Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Musim kampanye anggota dewan tetap aktif

22 Maret 2009

Kp Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Bantul Edi Susilo memastikan kegiatan di DPRD Bantul tidak terganggu oleh kampanye sebagian anggotanya. Kegiatan rutin berupa rapat-rapat,pelayanan maupun kunjungan Komisi tetap berjalan meski tidak diikuti seluruh anggota DPRD. Edi menilai ketidakhadiran anggota DPRD yang masih dibawah 20 persen masih dapat ditoleransi karena tidak mempengaruhi keputusan. Edi menjelaskan ketidakhadiran baru mengganggu kegiatan bila sudah mencapai lebih dari 50 persen. Edi berharap seluruh anggota DPRD Bantul dapat mengakhiri tugas dengan catatan manis khususnya bagi anggota yang tidak mencalonkan kembali pada pemilu 2009.

 

Komisi C sidak Pasar Niten dan Piyungan

KP Komisi C DPRD Bantul Senin 16 Maret 2009 melakukan inspeksi mendadak ke  pasar Pasar Niten dan Pasar Piyungan. Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul Amir Syarifudin mengatakan pihaknya melakukan sidak tentang besaran retribusi parkir di pasar tradisional. Amir menjelaskan dalam sidak tersebut Komisi B mendapat keluhan dari pengunjung dan pedagang yang keberatan dengan biaya parkir 1.000 rupiah untuk sepeda dan sepeda motor. Menurut keterangan Amir pengunjung mengeluh karena retribusi tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk membeli kebutuhan di pasar. Amir mencontohkan pengunjung yang hanya membeli cabai seharga 1.000 rupiah harus membayar 1.000 rupiah untuk parkir kendaraan. Selain itu parkir hingga 1.000 rupiah melebihi jumlah yang ditetapkan dalam peraturan daerah (perda) tentang retribusi parkir. Amir menyebutkan dalam perda retribusi parkir untuk sepeda dan sepeda motor tidak lebih dari 500 rupiah. Lebih lanjut Amir menambahkan pihaknya akan segera mendiskusikan permasalahan tersebut dengan dinas dan instansi terkait untuk menyesuaikan retribusi. Amir menilai retribusi yang ideal adalah 500 rupiah per kendaraan karena selain tidak memberatkan, petugas juga mudah memberikan pengembalian.

Di bagian lain retribusi parkir pasar senilai 1.000 rupiah untuk sepeda motor juga dinilai mahal oleh para pembeli. Ema, warga Badegan yang biasa berbelanja di Pasar Bantul menilai retribusi parkir di Pasar Bantul senilai 500 rupiah per sepeda motor merupakan retribusi yang wajar. Ema belum pernah berbelanja di pasar lain selain Pasar Bantul sehingga tidak mengetahui retribusi parkir di pasar lain. Ema menambahkan parkir senilai 1.000 rupiah per sepeda motor lebih cocok diterapkan di mall atau pasar modern.

 

Komisi A terus fasilitasi aspirasi dukuh

KP Untuk kesekian kalinya Komisi A DPRD Bantul menerima kedatangan kepala dukuh untuk menyampaikan aspirasi yang akan dibawa ke rapat penetapam peraturan derah (perda) pemerintah desa. Senin 16 Maret 2009 Komisi A menerima kedatangan kepala dukuh dari Kecamatan Pandak. Secara garis besar aspirasi yang disampaikan para kepala dukuh hampir sama dengan kedatangan-kedatangan sebelumnya diantaranya mengenai asuransi kesehatan bagi dukuh dan pamong, tunjangan purna tugas dan pemberian tanah bengkok. Hingga kini Komisi A sudah menerima kedatangan kepala dukuh dari beberapa kecamatan diantaranya Imogiri, Sewon, Pandak dan Pleret. Agus menambahkan Komisi A siap menerima kedatangan kepala dukuh bila masih terdapat agenda berikutnya. Aspirasi kepala dukuh tersebut diperlukan oleh Komisi A sebagai pertimbangan pembuatan peraturan daerah (perda) tentang kesejahteraan pamong desa.

Di bagian lain Ketua Panguyuban Dukuh (Pandu) Sulistyo menambahkan kunjungan rutin kepala dukuh tiap Senin ke Pemda dan DPRD telah berakhir. Semua kepala dukuh dari 17 kecamatan di Bantul telah menyampaikan aspirasinya. Sebagai tindak lanjut, Senin 23 Maret 2009 perwakilan Pandu, resi seto dan tunggul wulung yang berjumlah 30 orang akan menghadap ke Pemda untuk menegaskan kembali perda nomor 20 tentang pengisian jabatan lowongan pamong desa. Sulis menambahkan pihaknya juga akan meminta Pemerintah Daerah untuk tidak lagi menambah struktur pamong desa. Sulis menjelaskan penambahan struktur pamong sejauh ini tidak sebanding dengan peningkatan perekonomian desa. Sulis mencontohkan salah satu manfaat positif pengurangan pamong adalah ditiadakannya kepala bagian (kabag) umum dalam susunan pamong desa. Sejak kabag umum ditiadakan peningkatan perekonomian penduduk justru lebih terlihat karena bagian tanah bengkok milik Kabag umum dikembalikan ke desa dan dimanfaatkan untuk kegiatan yang berdayaguna. Selain itu Sulis menambahkan pihaknya juga akan meminta peningkatan kapasitas pamong desa kepada Pemda dalam kunjungan Senin tersebut.

 

Sekretariat DPRD Bantul terime kunjungan staf secretariat DPR RI

Kp Sekertariat DPRD Bantul rabu 18 Maret 2009 menerima kunjungan 3 staf bagian analisis data sekertariat DPR RI. Menurut keterangan Sekertaris DPRD Bantul Bambang Guritno kunjungan bertujuan mengetahui mekanisme penyusunan APBD. Bambang menjelaskan Sekertariat DPR RI akan mengadopsi bila terdapat hal-hal yang dapat diterapkan di kabupaten lain. Kunjungan diwarnai dengan diskusi membahas peran sekertariat DPRD dalam menjalankan fungsi kemitraan,fasilitasi dan dukungan terhadap DPRD. Bambang menambahkan berdasarkan penilaian Sekertariat DPR RI Sekertariat DPRD Bantul sudah menjalankan 3 fungsi ini dengan baik.

 

 

Maret 23, 2009 - Posted by | Info Legislatif |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: