Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Caleg PDP dilaporkan ke Polres

30 Maret 2009

Kp Caleg PDP berinisial PAW sabtu siang dilaporkan ke Polres Bantul dengan tuduhan melakukan penipuan proyek senilai 120 juta rupiah. Menurut keterangan pelapor Sri windu terlapor sudah menerima uang untuk pembangunan 4 gedung SD di Temanggung. Namun hingga saat ini pembangunan belum selesai padahal sudah dimulai sejak 27 November 2007. Terlapor menambahkan seluruh uang sudah dibayarkan oleh CV Maju Manidir Sejahtera milik suaminya yang saat ini sudah meninggal dunia. Menanggapi laporan ini PAW mengaku tidak bermaksud melakukan penipuan. Namun dirinya hanya bertindak selaku penghubung sedangkan uang senilai 120 juta rupiah sudah diserahkan kepada Adi dan Ali selaku pelaksanan proyek yang sekarang keberadaannya tidak diketahui. PAW mengaku sudah melaporkan kedua orang ini ke Polres Bantul 8 Maret 2009. PAW menambahkan sebelumnya sudah tercapai kesepakatan dengan terlapor bahwa dirinya bersedia mengembalikan uang setelah pelaksanaan pemilu. (tok)

 

KPU jamin kekurangan logistik dikirim Minggu

KP KPU Bantul memastikan kekurangan kelengkapan logistik untuk pemilu 2009 akan dikirimkan oleh KPU Pusat Minggu 29 Maret 2009. Anggota KPU Bantul Nurudin Latif memperkirakan paling lambat Selasa 31 Maret 2009 kelengkapan pemilu sudah beres. Latif menyebutkan kelengkapan pemilu yang belum diterima diantaranya tambahan surat suara, form C, form C1 IT DPRD, form C1 DPR/DPD, form C2 DPR/DPD dan form C3 DPR/DPD. Kekurangan surat suara yang diperlukan Bantul mencapai 32.000 lembar akibat kerusakan yang ditemukan saat sortir surat suara. Latif menambahkan form-form kelengkapan dapat diterima lebih cepat daripada surat suara karena KPU Bantul siap menjemput kelengkapan tersebut di Semarang. Jumlahnya yang sedikit menyebabkan kelengkapan tersebut tidak membutuhkan pengamanan yang terlalu ketat seperti surat suara. Latif menambahkan anggaran untuk kelengkapan logistik ditanggung oleh KPU Pusat. (lia)

 

Pentas kesenian masih diandalkan untk tarik massa

KP Pentas kesenian masih menjadi andalan pengurus partai politik untuk mendatangkan massa dalam kampanyenya. Seperti halnya yang dilakukan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Bintang Reformasi (PBR). PKNU menggandeng tiga penyanyi dangdut untuk memeriahkan kampanye terbuka di Lapangan Pendowoharjo Sewon Sabtu siang. Namun dalam kampanye PKNU, tiga penyanyi dangdut tersebut mengenakan pakaian yang tertutup. Sebagai selingan PKNU juga menyuguhkan sholawatan di sela-sela pertunjukan dangdut. Hadir dalam kampanye tersebut KH Maksum yang memimpin istigosah dan Ketua DPC PKNU Bantul KH Muzamil yang memberikan sambutan. Sedangkan juru kampanye yang ditunjuk oleh PKNU diantaranya Muhibin dan Hj Ida Fatimah.Di bagian lain PBR juga menyuguhkan pertujukan seni dalam kampanye terbuka di Kantor DPC PBR Jalan Parangtritis Pandes Sewon. Kampanye dimeriahkan dengan aksi teatrikal sebagai gambaran misi partai yang memperjungkan pendidikan gratis. Orasi disampaikan oleh juru kampanye Dasar Widodo. (lia)

 

Senin legalitas PAK akan dipastikan

KP Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul Maman Permana mengaku akan berangkat ke Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Senin 30 maret 2009 untuk memastikan penetapan angka kredit (PAK) di Bantul bukan PAK palsu. Maman menjelaskan mencuatnya kasus PAK palsu di Kabupaten Kulonprogo menyebabkan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Provinsi DIY mengundang BKD dan Inspektorat daerah Jumat pagi. Dalam pertemuan tersebut BKN mengimbau BKD dan inspektorat di setiap daerah untuk mendata PAK dan memastikan keasliannya. PAK merupakan salah satu syarat bagi guru untuk naik golongan. Ketidaktahuan guru dapat menjadi penyebab PAK palsu karena karya ilmiah yang dipersyaratkan tidak diurus melalui Pemda melainkan dititipkan kepada oknum yang tidak bertanggung jawab. Maman menerangkan prosedur yang benar adalah melalui Dinas Pendidikan dan BKD setempat lalu dikirimkan ke Depdiknas. Di Bantul terdapat 29 pengguna PAK yang akan diperiksakan ke Depdiknas Senin 30 Maret 2009.

Selain itu dalam pertemuan tersebut BKN juga membahas mengenai adanya dugaan ijazah ilegal STKIP Catur Sakti. Maman menyebutkan kurang dari 100 ijazah yang diduga palsu akan didata oleh Kopertis. Kopertis kemudian akan menyerahkan data tersebut ke BKN. BKN akan memutuskan legalitas ijazah dan tindak lanjut yang harus ditempuh. (lia)

 

Tembi masih butuh promosi

Kp Desa Wisata Tembi masih membutuhkan sarana promosi agar lebih dikenal. Kepala Dusun Tembi Ibnu Sutopo mengaku meski sudah terdapat kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri namun jumlahnya belum signifikan. Kondisi ini dapat dilihat dari tingkat hunian homestay milik warga yang lebih sering kosong. Ibnu menjelaskan di desa wisata tembi terdapat 38 homestay milik warga yang harganya sewannya sekitar 82 ribu rupiah perhari. Harga ini sudah termasuk paket wisata lainnya seperti bertani,hiburan musik dan kuliner tradisional serta membuat kerajinan. Melihat potensi yang besar untuk berkembang ibnu sangat membutuhkan peran serta pemerintah terutama dalam promosi.

Sementara itu Ali salah satu warga yang memiliki homestay mengaku belum terdapatnya standarisasi dalam pengelolaan homestay sering memunculkan komplain dari wisatawan. Khususnya wisatawan mancanegara yang sangat menjaga kebersihan dan ketepatan waktu. Ali menilai standarisasi pengelolaan homestay harus diikuti dengan peningkatan harga sewa. Ali mengaku harga sewa 50 ribu rupiah perhari terlalu murah karena pemilik homestay harus menyediakan sarapan berupa kopi dan makanan ringan serta makan siang. Ali menambahkan belum terdapatnya standarisasi dalam pengelolaan Home stay menyebabkan wisatawan tidak betah tinggal lebih lama. (tok)

 

Pembahasan LKPJ dipastikan molor

Kp DPRD Bantul dipastikan baru dapat membahas Laporan Kerja Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati setelah 9 April 2009. Wakil Ketua DPRD Bantul Slamet Abdulah menyampaikan pernyataan ini seusai memimpin rapat Panitia Musyawarah DPRD Bantul beberapa waktu lalu. Slamet menilai masih terdapat cukup alokasi waktu untuk membahas LKPJ Bupati setelah 9 April 2009. Sebab menurut Slamet pembahasan LKPJ oleh DPRD hanya bersifat progres report. Sehingga DPRD hanya dapat memberikan catatan strategis. Slamet menilai kondisi ini tidak lepas dari posisi DPRD dan Bupati yang sama-sama dipilih oleh rakyat. (tok)

 

Kak Wes kembali hibur anak-anak lewat dongeng

KP Dinas Pendidikan Dasar bekerjasama dengan Tim Lembaga Dongeng Yogyakarta kembali mengadakan acara dongeng untuk siswa Taman kanak kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) bersama Kak Wes di Pendopo Parasamya Sabtu pagi. Sebelumnya Kak Wes sudah mendongeng untuk siswa SD pada bulan Februari 2009. Ketua Himpunan PAUD Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Bantul Suyatminah mengatakan acara ini bertujuan untuk memperkenalkan dongeng sebagai media penyampaian pendidikan budi pekerti dan perilaku positif pada anak. Suyatminah menjelaskan anak usia TK dan PAUD dengan mudah menyerap pendidikan yang diterimanya, oleh karena itu pelaku pendidikan perlu menanamkan perilaku positif sejak anak berusia dini. Acara juga diselingi dengan melukis pada selembar kertas untuk mengembangkan kreatifitas anak dalam bercerita. (lia)

Maret 30, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: