Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Kopertis perlu beri kepastian

3 Maret 2009

Kp Pemerintah kabupaten Bantul mendesak kopertis untuk segera memberikan kepastian berkaitan dengan pernyataan ilegal terhadap ijazah yang dikeluarkan Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Catur Sakti. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul Maman Permana menilai tidak segera keluarnya kepastian dari Kopertis justru menimbulkan keresahan di kalangan guru. Maman khawatir kondisi ini akan menimbulkan dampak negatif terhadap kinerja guru. Pada skala yang lebih luas kondisi ini dapat mengganggu persiapan Ujian Akhir Nasional (Unas)  Maman mengaku belum tidak akan mengambil langkah lebih lanjut sebelum terdapatnya kepastian dari Kopertis.

Sementara itu Asek 1 Pemkab Bantul sekaligus salah satu pengurus STKIP Catur Sakti Sukardiyono mengaku pihaknya sudah mengajukan perpanjangan ijin sejak mei 2007 jauhhari sebelum berakhirnya ijin pada agustus 2007. Sehingga sukardiyono mengaku heran bila tiba-tiba Kopertis menyatakan ijazah yang dikeluarkan STKIP Catur Sakti ilegal. Sukardiyono mengaku sudah menanyakan kepastian status STKIP Catur Sakti jauhhari sebelum munculnya permasalahan. (tok)

 

Pengelolaan parkir belum dioptimalkan

Kp Pemerintah kabupaten Bantul belum mengelola parkir secara optimal. Akibatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir sangat kecil. Untuk itu Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul Amir Syarifudin mendesak pemerintah kabupaten Bantul agar lebih optimal dalam mengelola parkir. Amir menilai retribusi parkir dapat menjadi alternatif peningkatan PAD kabupaten Bantul. karena kabupaten Bantul memiliki potensi besar dalam pengelolaan parkir. Untuk mengoptimalkan PAD dari pengelolaan parkir pemerintah kabupaten Bantul segera mengeluarkan Peraturan Daerah tentang pengelolaan parkir baru karena Peraturan Daerah yang lama sudah tidak relevan. Amir menambahkan berkaitan dengan pengelolaan sebaiknya pemerintah kabupaten Bantul menyerahkan kepada pihak lain. Sehingga pemerintah kabupaten Bantul hanya menerima setoran rutin.

Dibagian lain Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bantul Abudzarin Noorhadi mengaku retribusi parkir setiap tahunnya masih dibawah 50 juta rupiah. Abu memperkirakan terdapatnya sekitar 20 persen lokasi parkir yang belum memiliki ijin menjadi alasan kecilnya retribusi. Berdasarkan data pada tahun 2008 retribusi dari parkir jalan dan tempat khusus hanya mencapai 20 juta rupiah. Pada tahun 2009 BPKAD mentargetkan pendapatan 35 juta rupiah dari retribusi parkir jalan dan tempat khusus. Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Bantul Mardi Ahmad mengaku sudah menyusun peraturan daerah baru tentang retribusi parkir. Mardi memperkirakan sekitar April Raperda sudah masuk ke DPRD Bantul. (tok)

 

Kepala Dukuh perlu tambahan modal kerja

Kp Kepala Dusun di kabupaten Bantul membutuhkan peningkatan kapasitas untuk dapat menjalankan tugas dengan baik. Kepala Paguyuban Dukuh (Pandu) Sulistyo menyampaikan pernyataan ini menyusul minimnya alokasi APBD untuk peningkatan kapasitas kepala dukuh. Sulis mengaku telah mengusulkan alokasi dana untuk peningkatan kapasitas dukuh mencapai 380 juta rupiah untuk tahun 2009. Sulis berharap dengan peningkatan kapasitas maka setiap kepala dusun dapat menyelesaikan setiap permasalahan secara normatif. Selain meningkatkan kemampuan kepala dusun dalam memberikan masukan berkaitan dengan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Sementara itu anggota Komisi A DPRD Bantul Agus Efendi mengatakan dalam APBD tahun 2009 hanya terdapat alokasi dana 50 juta rupiah untuk peningkatan kapasitas 100 pamong desa. Agus menilai angka ini belum sebanding dengan jumlah perangkat desa di Bantul. Agus berharap terdapat usulan penambahan alokasi anggaran untuk peningkatan kapasitas perangkat desa melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Agus menambahkan peningkatan kapasitas perangkat desa juga perlu melakukan studi banding ke daerah lain untuk meningkatkan kapasitasnya. (tok)

 

BPKAD beli 10 motor baru

Kp Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kabupaten Bantul membeli 10 unit motor baru untuk operasional pengamanan kabupaten Bantul. Kepala BPKAD Bantul Abudzarin Noorhadi mengatakan pembelian dengan harga mencapai 250 juta rupiah ini akan diserahkan kepada jajaran Polres Bantul 14 Maret 2009 mendatang. Abu berharap dengan dukungan 10 unit sepeda motor baru ini akan semakin meningkatkan keamanan di kabupaten Bantul. (tok)

 

Diawali dengan jalan sehat caleg

KPU sosialisasikan jadwal kampanye terbuka

KP Senin siang KPU Bantul mensosialisasikan jadwal kampanye terbuka kepada partai politik yang akan dimulai dengan kampanye damai 16 Maret 2009. Ketua KPU Bantul Budi Wiryawan mengatakan pihaknya mengundang ketua dan sekretaris parpol dalam sosialisasi tersebut. Budi menjelaskan jadwal kampanye di Bantul dibagi menjadi zona utara dan selatan. Zona utara meliputi kecamatan Pajangan, Sedayu, Kasihan, Banguntapan, pleret, sewon, Piyungan dan Dlingo. Sedangkan zona selatan meliputi Kecamatan Bantul, Bambanglipuro, Imogiri, Kretek, Sanden, Pandak, Srandakan, Pundong dan Jetis. Budi menambahkan jadwal kampanye terbuka sudah dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten Bantul dan KPU lain di Provinsi DIY. Budi mencontohkan partai A pada tanggal 17 Maret mendapatkan jadwal di zona utara Kabupatn Bantul maka di kota akan mendapatkan jadwal di zona elatan untuk mempermudah koordinasi partai. Budi menambahkan kampanye terbuka akan dibuka dengan kampanye damai pada 16 maret 2009. Kampanye damai diwujudkan dalam jalan sehat semua caleg dengan rute dari lapangan Paseban menuju Lapangan Trirenggo.

Sementara itu Kasat Intel Polres Bantul AKP Suwanto mengaku akan mengerahkan 2/3 personelnya untuk membantu pelaksanaan kampanye terbuka. Suwanto menjelaskan pihaknya akan mengalihkan jalur kampanye bila berpotensi terjadi bentrokan antar partai. Kampanye terbuka akan dimulai pukul 8 pagi hingga pukul 6 sore. Bila terjadi pelanggaran intel akan koordinasi dengan Panwas Kabupaten Bantul. Suwanto menambahkan pihaknya akan melakukan gelar operasional pada 13 Maret bersama dengan petugas keamanan di sector lain. (lia)

 

KPU harus rekap ulang DPT

KP KPU Pusat mewajibkan KPU Daerah untuk kembali melakukan rekapitulasi daftar pemilih tetap (DPT). Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Bantul Nurhuri Mustofa mengatakan perubahan data masih akan berlangsung hingga tanggal 5 Maret 2009. Nurhuri menjelaskan KPU Bantul harus segera merekap DPT sampai tanggal 5 Maret 2009 dan melaporkannya kepada KPU Pusat paling lambat tanggal 6 Maret 2009. Batas tersebut merupakan deadline nasional untuk seluruh KUPD di Indonesia. Nurhuri menghimbau para pemilih tidak khawatir kehilangan hak pilihnya karena KPU Bantul memiliki cadangan surat suara sebanyak 2% dari DPT sementara yang akan digunakan untuk menutup kekurangan surat suara bila terjadi penambahan jumlah. Selain itu Nurhuri menambahkan KPU Bantul kembali menerima tambahan logistik berupa karet, plastik dan bolpoin Minggu malam. Kelengkapan yang belum diterima berupa formulir berita acara yang baru akan diterima Sabtu 7 Maret 2009. (lia)

 

Dinas PU pangkas pohon sepanjang jalan protokol

pohonKP Unit Persampahan dan Kebersihan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bantul Senin pagi memangkas ranting-ranting pohon di sepanjang jalan protokol. Staf Unit Persampahan dan Kebersihan Dinas PU Sugiyanto mengaku telah melakukan pemangkasan sejak Minggu 1 Maret 2009. Pemangkasan akan terus berlangsung sampai selesai dari perempatan Klodran hingga Perempatan Gose yang jaraknya mencapai 1,5 kilo meter. Sugiyanto menjelaskan pemangkasan pohon bertujuan untuk merapikan pohon-pohon yang sudah mengganggu pengendara jalan karena rantingnya menjulur ke bawah. Namun tindakan ini belum akan dilanjutkan hingga pada penebangan pohon karena pohon-pohon pengganti masih kecil. Pohon-pohon yang dipangkas adalah pohon angsana dan mahoni yang telah ditanam sejak tahun 1994 bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul. Sugiaynto menambahkan sejak tahun 1994 hingga kini pohon di sepanjang jalan protokol baru dipangkas 5 kali.

Sementara itu Sumar warga Kresen memanfaatkan daun-daun hasil pemangkasan sebagai pakan ternak. Sumar mendapatkan informasi dari temannya sesama pencari pakan yang sering melintas di sepanjang jalan protokol. Sumar mengaku senang mendapatkan pakan secara gratis dari pemangkasan pohon tersebut karena biasanya dia harus membayar pada petani bila mencari pakan di sawah. Harga rumput di sawah mencapai 17 ribu rupiah per karung. Sumar memanfaatkan pakan untuk kambingnya sebanyak 5 ekor yang diperoleh dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (KPP) Bantul dalam program pemberdayaan tukang becak. (lia)

 

Nenek terlantar ditemukan meninggal

KP Agung Farida Hayati 64 tahun seorang nenek gelandangan ditemukan meninggal di rumah Asnuri di Dusun Kadek Wijirejo Pandak Senin pagi.  Asnuri mengatakan korban datang ke rumahnya 4 bulan yang lalu tanpa diantar keluarganya. Karena kasihan, Asnuri kemudian merawat korban yang sudah renta tersebut. Setelah 3 bulan berlalu korban mulai sakit-sakitan dan harus disuapi setiap hari. Senin sekitar pukul 6 pagi Nano, karyawan Asnuri menemukan korban sudah meninggal dunia saat akan memberinya minum. Asnuri kemudian menghubungi kemenakan korban yang nomor kontaknya diperoleh dari korban. Namun pihak keluarga korban justru menyerahkan seluruh acara pemakaman kepada Asnuri. (lia)

Maret 3, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: