Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Caleg PAN dilaporkan

13 April 2009

Kp Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bantul sabtu pagi melaporkan indikasi money politik oleh salah satu caleg Partai Amanat Nasional ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) di Mapolres Bantul. Anggota Panwaslu Bantul Harlina menjelaskan berdasarkan hasil pengkajian terhadap laporan indikasi pelanggaran pidana cukup kuat sehingga ditindaklanjuti ke Gakumdu. Harlina mengatakan untuk melengkapi laporan Panwaslu juga menyertakan bukti-bukti diantaranya identitas pelapor,terlapor dan saksi,tempat kejadian perkara serta uang yang dibagikan kepada masyarakat. Sebagaimana diberitakan sebelumnya pagi hari menjelang hari pemungutan suara 9 April 2009 Panwascam Bantul menerima laporan bagi-bagi uang oleh tim sukses salah satu caleg PAN dari warga masyarakat Manding Kidul Trirenggo. Menindaklannjuti laporan warga Panwascam melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan terlapor. Karena indikasi tindak pidananya cukup kuat Panwascam melanjutkan laporan hingga ke Gakumdu. Senin pekan depan Gakumdu berencana menggelar ekspos untuk kasus ini.

Sementara itu selama pelaksanaan pemungutan suara kamis 9 April 2009 Panwaslu Bantul melakukan pemantauan di 60 persen Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Bantul. Ketua Panwaslu Bantul Tentrem Widodo mengatakan pemilihan TPS berdasarkan catatan tingkat kerawanan pada pemilu sebelumnya. Sedangkan titik berat pemantauan ditujukan terhadap netralitas Kelompok Petugas Pemungutan Suara (KPPS),kerumunan massa di sekitar lokasi TPS dan ketersediaan logistik. Tentrem menambahkan berdasarkan hasil pemantauan pelaksanaan pemungutan suara sudah berjalan sesuai peraturan dan tidak terdapat pelanggaran. (tok)

 

Sistem baru ciptakan golput administratif

KP Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul Budi Wiryawan mengakui sistem baru pemilu 2009 menyebabkan banyaknya golongan putih (golput) administratif. Sistem baru yang dimaksud adalah pendataan daftar pemilih tetap berdasarkan kartu tanda penduduk (KTP). Budi beranggapan hal ini menyebabkan warga dengan KTP Bantul namun tinggal di luar Bantul yang tidak mengurus kartu A5 menjadi golput administratif. Budi memastikan sebagian besar golput di Bantul terjadi karena golput administratif, bukan golput murni. Meski demikian Budi tidak dapat memperkirakan jumlahnya karena jumlah suara masih dihitung. Menanggapi partisipasi menggunakan hak pilih di Bantul yang cukup tinggi tahun 2004, Budi menjelaskan sistem pemilu saat itu mempermudah pemilih. Budi menerangkan pemilu 2004 berpedoman pada domisili, warga yang tinggal 6 bulan berturut-turut atau lebih di suatu tempat akan didata sebagai pemilih tanpa harus menunjukkan KTP. (lia)

 

70% napi tidak mencontreng

KP 70% narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Pajangan tidak menggunakan hak pilihnya. Ketua KPPS TPS 29 Guwosari Pajangan Sirwan mengatakan dari total 165 napi, hanya 53 atau 30% yang memiliki kartu A5 untuk pindah TPS. Sirwan menjelaskan kemungkinan napi tersebut tidak terdaftar dalam Daftar pemilih tetap (DPT) di tempat tinggal asalnya. Pendataan DPT pada pemilu kali ini menggunakan persyaratan KTP. Sirwan menambahkan kendala dalam pengurusan kartu A4 juga dapat menyebabkan napi tidak menggunakan hak pilihnya. Sirwan menjelaskan bila sudah terdaftar dalam DPT keluarga napi dapat mengurus kartu A5. Namun kesulitan pengurusannya karena berbagai sebab teknis maupun non teknis menyebabkan keluarga tidak mengurus A5. Sebelumnya petugas KPPS sudah mensosilisasikan pembuatan A5 sejak pertengahan Maret 2009.

Kepala Rutan Pajangan Sukamto membenarkan sulitnya pengurusan Kartu A5 menjadi penyebab utama napi tidak menggunakan hak pilihnya. Meski sudah bekerjasama dengan keluarga napi dan KPU Bantul, Sukamto mengatakan banyak kendala yang muncul saat mengurus kartu A5 . Sukamto mencontohkan ketika petugas mengurus Kartu A5 berdasar alamat yang tertera di Rutan ternyata tidak mendapati nama napi. Hal ini terjadi pada pengurusan kartu A5 napi yang tinggal di Bantul. Sukamto menambahkan penyebab lain adalah tidak terdaftarnya napi di DPT tempat tinggalnya meskipun alamat yang tertera sudah benar. (lia)

 

Sebagian penca kesulitan menuju TPS

KP Sebagian penyandang cacat tubuh terpaksa tidak menggunakan hak pilihnya karena minimnya fasilitas. Salah satunya Jayari warga Dusun Dukuh Guwosari Pajangan yang lumpuh akibat kesleo. Akibatnya Jayari harus berjalan menggunakan kruk dan kesulitan menggunakan tangannya untuk menulis. Karena untuk mencapai TPS tidak mudah dan tidak ingin merepotkan keluarganya, Jayari memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya. Padahal Jayari sudah menerima kartu C4 atau undangan untuk memilih dari TPS setempat. Jayari menambahkan petugas KPPS juga tidak ada yang mendatanginya untuk membantu mencontreng.

Ketika dimintai konfirmasi Ketua KPPS TPS 9 Dukuh Guwosari Pajangan Zaitun mengatakan pihaknya tidak mendatangi Jayari karena cukup repot mengurus kelangsungan pemilu di TPS 9. Zaitun menambahkan tidak ada peraturan khusus yang mengharuskan petugas KPPS mendatangi warga yang kesulitan menuju TPS. Menurut Zaitun hal tersebut kemudian menjadi tanggung jawab keluarga atau warga sekitar untuk mengantar warga yang kesulitan menuju TPS.

Hal yang hampir sama juga terjadi di TPS 42 Pepe Trirenggo Bantul. Ketua KPPS 42 Pepe Agus Gunawan mengatakan sebagian besar pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut adalah manula. Agus mengatakan mereka kesulitan menuju TPS dan tidak mengenal baik caleg pilihannya. Bahkan beberapa hari menjelang pemilu Agus didatangi warga manula yang menyatakan permintaan maafnya untuk tidak menggunakan hak pilih. Menanggapi hal itu Agus tidak dapat berbuat banyak karena tidak ada aturan yang mengharuskannya mendatangi pemilih.

Di bagian lain Divisi Pelaksanaan Teknis Pemilu KPU Bantul Nurhuri Mustofa mengatakan keharusan mendatangi pemilih yang sedang sakit hanya berlaku untuk Rumah Sakit. Sedangkan bagi warga sakit di rumah dapat meminta bantuan kepada keluarga atau orng yang dipercaya untuk mencapai TPS. Setelah sampai di TPS, petugas KPPS 5 dan 6 dapat membantu pelaksanaan pemilihan suara misalnya memapah hingga bilik suara. Nurhuri menambahkan bila petugas KPPS berinisiatif untuk mendatangi warga yang sakit, hal tersebut merupakan kebijakan local petugas setempat yang tidak melanggar aturan. (lia)

 

2 Hari setelah pemilu, kantor DPRD sepi

Kp 2 hari setelah pemungutan suara legislatif suasana di kantor DPRD Bantul masih lengang. Selain staf DPRD yang menjalankan tugas rutin hanya tampak 2 anggota fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ngantor. Beberapa anggota DPRD bantul yang dihubungi lewat telpon mengaku masih mengamankan suara. Bila kondisi ini terus terjadi dikhawatirkan beberapa agenda yang harus segera dilaksanakan setelah pemungutan suara legislatif akan terbengkalai. Seperti rencana komisi A DPRD Bantul meninjau kesiapan pelaksanaan Ujian Nasional. Anggota Komisi A DPRD Bantul Agus Efendi mengaku belum memastikan jadwal pemantauan karena anggota komisi lainnya belum aktif. (tok)

Korban tenggelam Sungai Progo ditemukan

Kp Setelah sekitar 2,5 jam melakukan penyisiran 21 personil Tim SAR Pantai Pandansimo berhasil menemukan Daliman 56 tahun warga Babakan Poncosari Srandakan korban tenggelam di sungai progo. Anggota Tim SAR Pandansimo rismanto mengatakan korban tenggelam minggu siang sekitar pukul 11. Menurut keterangan beberapa penambang korban terlihat menyeberangi sungai untuk mencari rumput di sebelah barat sungai. Diduga korban tidak bisa berenang padahal lokasi di tenggelamnya korban kedalaman air mencapi 2 meter dengan arus cukup deras. Terbukti korban ditemukan sekitar 10 meter dari lokasi tenggelam.

Sementara itu Suraji 34 tahun warga Pandak minggu pagi ditemukan gantung diri di dalam kamarnya. Menurut keterangan M sali salah satu tetangga korban peristiwa ini cukup mengejutkan. M Sali mengatakan malam harinya korban sempat berpesan kepada rekannya untuk pergi jauh dan tidak kembali. Namun perkataan korban ini hanya dianggap gurauan. M Sali memperkirakan masalah keluarga menjadi latarbelakang aksi gantung diri ini. Sebab sebelumnya korban korban sempat terlibat cekcok dengan istrinya. (tok)

 

Persiba gagal raih poin penuh

Kp Gol tunggal pemain Persis Solo Imam Rohmawan pada menit 44 membuyarkan ambisi Persiba Bantul untuk meraih poin penuh pada pertandingan yang digelar minggu sore di Stadion Sultan Agung. Tim Persiba sebenarnya memiliki peluang menyamakan skor ketika wasit Trisna Tiyana memberikan hadiah finalti menyusul dijatuhkannya pemain Persiba di depan gawang Persis Solo. Namun Kahudi Wahyu yang mendapat kesempatan melakukan tendangan finalti gagal memaksimalkan peluang. Hingga akhir pertandingan skor tetap bertahan untuk kemanangan Persis Solo 1-0. Pertandingan sempat terhenti pada menit ke 80 menyusul protes pemain Persis Solo terhadap keputusan wasit memberikan hadiah finalti bagi Persiba Bantul. Kekalahan ini membuat target Persiba menembus liga super menjadi lebih berat. (tok)

 

 

April 14, 2009 - Posted by | Info Harian |

2 Komentar »

  1. Money politik juga terjadi di Dapil 5 Bantul, Caleg Demokrat Nur Rohmah, Caleg PDIP Sutakat HS, bagi-bagi uang untuk beli suara. Semua warga tahu…….

    Komentar oleh warga bantul | April 14, 2009 | Balas

    • terima kasih atas informasinya, semoga dapat ditindaklanjuti

      Komentar oleh infobantul | April 16, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: