Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Pandu tuntut pertahankan Perda 20

24 Maret 2009

KP Sekitar 30 pamong perwakilan dari Peguyuban Dukuh (Pandu), paguyuban kabag ekonomi pembangunan (Resi seto) dan paguyuban kabag pemerintahan (Tunggul wulung) mendatangi Kantor Bupati Bantul untuk mempertahankan peraturan daerah (perda) nomor 20 tahun 2007 tentang pedoman organisasi pemerintahan desa. Mereka juga menolak kebijakan Apdesi Bantul yang menginginkan penambahan struktur organisasi pemerintah desa. Ketua Pandu Sulistya mengatakan Apdesi mendesak Bupati untuk memasukan kembali kabag pelayanan dalam struktur organisasi pemerintahan desa. Kabag pelayanan akan diisi oleh Kabag Umum yang posisinya telah terhapus karena diberlakukannya perda nomor 20 tahun 2007. Sulis menjelaskan sesuai perda nomor 20 tahun 2007 sruktur pemerintahan desa hanya terdiri dari lurah, carik, kabag pemerintahan, kabag kesra, kabag keuangan, kabag eknomi pembangunan dan dukuh. Selain Kabag umum, sekretaris BPD juga terhapus dari struktur pemerintahan desa. Sulis menambahkan kabag umum didukung oleh sekretaris BPD dan Apdesi mengajukan revisi perda nomor 20 tahun 2007 kepada Bupati. Dalam revisi tersebut mereka menuntut diadakan kembali kabag umum yang namanya diganti menjadi kabag pelayanan dan sekretaris BPD yang namanya diganti menjadi tata usaha BPD.

Sekretaris Resi Seto Wantini menambahkan saat ini tugas Kabag umum atau Kabag pelayanan sudah dapat digantikan oleh carik. Wantini menjelaskan di Kantor Kelurahan pelayanan sudah bersifat satu pintu melalui carik untuk mempercepat pelayanan. Selain itu tanah bengkok yang sebelumnya menjadi bagian Kabag umum dapat dikembalikan ke desa. Tanah kas desa dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Wantini menambahkan Kabag Umum yang saat ini masih menjabat tidak mendapatkan tuntutan penghapusan jabatan. Wantini menjelaskan mereka masih menjabat hingga berakhirnya masa jabatan. Di Bantul terdapat 933 kepala dukuh, 75 kabag ekbang dan 75 kabag pemerintahan. (lia)

 

Dua partai resmi tidak selenggarakan kampanye

KP Dua partai sudah memberikan laporan secara tertulis kepada KPU yang menyatakan tidak menyelenggarakan kampanye. Divisi Hukum KPU Bantul Florentia Switi Andari menyebutkan kedua partai yang tidak menyelenggarakan kampanye parpol diantaranya Partai Serikat Indonesia (PSI) dan Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN). Namun kedua partai tersebut tidak menyertakan alasan tidak menyelenggarakan kampanye. Switi menambahkan tidak diselenggarakannya kampanye tidak mendapatkan sanksi apapun dari KPU karena bukan termasuk pelanggaran dan tidak diatur dalam peraturan yang berlaku. Switi berpendapat penyelenggaraan kampanye merupakan strategi dari parpol sehingga bila parpol tidak mengadakan kampanye tentu sudah memiliki strategi sendiri. Saat ini KPU sedang mendata lebih lanjut mengenai penyelenggaraan kampanye dengan menghubungi setiap partai politik. (lia)

 

Tahap penghitungan dan rekapitulasi rawan kesalahan

KPU adakan bimtek

Kp Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul menilai tahap penghitungan dan rekapitulasi suara pada pemilu rawan terhadap kesalahan. Sehingga petugas mulai tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) perlu mendapat Bimbingan Teknis berkaitan dengan penghitungan dan rekapitulasi suara. Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu Nurhuri Mustofa mengatakan Bimtek menitik beratkan pada teknis pengisian form-form oleh petugas dari tingkat TPS hingga PPK. Nurhuri menjelaskan selain melaksanakan simulasi pengisian form KPU Bantul juga akan membagikan buku pintar kepada petugas dari tingkat TPS hingga PPK. Nurhuri berharap buku pintar dapat menjadi pedoman dalam pengisian setiap form. Pelaksanaan Bimtek secara berjenjang mulai dari petugas PPK yang digelar senin 23 Maret 2009 menyusul Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan rabu 25 Maret 2009. Sementara untuk petugas TPS pelaksanaan Bimtek akan dilakukan oleh PPS mengingat jumlahnya yang cukup banyak. Nurhuri menambahkan Bimtek juga akan dilaksanakan untuk perhitungan dan rekapitulasi dengan sistim komputer.

Sementara itu Ketua PPK Sanden Arif mengaku tidak banyak menghadapi permasalahan berkaitan dengan penghitungan dan rekapitulasi suara. selain pada pemilu sebelumnya sudah menjalankan tugas sebagai PPK arif juga sudah mempelajari peraturan KPU Nomor 3 ,13 dan Perpu yang memuat materi seputar penghitungan dan rekapitulasi suara. Namun Arif mengaku sedikit pesimis petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dapat segera memahami karena dalam Bimtek sebelumnya PPK baru memberikan materi kriteria surat suara syah. Sehingga Arif mentargetkan untuk segera memberikan Bimtek penghitungan dan rekapitulasi suara bagi KPPS. Arif menilai dibanding pemilu 2004 pedoman penghitungan dan rekapitulasi suara pada pemilu 2009 lebih jelas,karena sudah terdapat rumus yang pasti. Sehingga arif optimis KPPS dapat mengisi dengan tepat bila benar-benar teliti. (tok)

 

Republikan tanggap jathilan

Kp Partai Republikan memanfaatkan jatah kampanye dengan menggelar pentas kesenian jathilan di lapangan Kebon Agung senin siang. Pentas jathilan justru ditonton oleh warga masyarakat sekitar sedangkan jumlah simpatisan partai yang hadir hanya sedikit. Ditemui disela-sela pentas Jathilan Ketua Presidium Partai Daerah Yogyakarta Sukarti Isbandiyah mengaku Partai Republikan sengaja tidak menggelar kampanye dengan hura-hura sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi bangsa. Sukarti menegaskan Partai Republikan tetap mencalonkan Sri Sultan HB X sebagai Calon Presiden. Walau demikian bukan berarti Sultan hanya milik Partai Republikan. Sehingga terbuka koalisi bagi Partai lain yang juga mencalonkan Sultan. Sukarti menambahkan pada pemilu 2009 Partai Republikan mentargetkan 2 kursi DPR RI dan minimal 4 kursi di setiap kabupaten.kota di propinsi DIY. (tok)

 

Masyarakat kurang tahu pemilihan DPD

KP Calon DPD GKR Hemas menilai sosialisasi KPU dan caleg DPD tentang pemilihan DPD masih kurang. Hal ini disampaikan seusai kampanye terbuka calon DPD GKR Hemas di gedung serba guna Desa Wijirejo Pandak. Hemas menilai saat ini masyarakat lebih memahami tentang adanya pemilihan calon legislatif daripada pemilihan DPD. Di bagian lain partai politik lebih aktif mensosialisasikan pemilihan caleg dibandingkan dengan sosialisasi yang dilakukan calon DPD. Namun Hemas berharap calon anggota DPD mengetahui dengan persis aspirasi yang harus dibawa dari masyarakat kepada pemerintahan. Sementara itu dalam kampanye terbuka yang digelar, Hemas memperkenalkan dirinya sebagai calon DPD dengan nomor urut 3. Hemas juga menyertakan juru kampanye Bares dalam kampanye terbuka tersebut. (lia)

 

Percobaan perampasan sepeda motor lukai korban

Kp Percobaan perampasan sepeda motor senin pagi menimpa paryono 48 tahun warga Sayegan Srihardono Pundong. Peristiwa terjadi sekitar pukul 5 pagi di jalan parangtritis dusun rendeng timbulharjo Sewon sekitar 200 meter sebelah selatan Pasar Seni Gabusan. Berawal saat korban hendak pergi berjualan ke Pasar Beringharjo Yogyakarta. Sampai di tempat kejadian tiba-tiba 4 orang yang mengendarai sepeda motor menendang sepeda motor korban hingga terjatuh. Tidak puas pelaku berusaha melukai korban dengan senjata tajam. Akibatnya korban menderita luka di bagian wajah,siku serta telapak tangan. Melihat korban terluka dan meminta tolong pelaku langsung kabur dan tidak sempat membawa sepeda motor korban. Oleh warga sekitar korban dibawa ke rumah sakit. Peristiwa ini sudah ditangani jajaran Polsek Sewon. (tok)

 

Maret 24, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: