Taufik mengatakan paus tersebut termasuk kecil. Sebelumnya seekor paus berukuran panjang 7 meter terdampar di Pantai Parang Endok pada tahun 2003. (lia)

 

Rubuh, padi dipanen ketika masih basah

KP Petani di Bulak Sangkeh Srigading Sanden memanen padinya yang masih basah karena rubuh akibat tiupan angin kencang Rabu 11 Februari 2009. Wasno Suharto, salah satu petani menjelaskan dirinya memang berencana memanen padi dalam waktu dekat karena umur padi sudah mendekati 90 hari. Namun hujan terus mengguyur sehingga lahan tidak kunjung kering dan umur padinya mencapai 95 hari. Karena itu Wasno memanen ketika lahan masih basah untuk menghindari umur padi terlalu tua. Wasno menjelaskan padi yang terlalu tua bijinya akan tumbuh menjadi tanaman baru bila tidak segera dipanen. Wasno menambahkan padi yang roboh mencapai 5 petak sawah. Wasno tidak begitu mengetahui harga jual padi saat ini karena dia tidak pernah menjual padinya. Padi yang dipanen digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sendiri. (lia)

 

Kualitas perempuan terus meningkat

KP Deputi Bidang Perlindungan Perempuan  Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan Subagyo menilai kualitas perempuan terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga Subagyo optimis jumlah perempuan yang duduk sebagai wakil rakyat baik di tingkat pusat maupun daerah akan bertambah. Bagyo menilai putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan caleg terpilih harus memperoleh suara terbanyak. Justru menjadi tantangan bagi caleg perempuan untuk menunjukan kualitasnya. Subagyo menambahkan kementrian negara pemberdayaan perempuan tetap mentargetkan 30 persen keterwakilan perempuan di segala bidang. (tok)

 

Total atribut rusak mencapai 2.000

KP Laporan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) DIY menyebutkan hingga akhir Januari 2009 terdapat 2.000 atribut kampanye PKS yang dirusak. Laporan ini disusun berdasarkan laporan dari seluruh DPD PKS di DIY. Berdasarkan laporan perusakan biasa terjadi di ruas jalan yang banyak terpasang atribut PKS. Selain perusakan PKS juga menemukan upaya menghalangi pemasangan bendera PKS. Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah MPW DPW PKS Bantul Sukamto menilai kondisi ini menunjukan terdapatnya cara-cara demokrasi yang tidak fair. Sukamto mengaku siap mengambil langkah hukum bila Panwaslu dan KPU tidak merespon persoalan ini. (tok)

 

Februari 16, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: