Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Warga Jambidan akan laporkan PLN

4 Maret 2009

Kp Warga Jambidan Banguntapan Bantul akan melaporkan PLN Persero Semaramg ke Polisi bila dalam waktu 2 minggu belum dapat menyelesaikan pembayaran ganti rugi dalam proyek pembangunan Saluran Utama Tegangan Tinggi (SUTT). Mashudi selaku koordinator warga menyampaikan pernyataan ini dalam pertemuan dengan Perwakilan PLN Persero Semarang yang difasilitasi DPRD Bantul di ruang rapat Paripurna selasa siang. Warga Jambidan menilai PLN Persero Semarang sudah melanggar Undang-Undang No 15 tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan. Karena sudah memulai pekerjaan sebelum terdapat kesepakatan ganti rugi dengan warga. Padahal pasal 12 ayat 3 Undang-Undang Ketengalistrikan mengatur PLN baru dapat memulai pekerjaan setelah terdapat kesepakatan gantirugi dengan warga. Mashudi mengatakan pelanggaran Undang-Undang ketenagalistrikan diancam pidana penjara selama 1 tahun,denda minimal 10 juta rupiah dan dicabut ijin operasionalnya. Keputusan warga untuk melaporkan PLN Persero Semarang berawal dari kembali tidak tercapainya kesepakatan gantirugi. PLN Persero Semarang hanya akan memberikan ganti rugi 10 persen dari masing-masing Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). Padahal warga menuntut genti rugi 100 persen dari (NJOP) tertinggi. Serta ganti rugi bangunan sebesar 10 juta untuk bangunan permanen,5 juta rupiah untuk rumah semi permanen dan 2 juta rupiah untuk rumah sementara. Warga juga mengajukan ganti rugi antara 500 ribu hingga 1 juta rupiah untuk tumbuhan. Warga juga mengaku kecewa karena dalam beberapa kali pertemuan pimpinan PLN Persero Semarang tidak dapat hadir. Mashudi menambahkan tuntutan yang sama pernah diajukan warga Selomartani dan Wedomartani Sleman dan disanggupi bahkan sudah dibayarkan.

Menanggapi pernyataan warga Ketua Tim Pembebasan tanah dan ROW PLN Persero Semarang Haryono Tejo Cahyono mengaku hingga saat ini belum membayarkan uang gantirugi untuk warga Selomartani dan Wedomartani Sleman karena belum mendapat persetujuan dari managemen. Haryono mengatakan ganti rugi sebesar 10 persen dari masing-masing NJOP sudah sesuai dengan Undang-Undang. Haryono menjelaskan gantirugi dalam proyek SUTT bersifat kompensasi yang berarti tanah tidak menjadi milik PLN sehingga warga masih daapat memanfaatkannya. Haryono menilai bila PLN Persero Semarang mulai melakukan perkejaan sebelum terdapat kesepakatan ganti rugi dengan warga semata-mata hanya bertujuan untuk mempercepat proses ketersediaan energi listrik yang sangat dibutuhkan warga masyarakat. Hingga pertemuan berakhir pihak PLN belum dapat memberikan keputusan besarnya gantirugi.

Wakil Ketua DPRD Bantul Slamet Abdulah yang selaku fasilitator berharap segara terdapat kesepakatan gantirugi mengingat proyek SUTT di Jambidan Bangunatapan sudah berjalan sejak tahun 2001. Slamet berharap warga dan PLN Persero semarang kembali menggelar pertemuan paling lambat pertengahan maret 2009. Slamet berharap dalam pertemuan yang akan datang pimpinan PLN Persero Semarang dapat hadir sehingga segera terdapat kesepakatan gantirugi dengan warga. (tok)

 

60% persediaan bibit bawang merah busuk

brambangKP 60 persen persediaan bibit bawang merah tiron di Gudang Benih  Soge Sanden, Srigading, Sanden busuk. Pengelola gudang Sarbini mengatakan persediaan awal bibit bawang merah di gudang mencapai 60 ton namun karena sebagian besar busuk kini jumlahnya kurang dari 20 ton. Sarbini memperkirakan tingginya curah hujan pada Bulan Desember dan Januari menyebabkan pembusukan. Padahal Sarbini mengaku telah melakukan seleksi sebelum masuk gudang untuk mendapatkan bibit dengan kualitas terbaik. Berkurangnya persediaan bibit di gudang milik Pemerintah Kabupaten Bantul tersebut tidak membuat Sarbini panik karena sebagian petani bawang merah sudah dapat memenuhi kebutuhan bibit secara swadaya. Sarbini menambahkan persediaan bibit di gudang hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan bibit bila petani kekurangan. Cakupan penyebaran bibit dari gudang bibit bawang merah hanya meliputi Kecamatan Sanden dan Kretek dengan luas area mencapai 52 hektar. Sarbini mengaku kebutuhan bibit untuk masa tanam Februari-Maret 2009 sudah terpenuhi dan tidak perlu mendatangkan bibit dari luar daerah. Harga bibit bawang merah tiron saat ini mencapai 15.500 rupiah per kilogram.

Di sisi lain Sarbini juga tidak mengkhawatirkan kebutuhan pupuk untuk musim tanam kali ini. Sarbini mengaku kebutuhan pupuk  petani sudah terdaftar dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) melalui koperasi kelompok tani. Pupuk yang digunakan pada musim tanam kali ini hanyalah pupuk non organik diantaranya pospor, urea dan KCL. Petani tidak menggunakan pupuk kandang pada musim hujan karena dapat mempercepat pertumbuhan jamur. (lia)

 

30% bantuan ternak untuk tukang becak gagal

KP Sekitar 30% bantuan ternak kambing bligon untuk tukang becak dan keluarga miskin oleh Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (KPP) Bantul dinilai gagal. Kepala Bidang Pengembangan Dinas KPP Bantul Agus Rahmat Susanto mengatakan kegagalan disebabkan karena permasalahan ekonomi sehingga kambing bantuan justru dijual. Dinas KPP Bantul tidak memberikan sanksi apapun terhadap penjualan kambing tersebut karena bantuan sepenuhnya telah diserahkan kepada kelompok ternak. Kelompok ternak berhak memberikan sanksi kepada anggotanya yang menjual kambing bantuan. Agus menambahkan sejak tahun 2007 pihaknya menerima 339 proposal permohonan bantuan kambing dan hingga 2008 baru terealisasi 85 proposal. Masing-masing proposal diajukan oleh kelompok ternak yang terdiri dari pengemudi becak dan keluarag miskin. Masing-masing kepala keluarga mendapatkan 5 ekor kambing dari kelompok ternaknya. bantuan berupa uang tunai senilai 2,5 juta rupiah untuk masing-masing anggota kelompok ternak yang mengajukan. Tahun 2007 sebanyak 753 tukang becak mendapatkan bantuan kambing dan tahun 2008 1.660 keluarga miskin mendapatkan bantuan kambing. Agus menambahkan untuk tahun 2009 belum terdapat anggaran yang dialokasikan untuk permohonan bantuan kambing tersebut. Agus menambahkan sekitar 70% kelompok ternak dinilai sudah berhasil menjalankan program pemberdayaan ini. Sebagian dari mereka berhasil menjual keturunan kambing yang kemudian menjadi penghasilan kelompok ternak.

Sementara itu Sekretaris Komisi B DPRD Bantul Jupriyanto menilai program pemberdayaan tukang becak dengan pemberian kambing kurang persiapan. Jupri menjelaskan tidak semua tukang becak dan keluarga miskin mengetahui budidaya kambing. Namun demikian Jupri menyarankan Dinas KPP terus mendampingi kelompok ternak yang masih menjalankan program pemberdayaan.

Di bagian lain Sumar salah satu tukang becak penerima bantuan mengaku tertarik untuk menjual 5 ekor kambing bantuan yang diperoleh tahun 2007. Sumar mengaku kesulitan membiayai beban hidup keluarganya dan berkeinginan untuk menjual kambing-kambing tersebut. Namun karena penawaran harga yang diajukan pembeli kambing sangat rendah, Sumar mengurungkan niatnya dan memelihara kambing-kambing bantuan hingga kini. Kambing yang umurnya masih sangat muda tersebut hanya laku dijual 1,2 juta rupiah untuk 5 ekor sekaligus. (lia)

 

Maling bawa kabur 4 telepon genggam

KP Maling telepon genggam kembali beraksi di wilayah Kabupaten Bantul. Selasa dini hari maling berhasil membawa kabur 4 buah telepon genggam dari rumah Agung 30 tahun warga Cetan Srigading Sanden. Maling memasuki rumah korban melalui jendela ruang tamu dan mengobrak abrik ruangan tersebut. Satu buah telepon genggam dari ruang tamu berhasil dibawa kabur korban bersama 2 buah telepon genggam di ruang tengah dan 1 buah di kamar tidur. Akibatnya korban merugi jutaan rupiah. Hingga kini maling masih menjadi buron aparat kepolisian setempat. (lia)

 

Tiga kali curi tabung gas untuk jajan

Kp Putusan pidana penjara yang dijatuhkan MH PN Bantul Selasa siang untuk sementara menghentikan aksi Triharyanto 17 tahun warga bongos 2 rt 01 gadingsari sanden sebagai spesialis pencuri tabung gas LPG. Berdasarkan catatan kepolisian dalam kurun waktu 2 bulan terdakwa sudah melakukan 3 aksi pencurian tabung gas LPG masing-masing 4 tabung gas 3 kilogram sekitar november 2008  dan 1 tabung gas 12 kilogram 28 Desember 2008 di rumah widodo tetangganya. Serta 1 tabung gas 3 kilogram di sebuah warung soto wilayah pucanganom sanden. Seluruh tabung curian dijual dan uangnya digunakan untuk jajan. (tok)

Maret 4, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: