Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Kapolres: 4 TPS rawan

8 Maret 2009

KP Kapolres Bantul Stephen M Napiun memastikan adanya empat TPS rawan di Bantul pada pemilu 2009. Meski demikian Stephen merahasiakan lokasi empat TPS rawan tersebut. Hal ini disampaikannya di sela-sela pengawalan logistik ke TPS terpencil di Dusun Ngliseng Banjarharjo Muntuk Dlingo Selasa siang. Dalam kesempatan tersebut Kapolres Bantul Stephen M Napiun turut mengawal logistik ke lokasi dengan mengendarai trail. Stephen menjelaskan kategori TPS rawan diantaranya TPS yang memiliki jarak tempuh lebih dari 30 menit dari pusat kecamatan dan TPS dengan permasalahan seperti kekeliruan daftar pemilih tetap (DPT). Untuk mengantisipasi kerusuhan, Polres Bantul mengerahkan 954 personil di TPS, 200 personil dari Polda DIY yang ditempatkan di polsek-polsek dan 80 pasukan pemukul. Khusus untuk TPS rawan Polres mempersiapkan pleton pasukan khusus, masing-masing pleton terdiri dari 30 personil. Sedangkan untuk mengantisipasi kesulitan medan dan jarak tempuh, Polres Bantul mendatangkan bantuan dari Terjal Bantul atau komunitas trail Bantul yang berjumlah 20 personil. Secara umum Stephen mengakui tingkat kerawanan pemilu 2009 lebih tinggi daripada pemilu 2004.

Dalam pengawalan logistik ke Dusun Ngliseng tersebut kedatangan petugas KPU dan Polres Bantul diterima langsung oleh Kepala KPPS Ngliseng Asinarti. Asinarti mengatakan secara garis besar tidak ada kendala yang berarti dalam persiapan pemilu. Pihaknya sudah merencanakan penenmpatan bilik suara di dalam rumah Kepala Dukuh. Bila terjadi kekurangan bilik suara petugas KPPS telah mempersiapkan kamar di rumah tersebut yang difungsikan sebagai bilik suara. Asinarti menambahkan jumlah pemilih di TPS ngliseng sebanyak 280. Logistik yang diantarkan diantaranya empat kotak suara DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI dan DPD. Masing-masing kotak suara dilengkapi keperluan logistik lain seperti tinta, bolpoin dan undangan pemilih. Total jumlah surat suara yang diterima sebanyak 294 lembar.

Anggota KPPS Ngliseng Aris menambahkan kendala utama yang dihadapi petugas KPPS adalah adanya warga buta aksara mencapai 60% dari total DPT. Mereka kesulitan dalam mengenali partai pilihannya dan caleg yang akan dipilih. Sebagian besar penyandang buta aksara tersebut adalah manula.

Menanggapi hal itu Ketua KPU Bantul Budi Wiryawan menyarankan anggota KPPS untuk memajang contoh surat suara di TPS. Saat hari pemilihan tiba, para pemilih dapat melihat poster terlebih dahulu dan bertanya kepada petugas KPPS bila terdapat hal yang kurang diketahui. Khusus pemilih manula dapat meminta pendampingan kepada petugas KPPS atau orang yang dipercaya. (lia)

Serangan tikus masih jadi ancaman

Kp Serangan tikus masih menjadi ancaman bagi sebagian petani di Bantul. Seperti petani di dusun Blawong Trimulyo Jetis yang 10 persen tanaman padinya dimakan tikus setiap musim tanam. Jumlah ini relatif besar mengingat produktifitas yang mencapai 7,6 ton perhektar. Dengan luas lahan mencapai 30 hektar. Ketua Kelompok tani Blawong Dwijo Pawiro mengaku serangan tikus menjadi ancaman bagi petani Blawong sejak dulu. Sebelum petani melakukan gropyokan kehilangan padi mencapai 30 persen setiap musim tanam. Jumlah ini dapat ditekan menjadi 10 persen setelah petani melakukan pemberantasan dengan sisitim memberi umpan racun. Menilai sistim ini tidak dapat membunuh tikus kecil maka petani beralih menggunakan sisitim emboss. Dwijo menilai dengan sistim embos seluruh tikus didalam sarang dapat terbunuh. Dwijo berharap sistim embos dapat menekan prosentase kehilangan padi mencapai 5 persen. Dwijo menambahakan obat beserta peralatan embos merupakan bantuan dari Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Edi Suharyanto mengatakan tikus menyerang tanaman padi di kecamatan Sedayu,Jetis,Banguntapan dan Kasihan. Tingkat serangan terbesar terjadi di sedayu mencapai 140 hektar dengan rata-rata kehilangan padi mencapai 60 persen. Diikuti Jetis seluas 60 hektar dengan rata-rata kehilangan padi mencapai 30 persen. Sedangkan di Kasihan dan Banguntapan relative kecil. Untuk menekan populasi tikus Dinas Pertanian dan Kehuanan Bantul menggalakan pemberantasan 3 kali dalam satu musim tanam. Edi menjelaskan sistim gropyokan sangat ideal dilakukan setelah panen. Sementara sebelum panen petani dapat menggunakan sistim embos. Edi menambahkan dengan tingkat kerusakan seperti ini tikus menjadi hama perusak nomor 2 setelah tungro atau kutu batang daun. (tok)

Anggota Panggar sesalkan pelaksanaan Rapat Pimpinan

Kp Anggota Panitia Anggaran DPRD Bantul Agus Efendi menyesalkan pelaksanaan Rapat Pimpinan DPRD bersama Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) yang tidak melibatkan seluruh elemen anggota DPRD Bantul. Agus menilai meski rapat membahas SK Bupati tentang perubahan APBD namun karena didalamnya terdapat perubahan berkaitan dengan anggaran maka bobotnya sama dengan rapat pembahasan perubahan anggaran. Agus menilai mekanisme ini tidak lazim karena sebelumnya selalu dibahas dengan seluruh anggota DPRD. Agus menilai rakyat menjadi pihak yang paling dirugikan dengan mekanisme ini. Sebab anggaran pemerintah kabupaten Bantul merupakan uang rakyat yang dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Sehingga harus melibatkan seluruh wakil rakyat dalam pembahasannya. (tok)

Dipertahut temukan penipuan terhadap pengecer

Kp Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul menemukan praktek penipuan terhadap pengecer pupuk oleh oknum yang mencatut nama Departemen Pertanian. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Edi Suharyanto mengatakan terdapat 3 pengecer pupuk di wilayah kecamatan Sanden dan Kretek yang menjadi korban. Kepada ketiga pengecer pupuk pelaku mengaku sebagai petugas monitoring distribusi pupuk. Kemudian pelaku meminta uang sebesar 5 juta rupiah. Menanggapi peristiwa ini edi menghimbau kepada pengecer pupuk untuk berhati-hati. Edi menegaskan departemen pertanian tidak pernah memerintahkan stafnya untuk melakukan pemantauan distribusi pupuk. Edi meminta kepada pengecer pupuk untuk menolak,menangkap dan menyerahkan kepada polisi bila kedatangan oknum ini. (tok)

April 10, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: