Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Tolak PHK, buruh datangi Disnakertrans

26 Februari 2009

p1010244KP 50 karyawan PT Surya Pelem Sewu mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Rabu pagi untuk menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak. 15 orang diantaranya staf yang sudah di-PHK dan sisanya sebanyak 35 orang adalah karyawan bagian gudang yang sudah dirumahkan selama 8 bulan. Permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan di tingkat perusahaan sehingga Rabu pagi diadakan diskusi tripartit di ruang pertemuan Disnakertrans antara perwakilan karyawan, perusahaan dan Disnakertrans. Haryadi, perwakilan karyawan dalam diskusi keberatan dengan PHK sepihak karena selama bekerja 50 karyawan tersebut belum pernah melakukan kesalahan fatal. Sedangkan Bagus, staf bagian manajemen yang mewakili perusahaan mengatakan bahwa perusahaan sedang merugi sehingga terpaksa memberhentikan sebagian karyawannya.

Sementara itu Kabid hubungan industri dan pengawasan tenaga kerja Disnakertrans Bantul Yuhana mengatakan pihaknya hanya sebagai mediasi perundingan tripartite. Bila selama 3 kali dalam 1 bulan mediasi belum memberikan hasil maka permasalahan akan dibawa ke pengadilan hubungan industri (PHI). Yuhana menambahkan selama tahun 2009 sudah terdapat 18 pengaduan yang diterima Disnakertrans Bantul, seluruhnya berhasil diselesaikan pada perundingan tripartite hingga pada pembayaran pesangon.

Di bagian lain Sekretaris Komisi B DPRD Bantul Jupriyanto mengatakan perundingan permasalahan tenaga kerja sebaiknya dihadiri perwakilan yang kompeten. Jupri menyayangkan perwakilan dari PT Surya Pelem Sewu tidak memiliki kewenangan besar untuk mengambil keputusan. Jupri mengusulkan setidaknya perusahaan diwakili oleh pihak yang berwenang mengambil keputusan misalnya pemilik perusahaan atau atasan di bidang manajemen yang mengetahui kekayaan perusahaan. Para wakil yang berunding harus membawa konsep yang benar supaya mudah dikomunikasikan. Jupri juga mengusulkan bagi Pemda untuk memberi penghargaan bagi perusahaan yang tidak melakukan PHK sebagai salah satu cara mengurangi besarnya gelombang PHK. (lia)

 

KPU terima tinta pemilu

KP Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul Selasa malam menerima 10 dus tinta ungu untuk pemilu 2009. Ketua KPU Bantul Budi Wiryawan mengatakan 9 dus diantaranya berisi 400 botol dan 1 dus berisi 357 botol sehingga keseluruhan tinta jumlahnya 3.957 botol. Sebelumnya KPU Bantul telah menerima segel pemilu sebanyak 5 dus yang berisi 122.601 segel dan 725.971 surat suara DPR RI yang dikemas dalam1.452 dus. Hingga kini seluruh surat suara belum disortir karena KPU masih menunggu instruksi dari KPU provinsi DIY. Namun KPU Bantul sudah mempersiapkan 4 gudang logistic yang sudah dikomunikasikan dengan pihak kepolisian. Budi menerangkan logistik KPU Bantul merupakan dokumen Negara sehingga akan mendapat penjagaan dari aparatur kepolisian Bantul. (lia)

 

40% desa terancam gagal cairkan ADD

Kp 40 persen desa di kabupaten Bantul terancam tidak dapat mencairkan Alokasi Dana Desa karena belum mengumpulkan peraturan desa tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Kepala Bagian Pemerintahan Desa Misbahul Munir mengaku masih memberikan waktu hingga pertengahan maret 2009 untuk mengumpulkan Perdes tentang APBDes. Bila sampai batas waktu masih terdapat desa yang belum mengumpulkan maka dipastikan tidak dapat mencairkan ADD. Sebab Perdes APBDes menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk dapat mencairkan ADD. Padahal tidak terdapatnya ADD yang besarnya antara 120 hingga 260 juta pertahun perdesa dapat mengganggu proses pembangunan desa bersangkutan. Munir menilai kesibukan pemerintah desa menjadi alasan utama lambatnya pengumpulan Perdes APBDes. Sebab penyusunannya relatif mudah dan sudah secara rutin dilakukan pemerintah desa.

Dibagian lain Lurah Desa Sriharjo Imogiri Edy Gunawan mengaku ADD memiliki peran penting dalam pembangunan desa. Edy memastikan kegiatan desa akan lumpuh bila tidak terdapat ADD. Walau demikian Edy mengaku cukup banyaknya kegiatan menyebabkan pemerintah desa Sriharjo Imogiri belum mengumpulkan Perdes APBDes sebagai syarat pencairan ADD. Namun Edy memastikan pemerintah desa Sriharjo imogiri sudah dapat mengumpulkan Perdes APBDes sebelum batas akhir yang ditetapkan pemerintah kabupaten Bantul pada pertengahan maret 2009. Edy menambahkan untuk desa dengan Pendapatan Asli yang relatif rendah seperti Sriharjo keberadaan ADD menjadi sangat penting.

Dibagian lain anggota Komisi A DPRD Bantul Agus Efendi menilai pemerintah kabupaten Bantul perlu memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) berkaitan dengan penyusunan APBDes. Sebab cukup banyak keluhan yang masuk ke Komisi A DPRD Bantul berkaitan dengan kesulitan penyusunan APBDes. Agus memaklumi bila masih terdapat kebijkana dari pemerintah kabupaten Bantul agar ADD dapat diserap oleh seluruh desa. seperti mundurnya batas waktu pengumpulan hingga maret 2009 dari jadwal satu bulan setelah pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun agus berharap kebijakan ini hanya bersifat kondisional. Agus berharap pada tahun anggaran selanjutnya seluruh tahapan dapat berjalan sesuai jadwal. Sehingga mekanisme penganggaran di desa lebih transparan dan akuntabel. (tok)

 

Naiknya retribusi obyek wisata

Komisi C desak peningkatan fasilitas

Kp Komisi C DPRD Bantul mendesak pengelola obyek wisata untuk meingkatkan pelayanan dan penambahan fasilitas menyusul naiknya retribusi masuk obyek wisata yang mencapai 100 persen. Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul Amir Syarifudin menilai peningkatan pelayanan dan penambahan fasilitas dapat menghilangakan kesan mahal dari pengunjung. Amir mengaku pada pertengahan tahun anggaran Komisi C DPRD Bantul akan mengevaluasi kenaikan retribusi masuk obyek wisata. Dengan peningkatan pelayanan dan penambahan fasilitas menjadi salah satu indikatornya. Berdasarkan hasil evaluasi Komisi C DPRD Bantul akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah kabupaten Bantul untuk mempertahankan atau  membatalkan kenaikan retribusi obyek wisata. Amir menambahkan peningkatan pelayanan dan penambahan fasilitas menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). (tok)

 

Tebas pohon melinjo, tewas

KP Budiyono 40 tahun warga Dusun Monggang Pendowoharjo Sewon  meninggal di tempat kejadian setelah pohon yang dipanjatnya rubuh. Siti Dolah pemilik rumah yang pagarnya tertimpa pohon menuturkan Budiyono adalah pekerja tebas pohon yang sedang menjalankan tugasnya. Rabu pagi Budiyono diminta oleh Sujilah untuk menebas pohon melinjo milik Ambari yang berada di depan rumah Siti Dolah. Pohon rubuh ke arah barat dan mengenai tembok pagar setinggi 1 meter. Budiyono tidak sempat menghindar dari pagar tersebut sehingga bagian belakang kepalanya terbentur pagar dan paha kirinya patah. (lia)

 

Ngintip mandi dituntut 6 bulan percobaan

KP Akibat mengintip tetangganya yang sedang mandi terdakwa Nur pelajar kelas 2 SMA dituntut hukuman percobaan 6 bulan dalam masam percobaan 1 tahun dalam persidangan yang digelar PN Bantul Rabu siang. Nur warga Bulus Kulon Sumberagung Jetis pada 25 September 2008 sedang mencari cacing pakan lobster di dekat kmr mandi milik tetangganya. Saat itu Nur tidak mengetahui bahwa Seroja sedang mandi di dalamnya. Karena melihat seseorang di luar kamar mandi Seroja pun berteriak memanggil ibunya  kemudian lari ke dalam rumah. Untuk menghilangkan jejak pelaku lari kedalam rumah untuk berganti baju. Namun kakak kandung korban yang melihat peristiwa itu langsung memukul pelaku. tidak terima dengan perlakuan kakak kandung korban, keluarga pelaku melaporkan pemukulan tersebut ke pihak berwajib. Keluarga korban yang tak mau kalah balik melaporkan perbuatan pelaku kepada pihak berwajib. (lia)

 

Tidak mampu biayai persalinan istri, nekat curi motor

KP Karena tidak mampu membiayai persalinan istrinya Muji 38 tahun warga Payak Cilik Srimulyo Piyungan mencuri sepeda motor saudaranya. Akibat perbuatan tersebut Muji dijatuhi hukuman 7 bulan penjara dari tuntutan 10 bulan penjara dalam persidangan yang digelar PN Bantul Rabu pagi. Pada 11 September 2008 sekitar pukul 8 malam terdakwa mencuri satu unit sepeda motor Honda Supra 2002 nomor polisi AB 4051 KP milik Ernawa Indarto warga Puton RT 2 Trimulyo Jetis yang masih saudaranya Total kerugian yang diderita korban mencapai 9,8 juta rupiah. Majelis hakim hanya menjatuhi hukuman 7 bulan penjara karena motif pencurian dan pelaku yang masih memiliki hubungan kerabat dengan korban. (lia)

Februari 26, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: