Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

5 TKI Bantul terlantar

9 April 2009

KP Sekretaris Komisi B DPRD Bantul mendapat keluhan dari keluarga TKI di Sanden tentang keberadaan putranya yang terlantar di Johor Malaysia. Jupri mengatakan menurut keterangan warga Sanden, TKI yang terdampar tersebut adalah Andi Setyawan yang berangkat ke Malaysia sejak 14 Agustus 2008. Jupri mendapatkan keterangan dari orang tua Andi yang mengatakan bahwa 14 TKI asal Indonesia saat ini terlantar di Johor Malaysia. Mereka tidak mendapatkan pekerjaan dan kehabisan bekal sehingga tidak dapat kembali ke tanah air. Dari 14 TKI tersebut, 5 diantaranya warga Bantul yang berusia 20-30 tahun. Mereka berangkat menggunakan jasa PT suka mulya mandiri agung (SMMA) dan rencananya ditempatkan di perusahaan Agenda Ceria. Jupri berpendapat terlantarnya 14 TKI tersebut menunjukkan lemahnya kontrol PJTKI dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras). Namun menurut Jupri saat ini yang terpenting adalah tindak lanjut yang perlu dilakukan supaya 14 TKI tersebut tidak terlantar lagi.

Menanggapi laporan tentang terlantarnya TKI asal Bantul, Disnakertrans Bantul segera mengirim petugas ke Kantor PT SMMA. Kepala Disnakertrans Bantul Sugeng Sudaruno mengatakan pihaknya mendapat kepastian dari PT SMMA bahwa kondisi terlantarnya TKI tersebut tidak benar. Sugeng menjelaskan 14 TKI tersebut mulanya dipekerjakan oleh sebuah perusahaan otomotif di Malaysia. Namun karena krisis global, perusahaan otomotif terpaksa harus melakukan pengurangan karyawan termasuk 14 TKI tersebut. PT SMMA kemudian mengusahakan supaya 14 TKI tetap memperoleh pekerjaan di Malaysia dengan memindahkan mereka ke sebuah perusahaan komputer. Saat ini berkas-berkas dan keperluan lain untuk pemindahan sedang diurus sehingga 14 TKI harus menunggu. Namun PT SMMA memastikan 14 TKI akan memperoleh pekerjaan kembali secepatnya. Sugeng menambahkan karena PT SMMA sudah memiliki jalan keluar pihaknya hanya akan memantau penyelesaian permasalahan. Namun bila permasalahan tidak selesai Disnakertrans akan segera menghubungi Kantor Duta Besar RI di Malaysia untuk menampung 14 TKI tersebut dan memfasilitasinya hingga kembali ke tanah air. (lia)

Semua logistik sudah terkirim ke PPS

KP Satu hari menjelang pemilu semua logistik di Kantor KPU Bantul telah didistribusikan ke PPS. Namun demikian KPU masih memiliki cadangan logistik yang disiapkan untuk mengantisipasi kekurangan logistik pada Hari H. Anggota KPU Bantul Nurudian Latif mengatakan cadangan logistik sudah dimasukkan ke dalam empat mobil operasional yang siap diantarkan ke TPS yang kekurangan. Mobil tersebut berisi berkas-berkas non surat suara, tinta dan peralatan logistik lain. Namun Latif menambahkan pihaknya juga mempersiapkan surat suara cadangan 100 lembar yang diperoleh dari bekas surat suara salah setting yang ternyata dianggap sah oleh KPU Pusat. Latif menjelaskan surat suara tersebut merupakan surat suara dengan bekas-bekas tinta yang sedikit berlebih. Pada saat sortir, surat suara tersebut dinyatakan rusak. Namun setelah terdapat surat resmi dari KPU yang menyatakan suart suara demikian tidak rusak, KPU menjadikannya sebagai cadangan surat suara.

Divisi Pelaksanaan Teknis Pemilu KPU Bantul Nurhuri Mustofa mnambahkan pihaknya juga menyiapkan peralatan khusus untuk mempercepat perhitungan suara. Nurhuri menambahkan tiap TPS diberi fasilitas form C1 IT DPR yang akan diisi tulisan tangan tentang rekap perolehan suara caleg DPR RI. Form tersebut dimasukkan dalam map tersendiri untuk diolah di KPU menggunakan scanner khusus. Scanner akan membaca jumlah yang tertera di form C1 dan menampilkannya di layar komputer. Alat ini mampu melakukan scanning 60 lembar form C1 dalam waktu satu jam. Keuntungan penggunaan alat ini petugas tidak perlu membaca data dari form C1 dan mengetiknya satu per satu di komputer. Meski demikian akurasi alat hanya mencapai 97% sehingga petugas perlu membenarkan kesalahan secara manual. Nurhuri mencontohkan angka 1 yang mungkin dapat terbaca sebagai angka 7 perlu dibenarkan secara manual oleh petugas.

Di bagian lain anggota KPPS Dusun Gumuk Ringinharjo Bantul Slamet Munandar mengaku belum menerima logistik pemilu hingga Rabu siang. Meski demikian pihaknya tidak khawatir dan optimis logistik akan segera datang. Slamet menambahkan di Dusun Gumuk warga sudah selesai gotong royong membangun TPS sejak hari Selasa. TPS dibangun dengan menambahkan tenda di depan rumah kepala dukuh. Tenda dan kursi dipinjamkan dari warga setempat sehingga petugas KPPS hanya perlu memperispkan dana perawatan. Namun petugas KPPS perlu mempersiapkan anggaran lebih untuk konsumsi pembangunan TPS dan konsumsi pemilu. Slamet tidak bersedia menyebutkan total anggaran untuk biaya konsumsi tersebut. (lia)

Kasus KPPS bagi-bagi stiker caleg dihentikan

Kp Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bantul tidak dapat melanjutkan kasus kampanye oleh oknum KPPS di Sedayu ke pelanggaran tindak pidana. Ketua Panwaslu Tentrem Widodo mengaku kekurangan barang bukti untuk dapat mengajukan kasus ini ke tindak pidana. Tentrem mengakui kurangnya kesigapan dari Panwascam Sedayu menyebabkan kurangnya barang bukti dan saksi-saksi dalam kasus ini. Tentrem mengaku sudah berusaha agar pelanggaran dapat diperoses sesuai ketentuan. Namun terdapatnya rentang waktu yang cukup lama antara kejadian dengan laporan menyebabkan kasus ini hanya diproses secara administratif. (tok)

Korban penipuan caleg tuntut P21

Kp Korban penipuan Haryanto caleg Partai Republikan rabu siang mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Bantul. Didampingi kuasa hukumnya Fatoni bermaksud bertemu Kepala Kejaksaan Negeri Bantul. Kuasa hukum Fatoni Asman Semendaway mengatakan maksud kedatangan untuk menanyakan lamanya proses penyidikan. Asman menjelaskan berdasarkan tahapan seharusnya saat ini Kejaksaan Negeri sudah mengeluarkan P21. Namun hingga selesainya masa penahanan Polres Bantul 27 Maret 2009 belum terdapat keputusan dari Kejaksaan Negeri Bantul. Padahal berdasarkan keterangan penyidik Polres seluruh persyaratan yang diminta Kejaksaan Negeri Bantul sudah dipenuhi,termasuk hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik terhadap kesamaan antara tanda tangan pelaku di dalam cek dan di Berita Acara Pemeriksaan. Akibatnya saat ini pelaku tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor. Asman khawatir kondisi pelaku yang tidak berada dalam tahanan dapat mempengaruhi saksi-saksi lain dalam kasus ini.

Sementara itu dihubungi secara terpisah Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bantul Widagdo Mulyono Petrus mengaku Kejaksaan Negeri Bantul tidak bermaksud menunda-nunda keluarnya P21. Namun menurut Widagdo saat ini Kejaksaan Negeri Bantul masih dalam masa penyusunan P21. Sebab berdasarkan aturan hukum Kejaksaan Negeri memiliki waktu 14 hari setelah masa berakhirnya penahanan oleh penyidik untuk menentukan sikap. Bila berakhirnya masa penahanan pada 27 Maret 2009 maka Kejaksaan Negeri harus menentukan sikap paling lambat 10 April 2009. Widagdo optimis sebelum tanggal 10 April 2009 Kejaksaan Negeri Bantul sudah dapat menentukan sikap. Sebab rabu siang Kejaksaan Negeri Bantul sudah menggelar ekspos kasus ini. Widagdo menambahkan kasus ini sebenarnya hanya hutang piutang antar 2 sahabat. Namun karena salah satu menjadi caleg maka menjadi menarik. (tok)

April 14, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: