Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Petani tembakau Srimartani tuntut pengembalian uang 50% dari Bank Bantul

16 Maret 2009

Kp Petani tembakau srimartani piyungan menuntut pengembalian 50 persen uang mereka yang sudah disetor ke Bank Bantul sebagai pelunasan hutang. Jumiran perwakilan petani tembakau srimartani mengatakan tuntutan ini berdasar atas pernyataan bupati Bantul 17 Oktober 2008 yang akan memberikan keringanan pengembalian hutang sebesar 50 persen,karena penanaman tembakau virginia merupakan program pemerintah kabupaten Bantul. Sehingga Jumiran harus menerima pengembalian 50 persen dari 24 juta rupiah. Namun sudah lebih dari 5 bulan berlalu belum terdapat kejelasan pengembaliannya. Jumiran mengaku sudah pernah meminta tetapi Bank Pasar tidak bersedia membayarkan tanpa rekomendasi bupati. Merasa upayanya gagal jumiran sabtu siang mengadu ke Komisi B DPRD Bantul. Jumiran berharap anggota dewan dapat memperjuangkan nasibnya. Jumiran menambahkan selain dirinya terdapat 4 Ketua Kelompok tani yang terpaksa menjalani proses hukum di PN Bantul karena belum melunasi pinjaman ke Bank Bantul.

Menanggapi tuntutan ini Ketua Komisi B DPRD Bantul Sumiharto berharap pemerintah kabupaten Bantul menepati janjinya sebagai bentuk penghargaan kepada kelompok tani yang taat membayar hutang. Sementara bagi kelompok tani yang belum melunasi hutang harus tetap dikejar. Sumi menilai langkah ini sebagai bentuk penegakan keadilan. Sehingga petani tidak menyepelekan program bantuan dari pemerintah seperti pada kasus Kredit Usaha Tani (KUT). Selain itu Sumi berharap pemerintah kabupaten Bantul dapat memberikan pelatihan budidaya tembakau mulai penanaman hingga penjualan. Sebab berdasarkan pengalaman petani mengalami kerugian karena tidak mengetahui ciri-ciri tembakau yang berkualitas.

Dibagian lain Sekertaris Daerah Bantul Gendut Sudarto mengaku pemerintah kabupaten Bantul belum memutuskan untuk mengembalikan uang kelompok tani tembakau srimartani piyungan. Sebab menurut Gendut keputusan bupati untuk memberikan keringanan 50 persen ditujukan bagi kelompok yang tidak mampu melunasi pinjaman di Bank Bantul. Sedangkan kelompok tani tembakau srimartani sudah mampu melunasi sebelum bupati mengeluarkan pernyataan. Gendut mengaku pemerintah kabupaten Bantul akan menggelar pertemuan dengan kelompok tani tembakau srimartani piyungan membahas masalah ini. Gendut menambahkan penanganan untuk 4 kelompok tani lainnya menjadi wewenang Bank Bantul. (tok)

 

Indikasi kampanye dalam sarasehan pembangunan

FPKS akan bawa laporan ke LOD

Kp Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Bantul akan membawa laporan indikasi kampanye dalam sarasehan pembangunan ke Lembaga Ombusmen Daerah (LOD) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) propinsi DIY. Ketua FPKS Bantul Agus Sumartono mengatakan keputusan ini diambil menyusul putusan sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Polres Bantul yang menyatakan tidak terdapat indikasi kampanye dalam sarasehan pembangunan. Agus mengaku tidak sepakat dengan keputusan Gakumdu yang tidak memasukan kesaksian sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Agus juga menilai terdapat bias kepentingan dalam penanganan laporan ini. Seperti tidak terdapatnya pihak yang bersedia memberikan kesaksian akibat tekanan dari pihak tertentu. (tok)

 

Pembangunan waterboom tunggu urusan tanah beres

KP Pembangunan water boom di sebelah barat pasar seni Gabusan (PSG) masih menunggu selesainya urusan tanah. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Yahya menjelaskan tanah seluas 2,5 hektar yang akan digunakan untuk pembangunan water boom merupakan tanah kas Desa Timbulharjo. Pemerintah kabupaten bantul akan berunding dengan desa untuk pembelian tanah. Kemudian investor menyewa tanah ke Pemda. Yahya menambahkan investor dari Bali sudah menawarkan investasi pembangunan waterboom tersebut. Yahya optimis pembangunan water boom akan menarik wisatawan ke PSG terutama pengunjung pantai Parangtritis yang melintas karena waterboom jarang dijumpai di porvinsi DIY dan sekitarnya.

Di bagian lain Yani pemilik showroom kerajinan kulit ikan pari di PSG mendukung pembangunan waterboom tersebut. Dia berharap jumlah pengunjung semakin meningkat dan barang kerajinan yang dijual semakin laris. Yani mengaku sejauh ini kunjungan ke PSG cenderung sepi, keramaian hanya terjadi ketika ada even atau hari libur. Yani sudah membuka showroom sejak satu tahun yang lalu. (lia)

 

10% petani belum masuk RDKK

KP Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul Edy Suharyanto menyatakan sekitar 10% petani Bantul belum terdaftar dalam rencana definitive kebutuhan kelompok (RDKK). Edy menambahkan pihaknya tetap meminta kelompok tani untuk memperbaiki proposal terutama keanggotaan dalam proposal kelompok. Edy berharap di setiap dusun kelompok tani dapat mendata semua petani di dalamnya. Di Bantul terdapat 933 kelompok tani yang terorganisasi di tiap dusun. Edy menambahkan petani Bantul cenderung sulit menggunakan pupuk organik sehingga masih tergantung dengan pupuk kimia. Edy memastikan penggunaan pupuk organik di Bantul belum mencapai 5%. Edy menambahkan sebagian besar petani beralasan dalam pengangkutan pupuk organik ke lahan. Petani mengenal pupuk organik berupa pupuk kandang yang membutuhkan pengangkutan menuju area sawah. Menurut Edy hal ini menyebabkan berbagai perusahaan pupuk gencar mempromosikan pupuk organik yang sudah diolah lebih lanjut dalam kemasan. Petani lebih tertarik menggunakannya karena pupuk berupa butiran yang praktis untuk dibawa. (lia)

 

Wabub panen raya di Bulak Paker

KP Pertunjukkan musik tradisional gejog lesung mengiringi panen simbolis oleh Wakil Bupati Bantul Sumarno dalam Panen Raya di Bulak Paker Mulyodadi Bambanglipuro Sabtu pagi. Petani berhasil memanen padi dengan produktivitas mencapai 8,9 ton dalam lahan seluas 1 hektar. Dalam acara tersebut kelompok tani juga memperoleh bantuan benih sebanyak 2 ton antara lain benih jagung, padi dan kedelai dari Pemerintah Kabupaten Bantul yang bekerjasama dengan Yayasan Damandiri. Dalam sambutannya Ketua Yayasan Damandiri Haryono Suyono mengatakan pihaknya sedang mengupayakan kerjasam dengan Menteri Tenaga Kerja untuk mengaktifkan kembali program produktivitas nasional. Haryono menilai bila diterapkan program tersebut akan mendukung berbagai program yang sudah ada sebelumnya seperti Posdaya dan Gerbang daya. (lia)

Maret 16, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: