Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Petani sulit pasarkan beras organik

3 April 2009

Kp petani padi organik di Bantul masih menghadapi kendala pemasaran. Nagtijo ketua kelompok tani Madya dusun Jayan Kebonagung Imogiri mengaku terpaksa menjual beras organik dengan harga seperti beras biasa sekitar 5.400 rupiah perkilogram. Padahal seharusnya harga jual beras organik mencapai lebih dari 6 ribu rupiah perkilogram. Langkah ini terpaksa ditempuh karena distributor hanya bersedia memasarkan beras organik yang berbau harum seperti menthik wangi,pandan wangi dan rojo lele. Sementara seluruh anggota kelompok tani madya menanam varietas IR 64. Nagtijo mengaku petani mengalami kerugian bila terus menjual beras organik dengan harga dibawah 6 ribu rupiah perkilogram. Sebab dengan penanaman sistim organik produkstifitas akan turun. Bertolak dari kondisi ini kelompok tani madya akan menanam varietas menthik wangi pada masa tanam berikutnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Pertanian Organik Agung Gunawan mengaku pasar beras organik di indonesia masih sangat terbuka. Agung mengatakan saat ini justru konsumen yang aktif mencari beras organik. Namun konsumen hanya bersedia membeli jenis beras organik aromatik seperti varietas menthik wangi yang baunya harum. Sementara varietas lain seperti IR 64 tidak memiliki nilai jual meski ditanam secara organik. Agung menambahkan kota-kota besar seperti Jakarta,Surabaya dan Bandung menjadi pasar terbesar beras organik. Dengan harga jual setelah dikemas mencapai 7 ribu rupiah perkilogram.

Dibagian lain Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Edi Suharyanto mengaku masih terdapatnya presepsi yang salah dari konsumen terhadap beras organik menjadi kendala dalam pemasaran beras organik petani Bantul. Edi menjelaskan selama ini konsumen terlanjur menilai beberapa varietas seperti Pandan wangi,Menthik wangi dan rojolele yangt berbau harum sebagai beras organik meski tidak ditanam secara organik. Sebaliknya varietas lain yang tidak berbau harum dianggap bukan beras organik meski ditanam dengan sistim organik. Edi mengaku untuk membuktikan beras petani bantul sebagai beras organik,dalam jangka pendek akan dituliskan alamat kelompok tani sehingga konsumen dapat membuktikan kepada yang bersangkutan. Sementara dalam jangka panjang petani akan beralih menanam varietas yang harum dengan sisitim organik. (tok)

 

Panwaslu temukan kekeliruan DPT online

KP Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bantul menerima laporan dari seorang pemilih yang mengaku tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT) online. Anggota Panwaslu Bantul Herlina mengaku menerima laporan tersebut dari Suyadiyanto warga Dusun Mangiran Trimurti Srandakan. Herlina menjelaskan Suyadiyanto mengecek namanya di situs www.dptdiy.org/main.php dengan memasukkan nomor KTP. Namun Suyadiyanto mendapati nama yang tercantum berdasarkan nomor KTP nya adalah nama Warsudi/Sajan. Herlina juga mengaku pihaknya menerima laporan kekeliruan dalam DPT di lima kecamatan diantaranya Kecamatan Kretek, Pundong, Sanden, Pandak dan Srandakan. Sebagian besar kekeliruan adalah penggandaan nama yang tercantum di dua tempat pemungutan suara (TPS).

Ketua Panwaslu Bantul Tentrem Widodo menambahkan pihaknya telah melaporkan kekeliruan DPT online yang dialami Suyadiyanto kepada KPU Bantul. Kemungkinan besar KPU hanya akan menempel nama yang benar pada DPT yang telah dicetak karena KPU tidak dapat melakukan perubahan data DPT lagi. Tentrem menambahkan pihaknya juga telah menghubungi Panwascam di lima kecamatan yang terdapat kekeliruan DPT di dalamnya. Tentrem kemudian mendapatkan laporan dari PPK Kecamatan Sanden bahwa pihak PPK telah menyelesaikan kekeliruan DPT di Kecamatan Sanden. Tentrem mengimbau kepada setiap pemilih yang merasa dirugikan karena kekeliruan DPT untuk segera melapor kepada KPPS, PPS, Panwascam atau Panwas Kabupaten terdekat paling lambat tanggal 5 April 2009. (lia)

 

Tahanan rutan pajangan terima sosilisasi pemilu

03-sosialisasi-rutanKP Kamis pagi KPU Bantul mensosialisasikan pemilu kepada tahanan di Rutan Pajangan melibatkan Putra Putri Bantul. Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Bantul Nurudin Latif mengatakan tahanan memiliki hak untuk memilih seperti halnya warga sipil biasa. Untuk itu KPU Bantul perlu melaksanakan tugasnya diantaranya sosialisasi, simulasi dan pelaksanaan pemilu. Latif menambahkan berdasarkan peraturan yang berlaku, KPU boleh mengadakan TPS ekstra di rutan. KPU Bantul kemudian menambahkan satu daftar TPS baru yang akan didirikan di Rutan Pajangan yaitu TPS 29. Untuk dapat menggunakan hak pilihnya di TPS 29 tahanan harus memiliki kartu A5 yaitu kartu tanda pindah TPS dari TPS asal ke TPS 29. Kartu A5 dapat diurus melalui koordinasi dengan keluarga. Pemilih akan melakukan pemilihan legislatif dengan surat suara mengikuti dapil Kecamatan Pajangan.

Di bagian lain Kepala Rutan Pajangan Sukamto mengaku pihaknya sudah mensosilisasikan kepemilikan A5 untuk pemilih di Rutan. Untuk mengurus A5 tahanan yang berasal dari Kabupaten Bantul Rutan Pajangan dibantu oleh KPU Bantul. Sedangkan bagi tahanan yang berasal dari luar Bantul Sukamto meminta bantuan keluarga tahanan yang berkunjung atau meminta tahanan menghubungi keluarganya melalui fasilitas komunikasi yang tersedia. Hingga kini pihaknya belum menerima kartu A5 bagi pemilih di Rutan. Sukamto menambahkan adanya TPS 29 di dalam rutan akan mempermudah pengamanan pihaknya mengawasi pemilu daripada harus mengawal tahanan di TPS luar. Saat ini di Rutan Pajangan terdapat 163 tahanan laki-laki yang terdiri dari 89 warga bantul dan 74 warga luar Bantul. (lia)

 

Ruang arsip kurang layak

Kp kondisi ruang penyimpanan arsip di kantor arsip kabupaten Bantul kurang layak. Selain tidak terdapatnya pendingin ruangan,sebagian atap bocor bila hujan turun cukup deras. Salah seorang Arsiparis kantor Arsip Bantul agus Subiyanto mengaku selain kondisi ruang penyimpanan yang kurang layak ribuan arsip dari Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) yang tidak disertai keterangan menyebabkan kesulitan dalam proses pendataan. Sebab jumlah arsip yang harus didata tidak sebanding dengan personil yang hanya sekitar 5. Sehingga diperkirakan sampai seluruh personil pensiun proses pendataan belum selesai. Untuk mengantisipasi permasalahan ini kantor arsip sudah menggulirkan program pelatihan bagi arsiparis di setiap SKPD sejak tahun 2003. Dengan pelatihan ini diharapkan seluruh arsip yang masuk ke kantor arsip sudah tertata. Agus menilai pembentukan kantor arsip sekitar tahun 1999 sedikit terlambat. Padahal keberadaan kantor arsip sangat penting untuk mendokumentasikan berbagai peristiwa yang sudah terjadi. Selain sebagai bentuk dokumentasi arsip juga dapat menjadi media pembelajaran bagi generasi selanjutnya. (tok)

 

Ditemukan mayat gelandangan

KP Polsek Banguntapan menerima laporan penemuan mayat di sebuah gubuk di pinggir jalan tepatnya di Desa Tamanan Banguntapan Kamis siang. Sekitar pukul 11 di gubuk tersebut ditemukan mayat perempuan dengan tinggi 150 senti meter yang diperkirakan berusia sekitar 40-50 tahun. Mayat perempuan ini mengenakan sarung dan membawa plastik bekas pembungkus makanan. Petugas kepolisian memperkirakan perempuan tersebut adalah gelandangan yang meninggal dunia karena tidak terurus,sebab dari hasil pemeriksaan dokter tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. (tok)

 

April 4, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: