Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Parpol keluhkan pemasalahan dalam pemilu

14 April 2009

KP Beberapa partai politik mengeluhkan beberapa permasalahan dalam pelaksanaan pemilu 9 April 2009. Diantaranya Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ketua DPD PKS Bantul Arif Haryanto menilai pelaksanaan pemilu bermasalah. Arif menjelaskan salah satu tindakan kurang professional Panitia Pengawas Kecamaan (Panwascam) Kasihan yang membantu menuliskan rekap jumlah suara di form C1 namun jumlah yang tertulis justru salah. Saksi PKS di tingkat kecamatan yang menemukan kejanggalan dalam salinan form C1 kemudian meminta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Kasihan untuk membuka form C2 yang ada di dalam kotak suara. Mereka kemudian tidak menemukan form C1 di dalam kotak suara, namun saat keadaan memanas form C1 tersebut ditemukan telah tertempel di dinding. Selain itu Arif mengatakan pihaknya juga melaporkan permasalahan lain ketika saksinya di beberapa TPS tidak diberi salinan C1 oleh petugas KPPS. Para petugas mengutarakan alasan beracam-macam diantaranya waktu yang sudah larut malam, tidak mengetahui adanya peraturan tersebut dan bersikeras tidak memberi salinan C1 tanpa alasan. Arif menambahkan permasalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) juga merugikan partainya karena hilangnya sekitar 10.000 potensi suara untuk PKS.

Di bagian lain Wakil Sekretaris DPD PDIP A Yulianto juga mengutarakan hilangnya sebagian suara untuk PDIP akibat kekeliruan pendataan DPT. Meski demikian Yulianto belum dapat menyebutkan jumlah pastinya. Yulianto menilai petugas yang mendata kurang professional karena hanya bekerja di balik meja, tanpa turun langsung ke lapangan. Yulianto menyarankan petugas untuk menemui warga secara langsung pada perbaikan DPT pilpres. Daftar potensi pemilih yang sudah dimiliki petugas dapat digunakan sebagai alat bantu, bukan sebagai acuan utama.

Ketika dikonfirmasi mengenai tindakan membantu PPK dengan menyalin hasil rekap suara, Ketua Panwascam Kasihan Bowo Widodo mengelak. Bowo mengatakan pihaknya tidak pernah membantu PPK menulis salinan rekap suara. sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Bantul Tentrem Widodo menjelaskan berdasarkan peraturan Panwascam diperbolehkan membantu menuliskan salinan rekap. Tentrem menjelaskan tindakan panwascam yang demikian akan membantu pembuatan laporan panwascam ke panwaslu kabupaten. (lia)

 

Berkas money politic belum lengkap

KP Berkas kasus indikasi money politic yang dilakukan salah satu kader caleg parpol di TPS Manding Sabdodadi Bantul hingga kini belum lengkap. Ketua Panwaslu Kabupaten Bantul Tentrem Widodo mengatakan pertemuan Gakkumdu menyatakan berkas-berkas harus segera dilengkapi selama tiga hari ke depan untuk dimasukkan ke Kejaksaan Negeri Bantul. Tentrem menyebutkan pihaknya saat ini masih membutuhkan satu alat bukti baru dan saksi baru. Sejauh ini Panwas sudah mendapatkan alat bukti utama, pelapor yang sudah jelas dan saksi yang kuat. Tentrem menambahkan bila berkas sudah menembus Kejari, maka sekitar 20 hari kemudian akan dilimpahkan ke PN Bantul sebagai kasus tindak pidana. (lia)

 

Anggaran untuk PPK minim

Kp Anggaran untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dari KPU sangat minim. Akibatnya dalam rekapitulasi hasil pemilu PPK harus mengeluarkan uang ektra dari kantong pribadi. Diantaranya untuk kebutuhan makanan kecil atau minuman suplemen agar tetap optimal dalam bekerja. Beruntung masih terdapat dukungan dari warga maupun calon legislatif yang sering membawakan makanan untuk anggota PPK yang sedang melakukan rekapitulasi hasil pemilu. Ketua PPK Bambanglipuro Surono menilai anggaran untuk PPK tidak sebanding dengan tugasnya yang harus lembur untuk mengejar target waktu. Kondisi PPK semakin sulit menyusul belum cairnya anggaran untuk 3 bulan terakhir. Surono menyampaikan pernyataan ini disela-sela proses rekapitulasi penghitungan suara di kantor camat Bambanglipuro. Dibagian lain ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul Budi Wiryawan mengakui minimnya anggaran untuk PPK yang tidak sebanding dengan tugasnya. Namun wawan memastikan anggaran untuk PPK akan segera cair. (tok)

 

Polres bantul melanjutkan kasus PAW

Kp Polres Bantul melajutkan laporan kasus penipuan yang melibatkan salah satu caleg Partai Politik berinisial PAW. Polres Bantul sabtu 11 April 2009 memanggil terlapor untuk dimintai keterangan. Polres Bantul hingga saat ini masih menetapkan status terlapor sebagai saksi. Sebagaimana pernyataan sebelumnya terlapor menyangkal seluruh laporan. Terlapor menjelaskan sebagaimana pelapor saat ini dirinya menjadi korban penipuan 2 oknum rekanan yang keberadaannya tidak diketahui. Terlapor mengaku sebelumnya sudah melaporkan 2 oknum ini ke Polres Bantul. (tok)

 

Pemilu di Bantul aman

KP Kepala Polres Bantul AKBP Stephen M Napiun mengatakan situasi Kabupaten Bantul selama pemilu berlangsung relatif aman. Hal ini disampaikannya seusai apel TNI Polri di Polres Bantul Senin pagi. Meski situasi relaif aman, Stephen mengatakan pihaknya tetap waspada terhadap perubahan iklim politik yang sedang terjadi dari iklim politik 2004 menjadi iklim politik 2009. Stephen terus mengupayakan supaya pihaknya mendapatkan berbagai data yang akurat untuk menjaga situasi politik tetap aman. Stepen menegaskan perlu adanya kerjasama antara TNI dan Polri mewujudkan hal tersebut. Stephen menambahkan pihaknya juga bekerjasama dengan semua unsur intelejen untuk mengumpulkan data. Di Bantul koordinasi berbagai pihak sudah didukung dengan berdekatannya letak kantor Polsek, Koramil dan Kecamatan. (lia)

 

April 16, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: