Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Idham: UNAS kali ini berat

10 Maret 2009

Kp Bupati Bantul Idam Samawi mengakui untuk mempertahankan prestasi sebagai peraih nilai Ujian Nasional tertinggi memang cukup berat. Namun Idam menjadi lebih optimis setelah melihat kesungguhan stake holder dunia pendidikan di Bantul dalam mengupayakannya. Idam menyampaikan pernyataan ini seusai memberikan sambutan dalam pertemuan kepala SMA dan SMK di Bantul menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional sabtu siang di Gedung Induk Komplek Parasamya. Idam mengaku kaget setelah mengetahui untuk menghadapi ujian nasional setiap sekolah diwajibkan menggelar minimal 10 kali tryout dan 3 kali pertemuan dengan wali murid. Idam menilai upaya ini menunjukan kesungguhan untuk mempertahankan prestasi. Idam menambahkan sebagai insan beriman setelah menempuh berbagai upaya saat ini tinggal berdoa untuk memohon ridlo allah swt.

Berkaitan dengan pelaksanaan Ujian Nasional yang hampir bersamaan dengan pemungutan suara Idam berharap keduanya dapat berjalan sukses. Idam menilai baik Pemilu maupun Ujian Nasional merupakan agenda nasional yang harus berjalan sukses. Idam optimis warga Bantul dapat menyikapi dengan bijaksana sehingga keduanya tidak saling mengganggu. (tok)

 

Pelajar tawuran dilarang ikuti Pekan Olahraga

KP Kantor Pemuda dan Olahraga (PORA) Kabupaten Bantul akan memberikan sanksi tegas bagi pelajar yang mengikuti Pekan Olah Raga Pelajar namun tidak berlaku sopan baik di dalam maupun di luar forum tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kasubag Tata Usaha Kantor PORA Sumarjono dalam technical meeting Pekan Olah Raga Pelajar 2009 di Pendopo Parasamya Sabtu pagi. Sumarjono mencontohkan pelajar yang melakukan tawuran tidak diperbolehkan mengikuti Pekan Olah Raga Pelajar dan semua kegiatan di lingkup Dinas Pendidikan Bantul selama satu tahun. Sekolah dari pelajar yang bersangkutan juga tidak dapat mengirimkan atlet lainnya selama satu tahun setelah kejadian. Sumarjono menambahkan sanksi tersebut pernah diberikan kepada sebuah sekolah swasta yang dalam pertandingan cabang olah raga sepakbola melakukan tindakan tidak terpuji dalam pecan pelajar 2008. Sanksinya sekolah yang bersangkutan tidak diperbolehkan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar tahun 2009. Sumarjono berharap sanksi tersebut menjadi pembelajaran bagi pelajar dan sekolahnya. Melalui sanksi tersebut Sumarjono menilai pelajar maupun sekolah akan belajar banyak karena ketidak ikut sertaan dalam Pekan Olah Raga Pelajar juga menghambat perolehan piagam bagi siswa dan sekolah dari prestasi olah raga.

Sementara itu Panitia Pelaksana Technical Meeting Mujiono Dwi Pujanto menyampaikan persiapan yang diperlukan para pelajar menghadapi Pekan Olah Raga Pelajar tingkat Kabupaten tanggal 11 hingga 21 Maret 2009. Peserta harus terdaftar melalui sekolah masing-masing sebelum penyelenggaraan Pekan Olah Raga Pelajar. Kantor Pora tidak membatasi usia peserta dan kuota peserta pada setiap cabang. Mereka hanya akan diseleksi melalui Pekan Olah Raga Pelajar tingkat Kabupaten untuk meakili Bantul di tingkat provinsi. Pekan Olah Raga Pelajar akan memperlombakan 11 cabang olahraga diantaranya sepak bola, bola voli, bola basket, tennis meja, tennis lapangan, bulu tangkis, sepak takraw, atletik, senam prestasi, senam ceria dan pencak silat. Siswa dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga SMA dapat mengikuti perlombaan tersebut. Sedangkan di tingkat provinsi Pekan Olah Raga Pelajar akan diselenggarakan tanggal 23 hingga 28 Maret 2009. Peserta yang mewakili Bantul dibatasi berusia maksimal 18 tahun dan maksimal masih duduk di Kelas 2 SMA. Namun ada beberapa cabang terbuka yang dapat diikuti peserta yang usianya melebihi 18 tahun diantaranya pencak silat, taek wondo dan gulat. (lia)

 

KPU akan publikasikan caleg berijazah Catur Sakti

KP KPU Bantul akan mempublikasikan calon legislative (caleg) yang memiliki ijazah S1 dari STKIP Catur Sakti. Divisi Hukum KPU Bantul Florentia Switi Andari mengatakan dengan publikasi tersebut masyarakat dapat menilai sendiri integritas caleg bersangkutan. Switi menilai publikasi sudah cukup memberikan pengaruh yang besar terhadap integritas caleg sehingga pihaknya tidak akan memberikan sanksi yang lain. Switi menambahkan ijazah S1 bukanlah syarat mutlak bagi caleg untuk mengikuti pemilu. Caleg hanya diwajibkan minimal berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Hingga saat ini KPU belum memeriksa kembali berkas-berkas ijazah para caleg sehingga belum dapat memastikan adanya caleg berijazah Catur Sakti. (lia)

 

Untuk memenuhi jumlah jam mengajar

Team teaching tak lagi diperhitungkan

KP Team teaching atau mengajar secara kelompok sudah tidak diperhitungkan lagi dalam pemenuhan jam mengajar bagi guru yang mengajukan sertifikasi. Sebelumnya masing-masing guru yang tergabung dalam suatu team teaching memperoleh hitungan jam mengajar sebagai tambahan jumlah jam mengajar selama satu minggu. Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Bantul Syaibani mengatakan persyaratan ini berlaku bagi guru yang akan mengajukan sertifikasi. Sedangkan guru yang telah bersertifikat tetap dianggap sah perolehannya meski perhitungan jam mengajar termasuk dari team teaching. Di sisi lain Syaibani menyadari kesulitan baru yang akan dihadapi guru Sekolah Menengah Kejuruan yang terbiasa mengajar secara team teaching. Syaibani menambahkan tahun 2009 Pemerintah Kabupaten Bantul menyediakan kuota 2.060 bagi guru yang akan mengajukan sertifikasi. Pemkab mengutamakan guru yang sudah berusia lebih dari 50 tahun dan aktif mengajar selama 2 tahun terakhir.

Menanggapi pernyataan mengenai team teaching Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Umum Masharun menilai persyaratan tersebut tidak berlebihan. Selama ini guru sudah diberi kemudahan untuk memperoleh sertifikat seperti pembuatan portofolio. Dari kemudahan tersebut guru-guru cepat memperoleh sertifikat namun hingga kini Masharun menilai hasilnya belum tampak. Masharun menambahkan saat ini Kabupaten Bantul kelebihan guru terutama guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Untuk itu Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta dalam program pemetaan guru. Masharun menambahkan segala perubahan kebijakan yang disampaikan Dinas Pendidikan Menengah dan Umum sudah disamakan dengan Dinas Pendidikan Dasar. (lia)

 

Senam masal ibu hamil akan dijadikan tradisi

senam-bumilKP Panitia kegiatan Gebyar Budaya Tradisi Ibu Hamil kembali menyelenggarakan gebyar budaya tradisi bumil dan senam masal bumil di Gedung Olah Raga Desa Pleret Minggu pagi. Sekretaris Panitia Ryan Budi Nuryanto yang ditemui di sela-sela acara mengatakan penyelenggaraan gebyar tradisi bumil difokuskan pada kegiatan senam masal bumil. Salah satu tujuan penyelenggaraan acara meliputi penekanan terhadap angka kematian ibu hamil beresiko tinggi yang meningkat pada tahun 2008. Senam masal menjadi bagian penting untuk mencegah terjadinya pendarahan dan membantu kelancaran ketika melahirkan. Kelahiran yang lancar akan mendukung keselamatan ibu dan bayinya. Ryan menambahkan selama ini senam ibu hamil sudah dikenal masyarakat luas namun masih identik dengan biaya mahal. Panitia sengaja menjadikan senam masal ibu hamil secara gratis sebagai tradisi untuk mengatasi permasalahan biaya. Peserta senam masal kali ini mencapai 700 bumil dari seluruh Kabupaten Bantul. Peserta selain mengikuti senam masal juga memperoleh fasilitas cek kesehatan gratis, penyuluhan kehamilan, bazaar pakaian ibu hamil, perlengkapan bayi dan voucher USG gratis. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Camat Pleret dan Lurah Desa Pleret. Acara ini didukung oleh RSD Panembahan Senopati Bantul, PKU Muhammadiyah Bantul, RS Husada Pleret dan rumah sakit lain di Bantul yang mengirimkan tim kesehatannya. (lia)

 

Musim tanam bawang merah serap 1.600 tenaker

KP Musim tanam bawang merah Februari hingga Maret 2009 menjadi daya tarik tersendiri bagi tenaga kerja muda. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Kabupaten Bantul Edy Suharyanto mengatakan tenaga kerja muda berasal dari kecamatan Sanden, Kretek dan Srandakan sebagai sentra penanaman bawang merah. Namun saat ini tenaga kerja dari Kecamatan Pandak dan Bambanglipuro yang bukan merupakan wilayah sentra penanaman bawang merah juga terserap. Edy menambahkan musim tanam kali ini meliputi 800 hektar lahan di Kecamatan Sanden, Kretek dan Srandakan. Tenaga kerja yang diserap mencapai 1.600 orang. Rata-rata mereka mendapatkan upah 35.000 rupiah per hari. Bila persiapan tanam seperti pembuatan bedengan mencapai 30 hari maka setiap tenaker mendapatkan upah hingga 3,5 juta rupiah per orang dalam satu bulan. (lia)

 

 

Maret 10, 2009 - Posted by | Info Harian |

2 Komentar »

  1. PAK AKI DI SRANDAKAN SEKARANG TINGGI??

    Komentar oleh SARI | Mei 23, 2009 | Balas

    • terima kasih atas infonya, nanti bisa dikonfirmasikan datanya^^

      Komentar oleh infobantul | Mei 24, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: