Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Sapi berkaki lima jadi perhatian

28 Maret 2009

sapi-kaki5-3KP Kelahiran seekor sapi berkaki lima menarik perhatian warga Dusun Bongsren RT 2 Gilangharjo Pandak. Kaki depan sebelah kanan terdiri dari dua kaki yang ukurannya lebih ramping dan lebih pendek dibandingkan kaki yang lain. Hal ini menyebabkan kedua kaki tersebut tidak berfungsi untuk menyangga badan ketika sapi berdiri. Sehingga sapi hanya memiliki tiga kaki yang berfungsi normal yaitu dua kaki belakang dan satu kaki depan bagian kiri. Suwarto, pemilik sapi menuturkan sapi tersebut hasil dari perkawinan suntik. Namun Warto tidak dapat memastikan adanya kaitan kawin suntik dengan kelainan pada sapinya. Lebih lanjut Warto menjelaskan sapi tersebut lahir pada Kamis petang sekitar pukul 6 sore dengan dibantu dua orang dan lebih lama sekitar setengah jam dibandingkan kelahiran anak-anak sapi sebelumnya. Sapi berkaki lima ini merupakan anak ke-4 dari induknya. Meski kakinya tidak normal, sapi dapat berdiri tegak dan minum susu seperti anak sapi yang lain. Warto menambahkan dirinya belum memiliki rencana untuk menjual sapi tersebut. (lia)

 

KPU: Laporan Paswaslu kurang lengkap

KP KPU Bantul menyesalkan laporan dari Panwaslu tentang pelanggaran kampanye terkait penyertaan anak-anak kurang lengkap. Laporan tersebut diterima oleh KPU Bantul Rabu 25 Maret 2009. Anggota KPU Bantul Nurudin Latif mengatakan laporan dari Panwaslu tidak disertai dengan foto dan kronologis kejadian yang dapat digunakan untuk memanggil partai terkait. KPU juga menyesalkan laporan yang masuk hanya menunjuk pada salah satu partai, padahal pelanggaran menyertakan anak-anak terjadi pada beberapa partai. Latif berharap Panwaslu dapat lebih proporsional memberikan laporan. Sebagai tindak lanjut laporan tersebut KPU akan menyampaikan pelanggaran ke Gakumdu yang dipusatkan di Polres Bantul. (lia)

 

PIS sosialisasi di pasar

Pelajar Muhiba sosialisasi lewat mural

Kp Mendukung suksesnya pemilu 2009 pelajar SMA Muhiba melakukan sosialisasi melalui mural atau lukisan di tembok. Dengan kreatif mereka menghasilkan gambar-gambar yang mengajak warga masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada tangga 9 April 2009. Koordinator kegiatan Nico Galih Akbar mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk dukungan mereka terhadap pelaksanaan pemilu 2009. Meski mengaku belum memiliki hak pilih namun mereka berharap seluruh warga dapat menggunakan hak pilihnya. Sudah berlangsung selama 3 hari kegiatan ini dibiayai secara patungan selain terdapat bantuan dari sekolah dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Selain tembok SMA Muhiba lukisan mural juga dibuat di tembok sekitar lapangan paseban.

Memasuki jadwal kampanye putaran kedua, beberapa partai masih memilih untuk tidak kampanye. Jumat pagi kesempatan kampanye hanya digunakan oleh Partai Indonesia Sejahtera (PIS) tanpa disertai dengan pengerahan massa. Beberapa caleg PIS hanya membagikan stiker dilengkapi surat dalam bahasa Jawa yang memperkenalkan PIS dan caleg-calegnya. Caleg PIS juga mensosialisasikan letak gambar partainya dalam surat suara di Pasar Imogiri, Pasar Pleret dan Pasar Piyungan. Sekretaris DPC PIS Bantul Ida Rustanti menilai pasar merupakan tempat berkumpulnya masyarakat sehingga kampanye lebih efektif dilakukan di pasar. Namun Ida menambahkan pihaknya juga mengirimkan surat dan stiker yang diposkan ke rumah-rumah. Hingga kini PIS sudah mengedarkan 2.000 surat dari target 20.000 surat. (tok/lia)

 

Tiga raperda mendesak untuk dibahas

Kp DPRD bantul dalam waktu dekat harus segera membahas 3 Rancangan Peraturan Daerah diantaranya tentang retribusi parkir dan retribusi pembuatan Kartu Tanda Penduduk.  Wakil Ketua DPRD Bantul Slamet Abdulah ditemui seusai memimpin rapat panitia musyawarah beberapa waktu lalu mengatakan eksekutif menjadwalkan 3 raperda akan masuk pada akhir maret 2009. Slamet berharap sebagian anggota DPRD yang saat ini sibuk berkampanye kembali aktif setelah pemungutan suara 9 April 2009. Sehingga masih terdapat alokasi waktu hingga akhir april untuk membahas 3 raperda ini. sebab berdasarkan peraturan perda harus selesai dibahas DPRD 1 bulan setelah tanggal masuk.

Menyusul belum terdapatnya perda tentang retribusi pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) pemerintah desa menerapkan besaran beragam. Ssperti di desa Sabdodadi yang memungut 5 ribu rupiah untuk pembuatan KTP. Kepala Bagian Ekonomi pembangunan desa sabdodadi wantini mengaku pemerintah desa memungut hampir seluruh pengurusan administrasi kependudukan. Wantini menjelaskan retribusi masuk ke kas desa yang selanjutnya dimanfaatkan untuk pembangunan. Wantini mengaku retribusi menjadi salah satu pendapatan asli desa. walau demikian pemerintah desa tidak meminta retribusi dari warga miskin. (tok)

 

Hingga Jumat siang kondisi Bupati baik

Kp kesehatan Bupati Bantul Idham Samawi hingga Jum’at siang dalam kondisi  baik. Sehingga kepada segenap rakyat Kabupaten Bantul, saudara, handai taulan  dan relasi dihimbau agar tetap tenang dan tidak terlalu khawatir.Menurut Kabag Humas Pemkab Bantul Bambang Legowo Idam masih sempat memberikan sambutan pada HUT Ida Idam Samawi kamis malam. Bambang menilai informasi ini perlu diberikan menyusul munculnya simpangsiur informasi berkait dengan kabar sakitnya Bupati Bantul Idham Samawi.Sebagaimana diketahui Idham sejak 12  Maret 2009 lalu dirawat karena sakit. Setelah beberapa waktu dirawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul dilanjutkan dirawat di  RS Panti Rapih Yogyakarta. Setelah opname akhirnya diperbolehkan pulang untuk istirahat dalam beberapa waktu.Minggu 22 maret 2009 Idham ke Jakarta untuk njagong manten keluarga dekat. Pada kesempatan tersebut Idam bertemu dokter ahli jantung yang menganjurkan untuk periksa lebih intensif dengan alat canggih di RS khusus Jantung  Harapan Kita Jakarta. Setelah pulang sebentar ke Bantul untuk merayakan ulangtahun istrinya Idam segera kembali ke Jakarta untuk perawatan lanjutan.Dengan segala kerendahan hati Bambang mohon rakyat dan segenap relasi untuk ikut berdoa agar kesehatan Idam pulih seperti sediakala. (tok)

 

Fasilitas rawat inap sakit jiwa masih terbatas

KP Fasilitas rawat inap bagi pasien sakit jiwa di RSD Panembahan Senopati masih terbatas. Direktur RSD Panembahan Senopati I Wayan Sudana mengatakan perawatan inap untuk pasien sakit jiwa di Provinsi DIY dipusatkan ke RS Grasia. Sedangkan RSD Panembahan Senopati hanya menyediakan fasilitas rawat jalan. Wayan menambahkan rawat inap hanya diperlukan bagi pasien yang memerlukan ruangan khusus. Selama ini sebagian besar pasien sakit jiwa tidak menderita sakit yang terlalu parah. Bahkan rata-rata pasien datang sendiri ke RSD tanpa diantar sanak saudara untuk memeriksakan diri. Di RSD panembahan Senopati terdapat satu dokter jiwa yang tetap dan satu dokter tidak tetap dari RS Grasia yang rutin berkunjung setiap satu minggu sekali. Wayan menambahkan jumlah pasien sakit jiwa yang memeriksakan diri ke RSD Panembahan Senopati mengalami penurunan. Berdasarkan data yang dimiliki RS, tahun 2008 rata-rata terdapat 63 paisen yang berobat per bulan. Data januari dan februarai 2009 menunjukkan penurunan rata-rata 58 pasien berobat per bulan. (lia)

 

Maret 28, 2009 - Posted by | Info Harian |

2 Komentar »

  1. Subhanallah,satu lagi kebesaran Allah,SWt

    Komentar oleh mancung64 | Maret 28, 2009 | Balas

    • yup!!

      Komentar oleh infobantul | Maret 30, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: