Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Warga tak setuju tukar guling

17 April 2009

KP Hingga kini belum terdapat kesepakatan antara sebagian warga Desa Timbulharjo Sewon dengan Pemerintah Kabupaten Bantul terkait dengan penukaran lahan sawah yang akan digunakan sebagai tempat pembangunan water boom. Kabag Kesra Desa Timbulharjo Sewon Rusli Hidayat mengatakan Pemda menawarkan tukar guling sawah warga dengan lahan kas desa. Sedangkan sebagian warga menginginkan ganti rugi dalam bentuk uang. Hal ini masih dibahas dalam pertemuan-pertemuan aparat desa dengan sebagian warga Dusun Gabusan, Balong dan Paten. Rusli mengatakan lahan pengganti tersebut memiliki kualitas yang sama bagus dengan sawah milik warga saat ini. Namun letaknya dari rumah warga lebih jauh dibandingkan sawah mereka saat ini. Hal ini menjadi alasan beberapa warga tidak ingin tanahnya ditukar dengan tanah, melainkan dibeli oleh Pemda.

Sementara itu Kepala inas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Yahya mengatakan pembangunan water boom hanya tinggal menunggu permasalahan tanah selesai. Persetujuan dengan investor dari Bali sudah dicapai oleh Pemda Bantul. Yahya mengatakan investor tersebut tidak mempermasalahkan tanah yang akan digunakan untuk pembangunan water boom. Investor setuju menggunakan tanah yang diusulkan oleh Pemda serta bersedia membayar biaya sewa maupun biaya tanah bila harus membeli. Yahya menambahkan water boom akan menjadi satu wahana dengan Pasar Seni Gabusan (PSG) sehingga pintu masuknya menjadi satu dengan pintu masuk PSG. Setelah proyek water boom selesai, Pemda berencana membangun kompleks perhotelan di sebelah timur PSG.

Di bagian lain Anggota Komisi D DPRD Bantul Agung Laksmono berpendapat permasalahan lain yang perlu diperhatikan dalam pembangunan water boom adalah penyediaan airnya. Bila air diambilkan dengan menyedot air tanah, pemerintah perlu mengkaji dampaknya terhadap ketersediaan air pada tahun-tahun berikutnya. Agung mengatakan penggunaan air untuk pembangunan water boom diharapkan tidak mengurangi jatah air yang biasa digunakan warga untuk keperluan sehari-hari dan pengairan sawah. (lia)

 

Siap dicairkan Selasa (21/4)

Jumlah penerima BLT turun

KP Jumlah penerima bantuan langsung tunai (BLT) di Kabupaten Bantul turun dari 63.642 rumah tangga miskin (RTM) pada tahun 2008 menjadi 62.982 RTM pada tahun 2009. Kepala Kantor Pos Bantul Rajiman R Juhri mengatakan penurunan jumlah penerima BLT mengindikasikan naiknya taraf hidup sebagian warga miskin menjadi kategori tidak miskin. Tahun 2009 BLT mulai dibagikan 21 April 2009 hingga 28 April 2009 secara serentak di setiap kantor pos kecamatan. Rajiman mengatakan masing-masing RTM menerima BLT senilai 200.000 rupiah sebagai jatah BLT Januari dan Februari 2009. Untuk jatah bulan-bulan berikutnya masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Rajiman menambahkan pembagian BLT kali ini menggunakan kupon khusus sebagai pengganti kartu BLT yang sebagian sudah hilang. Kupon tersebut memuat nama, alamat dan nominal BLT senilai 200.000 rupiah. Kupon dibagikan Kamis siang kepada seluruh Camat di Gedung Induk Parasamya. Rajiman mengatakan kepala camat kemudian akan membagi kupon kepada lurah dan diteruskan kepada kepala dukuh dan kepala RT untuk disampaikan kepada RTM. Pembagian BLT secara serentak tersebut hanya di wilayah kerja Kantor Pos Bantul meliputi 12 kecamatan.

Di bagian lain Sekretaris Daerah Bantul Gendut Sudarto mengatakan meski data keluarga miskin versi BPS, BKK PP dan KB serta Dinas Kependudukan berbeda, jumlah yang sudah ditentukan pemerintah pusat tetap menjadi acuan. Gendut mengaku sudah menyampaikannya kepada seluruh Camat untuk menangani program pemerintah pusat seperti BLT. Saat ini di Bantul jumlah kemiskinan lebih dari 50% penduduk di Desa Srihardono Pundong. Peringkat di atasnya yaitu desa dengan jumlah kemiskinan lebih dari 40% diantaranya Desa Wukirsari imogiri, Sumbermulyo Bambanglipuro, Jambidan Banguntapan dan Bawuran Pleret. (lia)

 

Jumantik hanya dapat 20 ribu per bulan

Kp Juru pemantau jentik (jumantik) di Bantul hanya mendapat uang transport 20 ribu rupiah perbulan. Bahkan uang transport ini hanya diberikan kepada jumantik di 6 kecamatan endemis masing-masing Banguntapan, sewon, Kasihan, Sedayu, Piyungan dan Bantul. Padahal menurut Kepala Dinas Kesehatan Bantul Siti Nurzaenab keberhsilan kabupaten Bantul menekan angka kasus demam berdarah mencapai 35 persen dan mencapai Angka Bebas Jentik (ABJ) mencapai 85 persen tidak lepas dari peran Jumantik. Menyadari keterbatasan kemampuan pemerintah daerah dalam memberikan honor bagi Jumantik diharapkan pada tahun 2010 setiap kepala keluarga mampu menjadi Jumantik untuk rumah tanggannya. Namun Zaenab menyadari untuk mewujudkan kondisi ini butuh perubahan perilaku menuju hidup bersih dan sehat. Zaenab menambahkan hingga tahun 2009 peran jumantik masih sangat dibutuhkan. (tok)

 

Perangi rentenir

Pemkab berikan dana bergulir

Kp Pemerintah kabupaten Bantul telah memberikan bantuan bergulir untuk memerangi rentenir di pasar tradisional. Kepala Kantor pengelolaan pasar Bantul Gatot suteja mengatakan untuk tahap awal bantuan dana bergulir akan diberikan kepada pedagangan di pasar Bantul, Niten, Piyungan dan Imogiri. Dengan modal mencapai 899 juta rupiah dan melayani sekitar 4.000 pedagang. Dalam waktu sekitar 9 bulan modal sudah bertambah menjadi 972 juta rupiah. Dibandingkan dengan pinjaman renternir modal bergulir memiliki banyak kelebihan. Selain proses yang mudah bunga dana bergulir juga jauh lebih ringan. Gatot menjelaskan bila meminjam dari rentenir pedagang dikenai bungan 26 persen maka melalui dana bergulir maka pedagang cukup membayar bunga 0,26 persen. Gatoto menambahkan dana bergulir akan segeradigulirkan bagi pedagang di pasar tradisional lainnya. (tok)

 

Bantul dapat tawaran pameran di Perancis

Kp Pemerintah kabupaten Bantul mendapat tawaran mengikuti pameran kerajinan dan beasiswa belajar dari Pemerintah Perancis. Tawaran ini muncul dalam pertemuan antara Duta besar Perancis Philip Zeller dengan bupati Bantul Idam Samawi kamis siang di kantor Dinas Bupati. Seusai pertemuan Idam mengaku menyambut gembira tawaran ini. Namun menurut Idam masih perlu pembicaraan lebih lanjut berkaitan dengan tehnis pelaksanaan pameran dan pemberian beasiswa. Idam menilai tawaran ini semakin mepererat hubungan antara pemerintah perancis dan kabupaten Bantul. Idam menjelaskan saat ini terdapat 3 investor dari perancis yang mampu menyerap ratusan tenaga kerja dari Bantul. Idam menambahkan pertemuan ini sekaligus mengawali upaya kerjasama dalam bidang ekonomi. (tok)

April 19, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: