Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Jumlah petani tebu pengguna dana akselerasi tak terdata

24 Februari 2009

KP Pemerintah menyalurkan dana akselerasi untuk petani tebu di wilayah Provinsi DIY melalui Koperasi Sekunder DIY senilai 16 miliar rupiah. Namun pihak koperasi tidak dapat menyebutkan jumlah nasabah yang telah menikmati dana tersebut. Ketua koperasi sekunder Provinsi DIY Sarimin yang ditemui seusai Rapat Anggota Tahunan Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Cinta Manis di gedung Madu Candya Senin siang mengatakan sejak tahun 2003 hingga kini dana yang disalurkan pemerintah mencapai 16 miliar rupiah untuk petani tebu di Bantul, Sleman dan Kulonprogo. Namun Sarimin tidak dapat menyebutkan besarnya penyerapan kredit oleh petani hingga tahun 2008. Sarimin hanya menjelaskan ribuan petani tebu di provinsi DIY telah menikmati dana tersebut dalam bentuk kredit untuk bongkar ratun, pengeprasan dan perluasan. Setiap petani minimal memperoleh kredit 4,7 juta rupiah untuk bongkar ratun per hektar, 3,08 juta rupiah untuk pengeprasan per hektar dan 4,7 juta rupiah untuk perluasan per hektar. Setiap petani dibebani bunga kredit 7 persen yang dibayarkan setelah panen. Sarimin menambahkan berdasarkan Rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) luas lahan tebu se-Provinsi DIY mencapai 4.347 hektar. Sarimin menambahkan rata-rata petani tebu memiliki lahan 2 hektar per orang. Bila total lahan dibagi dengan lahan rata-rata yang dikelola petani maka terdapat 2.100 petani tebu di provinsi DIY.

Di bagian lain Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Edy Suharyanto mengatakan luas areal tanaman tebu di Bantul mencapai 1.400 hektar per tahun. Edy menjelaskan jumlah tersebut merupakan total lahan yang dikelola petani yang tergabung dalam KPTR Cinta Manis dan petani yang bekerjasama dengan PG Madukismo. Sedangkan jumlah total peani tebu di Bantul sekitar 1.500 . Bila total lahan dibagi dengan jumlah petani maka rata-rata tiap petani tebu di Bantul mengolah lahan tebu kurang dari 1 hektar per orang.

Dalam Rapat Anggota Tahunan tersebut Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul memberikan penghargaan kepada KPTR Cinta Manis. Kabid Koperasi Disperindagkop Bantul Ghozali Abdullah dalam sambutannya mengatakan KPTR Cinta Manis merupakan salah satu koperasi yang dinyatakan sehat. Ghozali menambahkan saat ini di Bantul terdapat 378 koperasi yang sudah berbadan hukum. (lia)

Perajin alumunium gerudug Dewan

Minta disejajarkan dengan Kasongan dan Manding

p1010237Kp Perajin aluminium di kabupaten Bantul menuntut perhatian lebih dari pemerintah kabupaten Bantul seperti perajin gerabah di Kasongan dan Perajin Kulit Manding. Kelompok Usaha Alumunium Jaya Mandiri menyampaikan pernyataan ini saat menggelar audiensi dengan Komisi C DPRD Bantul senin siang di kantor DPRD Bantul. Koordinator perajin Fatah Rosyid mengatakan keterbatasan sarana dan pelatihan menyebabkan produk aluminium dari kabupaten Bantul kalah bersaing dengan produk dari cina. Fatah mengaku perajin alumunium dari kabupaten Bantul juga belum dapat mengolah alumunium menjadi barang kerajinan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding peralatan dapur. Fatah menambahkan bantuan alat dan pelatihan proses finishing menjadi prioritas yang harus segera terpenuhi. Karena produk alumunium Bantul kalah dalam hal finishing.

Menanggapi pernyataan perajin alumunium Ketua Komisi C DPRD Bantul Uminto Giring Wibowo mengatakan selama ini perajin alumunium di Bantul terkesan menyembunyikan identitasnya. Sebab sebagian besar produk alumunium dari Bantul dipasarkan dengan label buatan Cina. Giring menilai langkah ini justru merugikan perajin dari segi pengenalan terhadap pasar. Kondisi ini juga menyebabkan produk kerajinan alumunium bantul belum dikenal. Sehingga sulit mensejajarkannya dengan produk gerabah kasongan dan kulit manding. Giring berharap perajin dapat merubah perilaku sehingga Komisi C DPRD Bantul siap mensejajarkan kerajinan alumunium dengan produk unggulan kerajinan bantul lainnya. Giring menambahkan perajin aluminium juga harus membetuk koperasi agar secara kelembagaan mendapat pengakuan pemerintah.

Dibagian lain Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Walkodri mengaku sudah memberikan bantuan peralatan dan pelatihan bagi perajin alumunium. Namun karena bantuan sifatnya berlanjut maka belum dapat memberikan seluruhnya. Walkodri juga berharap kepada perajin alumunium untuk bersabar karena Disperindagkop Bantul juga melayani kebutuhan perajin di sektor lainnya. (tok)

Pembekuan STKIP Catur Sakti diserahkan pada Disdik

Kp Pemerintah kabupaten Bantul menyerahkan sepenuhnya masalah pembekuan Sekolah Tinggi Keguran Ilmu Pendidikan (STKIP) Catur Sakti kepada Dinas Pendidikan kabupaten Bantul. Saat ditemui disela-sela menerima tamu di kantornya beberapa waktu lalu Idam enggan berkomentar. Idam mengaku tidak berhak mengeluarkan pernyataan berkaitan dengan masalah ini. Sebab Idam menilai pernyataan dari pihak yang tidak mengetahui permasalahan justru akan memperkeruh suasana. (tok)

Rusak akibat gempa

95% daerah irigasi berhasil diperbaiki

KP Dinas Sumber Daya Air (SDA) Bantul berhasil memperbaiki 95% saluran irigasi yang rusak akibat gempa. Sisanya sebanyak 5% akan menjadi agenda perbaikan tahun 2009. Kabid Operasi Pemeliharaan Dinas SDA Bantul Wagiyo mengatakan saat ini hanya tinggal dua daerah irigasi (DI) yang belum diperbaiki masing-masing DI Pendowo di Desa Guwosari Pajangan dan DI Sambeng di Dlingo. Wagiyo menjelaskan perbaikan daerah irigasi Pendowo hanya tinggal menunggu hasil lelang dengan pengembang. Sedangkan DI Sambeng hingga kini sudah disurvei kebutuhan pendanaannya. Namun karena jaraknya jauh dari pusat kota dan harus memotong bebatuan besar maka pengerjaannya belum dimulai. Anggaran yang disedakan Dinas SDA untuk perbaikan kedua darah irigasi tersebut senilai 650 juta rupiah untuk DI Pendowo dan 15 juta rupiah untuk DI Sambeng. Wagiyo menambahkan kedua DI tersebut meurpakan DI sekunder. Berdasar undang-undang sumber daya air nomor 7 tahun 2004, kewenangan Dinas SDA hanya berwenang menangani DI primer dan sekunder. Sedangkan kewenangan pengelolaan DI tersier dan kuarter menjadi tanggungjawab Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A). Saat ini di Bantul terdapat 113 DI primer dan sekunder yang dikelola Dinas SDA. (lia)

Tidak jadi menikahi, dilaporkan polisi

KP Akibat ingkar janji untuk menikahi, Kusdiyanto 21 tahun warga Tamantirto Kasihan dilaporkan kepada pihak yang berwajib oleh korban Seroja 17 tahun warga Canden Jetis. Dalam persidangan yang digelar PN Bantul Senin siang korban Seroja mengaku telah hamil akibat hubungan badan dengan terdakwa setelah mereka bertunangan. Korban menjelaskan pada Bulan September 2008 terdakwa mendatangi rumah korban dan berbincang-bincang dengan orang tua korban. Kedua pihak keluarga kemudian setuju supaya kedua anaknya bertunangan. Korban pun mendapatkan cincin kawin dari terdakwa. Setelah bertunangan korban dan terdakwa sempat melakukan hubungan badan hingga korban hamil. Kedua keluarga juga usdah menjadwalkan pernikahan pada 18 Oktober 2008. Namun saat hari pernikahan tiba, terdakwa tidak datang. Bahkan beberapa hari setelah hari pernikahan terdakwa justru meminta kembali cincin emas yang telah diberikan kepada korban. Karena tidak terima dengan perlakuan terdakwa, korban melaporkannya kepada pihak yang berwajib. (lia)

Rumah Wiji dibobol maling

Kp Peristiwa pencurian disertai pemberatan senin dinihari menimpa ny wiji 74 Tahun warga grujugan Bantul. Menurut keterangan korban peristiwa terjadi sekitar pukul 1 malam. Saat dirinya berada didalam kamr tiba-tiba masuk 2 orang tak dikenal yang langsung membekap mukanya dengan bantal. Karena korban melawan salah satu pelaku memukul kepala korban hingga terluka. Korban yang berhasil melepaskan bekapan kemudian berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan korban langsung berdatangan. Melihat kedatangan warga kedua pelaku langsung melarikan diri. Warga langsung mealporkan peristiwa ini ke polsek Bantul. Kapolsek Bantul AKP Sukadi mengaku akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pelaku. (tok)

Februari 24, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: