Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

ATM BCA dibobol, 321 juta ludes

25 Maret 2009

Kp Kawanan perampok selasa pagi berhasil menggasak uang senilai 321 juta rupiah dari Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BCA di Sentra kerajinan kulit Manding. Menurut keterangan Frengki salah satu warga di sekitar Tempat Kejadian Perkara peristiwa terjadi sekitar pukul setengah empat pagi. Kawanan perampok yang diperkirakan berjumlah 7 orang mengendarai mobil kijang inova serta bersenjata kapak dan pistol mendatangi lokasi ATM. Kawanan perampok sempat menyekap jaya salah satu warga yang kebetulan berada di luar rumah. Hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit kawanan berhasil membawa kabur 2 brangkas dari ATM BCA. Kawanan perampok juga sempat memecah kaca ATM Mandiri yang berada di sebelahnya namun tidak berhasil mengambil uangnya.

Dibagian lain Kapolres Bantul AKBP Stephen M Napiun mengakui peristiwa yang baru pertamakali terjadi ini cukup mengagetkan. Padahal jajaran Polres Bantul secara rutin melakukan patroli. Stephen menilai pelaku kejahatan sudah mempelajari pola pengamanan dan melakukan perubahan jam operasi untuk menghindari patroli. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara dan keterangan saksi-saksi diperkirakan pelaku merupakan penjahat lintas daerah dengan spesialis pembobol ATM. Polres Bantul bekerjasama dengan jajaran Poltabes Yogyakarta dan Polres Sleman untuk mengungkap kemungkinan pelaku yang sama dengan pembobol ATM di Yogyakarta dan Sleman beberapa waktu lalu. Stephen menambahkan pengungkapan identitas pelaku sedikit menghadapi kendala karena kamera CCTV yang merekam setiap peristiwa di dalam ATM turut digondol kawanan perampok. (tok)

 

Penggelembungan DPT terjadi di TPS Sono Pakis

KP Berdasarkan penelitian tim sukses salah satu caleg, penggelembungan daftar pemilih tetap (DPT) terjadi di TPS Sono Pakis Ngestiharjo Kasihan. Salah satu caleg Dapil 2 Aswir Agus mengatakan pihaknya mengambil TPS Sono Pakis sebagai salah satu contoh untuk diteliti. Dari penelitian tersebut tim sukses Aswir menemukan adanya pemilih yang namanya tercantum sebanyak tiga kali. Aswir menjelaskan pemilih tersebut tercatat dalam tiga nama, namun sebenarnya pemilik tiga nama itu adalah satu orang. Setelah direkapitulasi tim sukses Aswir menemukan adanya 30 kekeliruan nama di TPS Sono Pakis. Selain itu di TPS Sono Pakis juga terdapat pemilih dari luar daerah yang tercatat dalam DPT. Aswir menilai hal ini akan menambah potensi golput karena para pemilih dari luar daerah tidak mengenal caleg di TPS Sono Pakis. Aswir menambahkan di TPS nomor 31 yang juga berada di wilayah Ngestiharjo Kasihan juga terdapat kekeliruan nama. Aswir menjelaskan salah satu simpatisan partainya sekaligus tim sukses Aswir tidak terdaftar dalam DPT. Sebagai tindak lanjut, Aswir menyampaikan temuan tersebut kepada KPPS setempat. Aswir meminta petugas KPPS untuk mencoret dua nama dari pemilih yang memiliki tiga nama sehingga hanya terpakai satu nama saja.

Menanggapi adanya penggelembungan DPT, anggota KPU Bantul Nurudin Latif mengatakan pihaknya akan berpedoman pada jumlah DPT yang ada saat ini sebanyak 712.729. Latif menjelaskan jumlah tersebut sudah melalui rekapitulasi DPT dan rekap ulang sebanyak satu kali sesuai peraturan KPU Pusat. Latif menambahkan pihaknya tidak mungkin melakukan pendataan ulang lagi karena menyalahi aturan yang berlaku dan waktu yang tersisa sangat terbatas. Menanggapi pencoretan nama pemilih, Latif mengatakan pihaknya tidak dapat mengabulkan hal itu. Namun Latif akan mengoptimalkan tugas KPPS untuk memeriksa penggunaan tinta dan pengawasan terhadap pemilih supaya tidak memasuki bilik lebih dari satu kali. Dengan demikian Latif memastikan adanya nama ganda tidak menyebabkan pilihan ganda. (lia)

KPU sosialisasikan pemilu ke pemuka agama

KP KPU Bantul bekerjasama dengan Dinas Sosial Selasa siang mensosialisasikan pemilu ke kalangan pemuka agama. 6 pemuka agama masing-masing mewakili satu agama diundang KPU dalam sosislisasi tersebut. Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Bantul Nurudian Latif mengatakan pihaknya memilih pemuka agama karena mereka memiliki umat. Para pemuka agama kemudian akan mensosialisasikan pemilu kepada umatnya. Latif berpendapat pemuka agama lebih dipercaya oleh umatnya daripada petugas KPU. Target utama sosialisasi untuk pemuka agama adalah pemilih tradisional yang biasa mengikuti kajian agama. (lia)

Sekelompok pelajar melukis grafiti tentang Pemilu di dinding gedung SMA Muhammadiyah 1 Bantul, Rabu (24/3)

Sekelompok pelajar melukis grafiti tentang Pemilu di dinding gedung SMA Muhammadiyah 1 Bantul, Rabu (24/3)

 

 

 

Pelanggaran kampanye capai 200 motor seminggu

Kp Polres Bantul sudah menilang lebih dari 200 sepeda motor milik simpatisan partai politik hingga sepekan pelaksanaan kampanye terbuka. Kapolres Bantul Stephen M Napiun menjelaskan sepeda motor yang ditilang terbukti melanggar peraturan lalu lintas dan peraturan kampanye seperti tidak dilengkapi STNK,knalpotnya diblombong serta pengendaranya tidak memakai helm dan tidak memiliki SIM. Stephen mengaku jumlah pelanggaran oleh peserta kampanye cukup besar. Namun karena keterbatasan jumlah personil hanya sebagian yang ditilang. Walau demikian Polres Bantul tetap akan memberikan sangsi terhadap setiap pelanggaran. Sehingga dapat menjadi peringatan bagi peserta kampanye lainnya untuk mentaati peraturan. (tok)

 

Tak ada pengerahan massa

Partai Pelopor gelar angklung

Kp Memanfaatkan jatah kampanye terbuka Partai Pelopor selasa siang menggelar kesenian angklung dan pertunjukan wayang di lapangan Trirenggo Bantul. Ketua DPC Partai Pelopor Bantul Bardikari mengaku ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dalam upaya meraih simpati dari masyarakat. Menyadari tidak mampu mengendalikan massanya Partai Pelopor sengaja tidak menggelar arak-arakan yang justru dapat memicu munculnya keresahan bagi masyarakat. (tok)

 

Lahan hanya istirahat 20 hari

Petani mulai tanam padi

Kp Sebagian petani di Bantul hanya mengistirahatkan lahannya sekitar 20 hari sebelum diolah kembali untuk ditanami padi. Mardiyo petani di Jebugan Trirenggo mengaku upaya ini untuk mengejar masa tanam kedua yang hasilnya lebih baik dibanding masa tanam sebelumnya. Mardiyo menjelaskan pada masa tanam kedua dengan varietas IR 64 mampu menghasilkan 4 kilogram beras setiap lobang. Jauh lebih besar dibanding masa tanam sebelumnya dengan farietas ciherang yang tidak mencapai 3 kilogram setiap lobang. Mardiyo mengaku masa tanam pad kedua merupakan upaya terakhir untuk meningkatkan pendapatan. Karena setelah panen kedua petani hanya akan menanam kedelai. Meski pengairan cukup tersedia namun petani memilih tidak menanam padi sepanjang tahun. Sebab hasilnya kurang baik karena lahan tidak diberi kesempatan istirahat. (tok)

 

Sambut ulang tahun ke-6

RSD optimalkan pelayanan terhadap lansia

KP Menyambut hari ulang tahun yang ke-6 yang jatuh pada tanggal 29 maret 2009 RSD Panembahan Senopati mengadakan serangkaian kegiatan. Direktur RSD Panembahan Senopati I Wayan Sudana menyebutkan rangkaian kegiatan diantaranya jalan sehat, pertandingan bulu tangkis antar karyawan, seminar bertema geiriatri atau pelayanan terhadap lansia, donor darah dan kunjungan ke panti asuhan di Jetis. Wayan menjelaskan geiriatri atau pelayanan terhadap lansia menjadi tema ulang tahun kali ini. Menurut Wayan angka harapan hidup yang tinggi di Provinsi DIY, termasuk Bantul menyebabkan banyaknya pasien lansia. RSD harus memberikan fasilitas yang lebih bagi lansia, sedangkan petugas kesehatan harus meningkatkan pelayanannya. Fasilitas yang akan diberikan RSD terhadap lansia antara lain dengan pembukaan poli geiriatri mulai tahun ini.

Wakil Direktur Bidang Administrasi dan Keuangan RSD Panembahan Senopati Rini Setyoningsih menambahkan poli geiriatri resmi dibuka Juni 2009. Poli ini menyediakan fasilitas rawat jalan untuk lansia. RSD menyediakan dokter-dokter khusus lansia untuk memfasilitasi konsultasi pasien lansia. Dokter-dokter tersebut terutama menangani penyakit yang biasa menyerang lansia diantaranya penyakit dalam, penyakit jiwa dan gizi. Rini menjelaskan pasien lansia sangat memerlukan pendampingan jiwa karena sebagian dari mereka merasa depresi dan tidak berguna karena sudah lanjut usia. Rini menambahkan RSD juga memiliki kader lansia yang tersebar di 75 desa di Bantul. (lia)

Maret 25, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: