Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Warga Kuwaru tolak TPR

1 April 2009

Kp Warga dusun Kuwaru Poncosari Srandakan yang tergabung dalam kelompok nelayan Fajar Arum menolak keberadaan Tempat Pemngutan Retribusi (TPR) di pantai Kwaru. Warga mengaku pendapatannya turun mencapai 50 persen setelah pengunjung sempat 2 hari dimintai retribusi. Padahal menurut ipan salah satu pemilik warung makan di pantai kuwaru sebagian pemasukan digunakan untuk renovasi pantai kuwaru. Ipan menjelaskan setiap bulan pemilik warung dimintai iuran antara 8 hingga 25 ribu rupiah. Upaya ini terpaksa dilakukan karena renovasi pantai kuwaru belum tersentuh dana dari pemerintah kabupaten Bantul. Warga juga mengaku keberatan dengan keberadaan TPR karena terkesan liar. Selain petugasnya tidak berseragam tiket yang digunakan sudah kadaluwarsa dan bertuliskan retribusi masuk obyek wisata pandansimo. Warga juga mengaku kaget karena sebelummnya tidak terdapat sosialisasi berkaitan dengan keberadaan TPR. Warga juga menilai retribusi sebesar 5.000 rupiah terlalu memberatkan. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan warga dengan perwakilan Dinas kebudayaan dan pariwisata Bantul selasa siang di pantai kuwaru.

Menanggapi pernyataan warga kepala bagian keuangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul Tri Budiarto mengatakan berdasarkan Peraturan Daerah No 32 tahun 2008 Pantai Kuwaru menjadi salah satu obyek wisata yang dikenai retribusi. Namun berdasarkan Perda besarnya retribusi hanya 2.750 rupiah untuk sepeda motor dan 3.250 untuk mobil. Sehingga cukup mengagetkan bila dilapangan besaran retribusi mencapai 5.000 rupiah. Tri menjelaskan retribusi untuk pantai kuwaru sudah berjalan sejak tahun 2000 dengan sistim sharing 60 persen untuk pemerintah desa dan 40 persen untuk pemerintah kabupaten Bantul. Namun dengan keluarnya peraturan daerah terbaru maka sistim sharing sudah tidak berlaku. Tri mengaku akan membawa aspirasi warga ini ke pemerintah kabupaten Bantul.

Sementara itu staf bagian hukum seta Bantul Ambari Sutadi yang turut hadir dalam pertemuan mengatakan berdasarkan amanat dari DPRD Bantul maka setiap peraturan daerah yang sudah disyahkan harus segera dilaksanakan. Namun bila ternyata terdapat keberatan dari warga masyarakat maka pelaksanaannya dapat ditangguhkan. Ambari menegaskan tidak seluruh item dalam Perda dapat ditangguhkan. Namun hanya item-item tertentu yang pembahasannya dilakukan di tingkat kabupaten.

Dibagian lain ketua Komisi C DPRD Bantul Uminto Giring Wibowo menegaskan keberadaan TPR bukan harga mati. Sebab dalam salah satu pasalnya menyatakan bila terdapat keberatan dari warga masyarakat maka pemerintah kabupaten Bantul dapat melakukan peninjauan ulang. Namun menurut giring alasan yang disampaikan harus mendasar seperti obyek wisata masih dalam masa pertumbuhan. Giring menilai keberadaan TPR bertujuan mensejahterakan warga sekitarnya. Namun bila ternyata justru menimbulkan masalah lebih baik ditiadakan. Giring menilai secara pribadi pantai kuwaru belum layak dikenai retribusi karena masih dalam masa perkembangan. Berkiatan belum terdapatnya sentuhan dana dari pemerintah kabupaten Bantul untuk pengembangan pantai kuwaru giring mengaku akan meminta pemerintah kabupaten Bantul untuk memberikan prioritas kepada pembangunan pantai kuwaru. (tok)

 

PDP gelar jathilan, Hemas beri sumbangan

KP Pertunjukan jathilan kembali menyemarakkan kampanye partai politik. Kali ini Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) yang menggunakan jathilan untuk menarik massa dalam kampanye terbuka di Lapangan Mulyodadi Bambanglipuro Selasa siang. Kampanye menghadirkan kelompok kesenian jathilan Ronggo Arum Kusumo dari Kecamatan Kasihan yang pernah meraih juara pertama kesenian jathilan se-Kabupaten Bantul. Namun demikian massa yang datang justru didominasi oleh warga sekitar, bukan dari kader maupun simpatisan. Pimpinan Kolektif PDP Provinsi DIY Widodo Cahyono mengatakan kampanye di Kabupaten Bantul yang diselenggarakan oleh ranting PDP Kabupaten Bantul dipusatkan di Lapangan Mulyodadi Bambanglipuro. Sedangkan acara pengobatan gratis di Banguntapan merupakan agenda PDP Provinsi DIY. Selain kampanye terbuka, PDP juga menyelenggarakan kampanye door to door kepada petani di 15 kecamatan di Bantul. Melalui kampanye tersebut petani dikenalkan dengan pupuk PDP yang harganya terjangkau. Widodo menambahkan PDP Bantul mentargetkan perolehan 3 kursi di DPRD Bantul.

Di bagian lain calon anggota DPD GKR Hemas juga menyelenggarakan kampanye di Posyandu Blimbing Kadibeso Sabdodadi Bantul Selasa pagi. Kurang lebih 200 simpatisan GKR Hemas hadir dalam kampanye tersebut. Dalam kesempatan itu GKR Hemas memberikan bantuan senilai 2 juta rupiah kepada warga dan mengingatkan ibu rumah tangga untuk memperhatikan gizi anaknya terutama yang masih balita. (lia)

 

Pembunuh dihukum hingga 13 tahun

Kp MH PN Bantul yang diketuai M Sukusno Aji selasa siang menjatuhkan putusan pidana penjara selama 13 tahun kepada Wawan Ardiyanto serta 10 tahun masing-masing kepada Iksan Suryono dan Yudi wibowo. Ketiganya terdakwa dalam kasus pembunuhan terhadap Wagimin warga Jagan Bangunjiwo Kasihan. Dalam putusannya MH menyatakan ketiga terdakwa terbukti melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Putusan MH ini lebih ringan dibanding tuntutan JPU Basaria Marpaung yang menuntut pidana panjara 20 tahun kepada Wawan serta 16 tahun kepada Iksan Suryono dan Yudi Wibowo. Dalam putusan terungkap selain menghilangkan nyawa wagimin pelaku juga melukai kakak korban Tri Bina. Menanggapi putusan MH ketiga terdakwa menyatakan pikir-pikir. Sementara itu dalam sidag terpisah dengan MH yang diketuai M Sukusno Aji menjatuhkan putusan 5 tahun penjara kepada Yanuar dan bebas kepada Adil. Dalam putusannya MH menyatakan Adil tidak berada di lokasi saat peristiwa terjadi. Sedangkan terdakwa Yanuar tidak terlibat langsung dalam pembunuhan karena hanya menunggu diluar rumah. Putusan MH ini lebih ringan dibanding tuntutan JPU Basaria Marpaung yang menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun. (tok)

 

Keputusan perundingan tripartite PT Surya Pelem Sewu

Karyawan diberi pesangon Rp2 juta

KP Konsultan perusahaan PT Surya Pelem Sewu I Nyoman Subiya akhirnya mengabulkan pesangon bagi 47 karyawan yang dirumahkan hingga delapan bulan. Kesepakatan dengan karyawan dicapai dalam perundingan tripartit di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dianakertrans) Bantul Selasa pagi. Nyoman mengaku pihaknya sebelumnya telah menentukan jumlah pesangon senilai 2 juta rupiah bagi masing-masing karyawan. Namun karena sebagian dari karyawan tidak menyetujuinya dan memperkarakannya hingga ke DPRD Bantul maka perusahaan menurunkan pesangon menjadi 1 juta rupiah per karyawan. Hal ini menyebabkan karyawan meninggikan tuntutan sesuai dengan undang-undang yang berlaku mencapai lebih dari 2 juta rupiah pada awal perundingan. Nyoman kemudian menjelaskan kemampuan perusahaan hanya mencapai 2 juta rupiah per keryawan sehingga kedua pihak sepakat. Nyoman merinci pesangon yang diberikan senilai 2 juta rupiah per orang bagi karyawan yang digaji harian dan 2,3 juta rupiah per orang bagi karyawan yang digaji bulanan. Nyoman menambahkan hanya 47 karyawan yang berhak mendapatkan pesangon karena di luar daftar tersebut adalah karyawan borongan yang tidak terikat kontrak. (lia)

 

Sehari dua curat di Bantul

KP Selasa pagi dua kasus pencurian dengan pemberatan (curat) terjadi di dua lokasi masing-masing Sewon dan Banguntapan. Di Sewon pelaku menyatroni rumah seorang kakek bernama Maryono 60 tahun di Dusun Gabusan Timbulharjo. Pelaku memasuki rumah korban dari kamar belakang dengan mencongkel jendela sekitar pukul 5 pagi. 3 buah telepon genggam dan 2 buah jam tangan amblas dibawa pelaku. Pelaku kemudian melanjutkan aksinya menuju dapur dan membawa lari dua buah tabung gas ukuran 3 kilogram. Kerugian yang diderita korban diperkirakan mencapai 2,5 juta rupiah. Petugas Polsek Sewon memperkirakan kondisi korban yang sudah tua dan menderita stroke menyebabkan pelaku berani memasuki rumah korban.

Sementara itu di Banguntapan kasus curat menimpa Erna warga Kotabaru Yogyakarta yang sedang bermalam di perumahan Blok O Lanud Adisucipto Banguntapan. Selasa sekitar pukul 5 pagi korban terbangun dan melihat kaca rumah bagian belakang rusak. Korban kemudian mengetahui tas kerjanya hilang. Tas tersebut berisi kartu ATM, KTP, SIM, STNK, jam tangan, dua buah handphone, bros emas seberat 5 gram dan uang tunai senilai 500 ribu rupiah. Selain itu sepeda motor Honda Vario milik korban juga hilang dibawa pelaku. (lia)

 

 

April 1, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: