Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Polres Bantul gelar simulasi pengamanan pemilu

13 Maret 2009

 

KP Sekelompok perusuh menuntut dibubarkannya pemilihan umum dalam simulasi pengamanan pemilu yang digelar Polres Bantul di Lapangan Paseban Kamis pagi. Kerusuhan berawal ketika kampanye suatu partai politik berlangsung ricuh. Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk menjarah sebuah mobil kijang dan menewaskan seorang penumpangnya. Setelah keadaan mereda, petugas kepolisian mendapatkan laporan dari warga tentang terdapatnya rapat gelap suatu parpol. Petugas segera mendatangi lokasi dan membubarkannya supaya tidak mengganggu jalannya pemilu yang sedang berlangsung. Di lokasi lain ketika warga sedang memberikan hak pilihnya di suatu Tempat Pemungutan Suara (TPS) sekelompok perusuh datang dan berorasi menuntut pembubaran pemilu. Mereka menilai pemilu hanyalah pemborosan. Petugas kepolisian mencoba untuk berdialog dengan mereka namun tidak tercapai kesepakatan. Masa justru semakin banyak dan melemparkan air dalam plastik ke arah petugas sebagai simbol pelemparan benda keras. Polsek setempat menerjunkan lebih banyak personil dan meluncurkan tembakan gas air mata sebagai peringatan. Petugas akhirnya berhasil membubarkan perusuh dan mengamankan sebagian perusuh. Dalam simulasi tersebut seorang perusuh terluka tangannya saat terjatuh menghindari halauan petugas. Demikian gambaran simulasi pengamanan pemilu yang digelar Polres Bantul.

Wakapolres Bantul Widiatmoko yang ditemui seusai simulasi mengatakan simulasi bertujuan mempersiapkan personil menghadapi kerusuhan yang dapat terjadi sejak kampanye terbuka berlangsung. Latihan pengamanan pemilu juga merupakan agendatugas dari Polda. Sekitar 1.000 personil akan dikerahkan dalam pengamanan pemilu mulai Senin 16 Maret. Widiatmoko menambahkan berdasar pengalaman pemilu sebelumnya daerah rawan kerusuhan terjadi di Kecamatan Pleret dan Pajangan. Widiatmoko menambahkan polisi melarang konvoi dengan kendaraan terutama dengan knalpot diblombong sehingga meninbulkan suara sangat keras. (lia)

 

KPU terima seluruh surat suara

KP KPU Bantul sudah menerima seluruh surat suara baik untuk pemilihan DPR, DPD, DPRD I dan DPRD II untuk pemilu 2009. Divisi Pelaksana Teknis Pemilu KPU Bantul Nurhuri Mustofa mengatakan jumlah total surat suara mencapai 3 juta lembar. Jumlah tersebut sudah termasuk cadangan sebanyak 2% dari jumlah daftar pemilih tetap. Nurhuri menambahkan 5.000 lembar surat suara untuk pemilu ulang juga telah diterima KPU Bantul. Surat suara tersebut mendapat tanda yang berbeda karena hanya dipakai saat pemilu ulang. Formulir-formulir pendukung pemilu lain yang telah diterima KPU Bantul meliputi undangan bagi pemilih, form untuk pemilih dari luar daerah dan form bagi pemilih Bantul yang memilih di luar daerah. Sedangkan kekurangan kotak dan bilik suara dipinjamkan dari daerah lain. Nurhuri menjelaskan kekurangan kotak suara sebanyak 162 buah dipenuhi dari pinjaman Kabupaten Sleman yang surplus kotak suara dan kekurangan bilik suara dipenuhi dari pinjaman Kotamadya Yogyakarta. Nurhuri menambahkan saat ini KPU sedang mencari alternative tempat yang baru untuk pelipatan surat suara. KPU sudah mempersiapkan 100 tambahan tenaga pelipat untuk melipat surat suara. (lia)

 

Panwaslu kembalikan berkas ke Gakumdu

Kp Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bantul kamis siang mengembalikan berkas laporan indikasi kampanye dalam Sarasehan Pembangunan ke sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). Anggota Panwaslu Bantul Harlina mengatakan keputusan untuk kembali menyerahkan berkas laporan ke Gakumdu setelah terdapat pihak yang bersedia memberikan kesaksian tentang indikasi kampanye dalam Sarasehan Pembangunan di Balai Desa Palbapang. Harlina mengatakan berdasarkan hasil klarifikasi terhadap beberapa pihak indikasi kampanye cukup kuat. Seperti terdapatnya aspirasi dari warga masyarakat yang muncul diakhir kegiatan. Berdasarkan pencermatan isi aspirasi selalu sama. Harlina menambahkan berdasarkan keterangan aspirasi ini sengaja dimunculkan oleh pihak tertentu. (tok)

 

Warga minta jalur SUTT dipindah

Kp Warga jambidan banguntapan meminta PLN Persero Semarang memindah jalur Saluran Utama Tengangan Tinggi (SUTT) dari wilayah mereka. Permintaan ini muncul menyusul tidak tercapainya kesepakatan nilai ganti rugi dalam pertemuan yang difasilitasi DPRD Bantul kamis siang. Yusuf Sudirman mewakili warga jambidan menilai gantirugi 10 persen dari Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) sangat tidak menghargai masyarakat. Yusuf menilai gantirugi 10 persen NJOP tidak sebanding dengan resiko yang harus ditanggung warga karena tinggal dibawah kabel bertegangan tinggi. Yusuf mengatakan warga masyarakat akan menanggung resiko seumur hidup sehingga wajar kalau meminta gantirugi lebih besar. Pada jangka panjang resiko juga ditanggung anak cucu mereka. Yusuf menambahkan selain bahaya radiasi harga jual tanah dipastikan akan anjlog. Warga memberikan waktu satu bulan bagi PLN untuk memindah jaringan.

Meski dihadiri Manager Proyek Jateng-DIY Bambang Suprianto namun PLN Persero Seamarang tetap bersikukuh dengan nilai gantirugi 10 persen dari NJOP. Bambang menilai gantirugi 10 persen sudah sesuai dengan Keputusan Menteri sehingga PLN aman dalam melakukan pembayaran. Menanggapi keputusan warga Bambang mengaku akan membawa aspirasi ini kepada pimpinan PLN Persero Semarang. Namun Bambang tidak sepakat dengan pemberian waktu satu bulan untuk memberi jawaban. Sebab menurut Bambang PLN harus melayani warga lain yang wilayahnya juga dilalui SUTT.

Sementara Wakil Ketua DPRD Bantul Slamet Abdulah yang memimpin pertemuan mengaku kecewa karena tidak tercapainya kesepakatan. Slamet menilai DPRD Bantul sudah berupaya agar kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan. Melalui pertemuan 3 kali di DPRD Bantul. Dengan menghadirkan Dinas Instansi serta Komisi-Komisi yang membidangi Slamet berharap meski belum terdapat kesepakatan namun PLN tetap berupaya membantu agar warga masyarakat memperoleh hasil terbaik. (tok)

 

16 pemilik usaha Bantul didenda Rp300.000 per orang

Kp 16 pemilik usaha di kabupaten Bantul dijatuhi pidana denda 300 ribu rupiah subsidair 7 bulan penjara karena belum memiliki Retribusi Ijin Gangguan (RIG). Hakim PN Bantul Sukusno Aji yang memimpin sidang tindak pidana ringan kamis siang menyatakan 16 pemilik usaha ini melanggar peraturan daerah No 15 tahun 2001 tentang RIG. 16 pemilik usaha yang antara lain bergerak di bidang minimarket,bengkel dan rumah makan ini terjaring razia satuan polisi pamong praja antara 2 hingg 24 Februari 2009. Sementara itu dihubungi melalui telpon Kepala Dinas Perijinan Bantul Helmi Jmaharis menyesalkan masih terdapatnya pemilik usaha yang belum memiliki RIG. Padahal menurut Helmi pemerintah kabupaten Bantul sudah memberikan kemudahan dalam pengurusannya. Menyadari Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) sebagai kendala dalam pengurusan RIG. Dinas Perijinan memberikan RIG selama satu tahun bagi mereka yang belum memiliki IMB. Setelah yang bersangkutan memiliki IMB maka RIG diperpanjang menjadi 5 tahun. Helmi menambahkan biaya pengurusan RIG tidak mencapai 80 ribu rupiah. (tok)

 

Pantura banjir, harga gabah anjlok

KP Harga gabah di Bantul anjlok hingga di bawah harga pokok pembelian (HPP) Pemerintah. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul Edy Suharyanto yang ditemui seusai peresmian penggilingan padi di Dusun Gesikan Sumberagung Jetis mengatakan harga gabah kering panen turun hingga di bawah 2.400 rupiah per kilogram. Edy menjelaskan keadaan kritis ini tidak hanya berlangsung di Bantul tetapi juga di daerah lain di luar Bantul. Meski demikian Pemerintah Kabupaten Bantul siap untuk membeli gabah dari petani menggunakan dana pasca panen. Pemerintah juga gencar mendekati kelompok tani supaya mengelola gabah dan menjualnya dalam bentuk beras. Untuk stok pemerintah mengajurkan petani menyimpan dalam bentuk gabah. Edy menambahkan pihaknya belum mengetahui penyebab jatuhnya harga. Namun pemerintah memperkirakan banjir yang terjadi di Pantura menyebabkan harga gabah di sana jatuh karena kualitasnya buruk. Akibatnya semua pedagang menerapkan harga yang sama padalah di Bantul kualitas gabah tidak terpengaruh banjir Pantura. (lia)

Maret 13, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: