Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Besar pungutan desa belum ditentukan

21 maret 2009

Kp Pemerintah kabupaten Bantul belum menetapkan besaran pungutan oleh pemerintah Desa dalam pengurusan administrasi kependudukan. Kepala Bagian Pemerintahan Desa setda Bantul Misbahul Munir mengatakan pemerintah desa memang mendapat wewenang untuk memungut biaya dari warga masyarakat dalam pengurusan rekomendasi dan surat menyurat lainnya. Besarnya pungutan ditentukan oleh pemerintah desa sehingga berbeda antara satu desa dengan desa lainnya. Meski belum terdapat standar besarnya pungutan namun hendaknya pungutan tidak membebani warga. Munir juga berharap pemerintah desa tidak memungut biaya dari warga masyarakat yang sudah membayar retribusi kepada pemerintah kabupatenBantul. Munir menyampaikan pernyataan ini dalam sosialisasi Peraturan Daerah tentang pokok-pokok pengelolaan daerah,tentang pedoman pembentukan dan mekanisme penyusunan peraturan desa Jum’at siang di RM Parangtritis. Munir menambahkan pihaknya selalu mengevaluasi besaran pungutan oleh pemerintah desa.

Sementara itu Kepala Bagian Hukum Setda Bantul Suarman yang hadir pada kegiatan sosialisasi menyatakan keluarnya 3 peraturan daerah ini sudah sesuai dengan prosedur. Diawali dengan tahap Pra Raperda oleh Dinas Instansi terkait dalam hal ini Bagian Pemerintahan Desa. Setelah menjadi Raperda selanjutnya dibawa ke DPRD Bantul. Di DPRD Bantul Raperda melalui beberapa tahap pembahasan mulai Pansus hingga Paripurna. Setelah disyahkan oleh DPRD Bantul menjadi peraturan daerah (Perda) selanjutnya memasuki tahap sosialisasi. (tok)

 

Aset Pasar Niten lama diperkirakan hilang

Kp Sekertaris Daerah Bantul Gendut Sudarto memperkirakan sebagian aset pasar niten lama hilang karena pemerintah kabupaten Bantul terlambat dalam mengamankan. Berkaca dari pengalaman ini Gendut segera memerintahkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah untuk segera mengamankan aset milik pemerintah kabupaten Bantul di pasar Imogiri dan Piyungan lama. Gendut menegaskan seluruh aset milik pemerintah kabupaten Bantul harus dikumpulkan terlebih dahulu untuk didata sebelum dilelang. Gendut menjelaskan untuk gedung sekolah yang terkena regruping sebagian diminta warga masyarakat untuk kegiatan sosial. Bila tidak terdapat pihak yang akan memanfaatkan maka bangunan fisik akan dibongkar untuk dikumpulkan  oleh pemerintah kabupaten Bantul. sebab sebagian besar gedung SD berdiri diatas tanah kas desa. (tok) 

 

Retribusi parkir Rp1.000 dinilai mahal

KP Retribusi parkir pasar tradisional senilai 1.000 rupiah untuk sepeda motor dinilai mahal dan melebihi jumlah yang ditentukan dalam peraturan daerah. Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul Amir Syarifudin menilai jumlah tersebut tidak logis terutama bagi pengunjung yang hanya membeli sedikit kebutuhan di pasar. Amir menambahkan dalam inspeksi mendadak (sidak) Komisi C ke Pasar Niten dan Piyungan, retribusi parkir yang dikenakan bagi pengunjung maupun pedagang sebesar 1.000 rupiah per sepeda motor maupun sepeda kayuh. Amir menilai hal itu sangat memberatkan pengunjung maupun pedagang. Selain itu retribusi parkir hingga 1.000 rupiah melebihi jumlah yang ditetapkan dalam peraturan daerah (perda) parkir. Amir menyebutkan dalam perda retribusi parkir tidak lebih dari 500 rupiah untuk sepeda dan sepeda motor. Lebih lanjut Amir menambahkan pihaknya akan segera mendiskusikan permasalahan tersebut dengan dinas dan instansi terkait untuk menyesuaikan retribusi. Amir menilai retribusi yang ideal adalah 500 rupiah per kendaraan karena selain tidak memberatkan, petugas juga mudah memberikan pengembalian.

Di bagian lain retribusi parkir pasar senilai 1.000 rupiah untuk sepeda motor juga dinilai mahal oleh para pembeli. Ema, warga Badegan yang biasa berbelanja di Pasar Bantul menilai retribusi parkir di Pasar Bantul senilai 500 rupiah per sepeda motor merupakan retribusi yang wajar. Ema belum pernah berbelanja di pasar lain selain Pasar Bantul sehingga tidak mengetahui retribusi parkir di pasar lain. Ema menambahkan parkir senilai 1.000 rupiah per sepeda motor lebih cocok diterapkan di mall atau pasar modern. (lia)

 

Warga Keongan terima fasilitas fisik

KP Warga Dusun Keongan Sabdodadi Bantul menerima bantuan berbagai sarana fisik yang dibangun oleh Bank Mandiri. Serah terima bantuan dilaksanakan Jumat pagi di Masjid Al Hikmah Keoangan Sabdodadi dari Bank Mandiri kepada Binarjono, aparat desa setempat. Fasilitas umum yang diserahterimakan diantaranya taman bacaan senilai 26,3 juta rupiah, masjid senilai 43,6 juta rupiah, pos kamling senilai 28,2 juta rupiah dan balai musyawarah senilai 15,8 juta rupiah. Bangunan masjid dan pos kamling merupakan perbaikan dari bangunan sebelumnya, sedangkan taman bacaan dan gedung balai musyawarah desa merupakan bangunan baru. Karena bangunan lama rusak saat gempa. (lia)

Maret 21, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: