Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Panmus siap bahas LKPJ

Info Legislatif 19 April 2009

KP Panitia Musyawarah DPRD Bantul kamis 16 April 2009 menggelar rapat menyusun pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) dan 3 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan 1 Usulan Perubahan Perda. Rapat dipimpin wakil Ketua DPRD Heri Kuswanto dan dihadiri seluruh anggota Panmus. Dietmui seusai rapat Anggota Panmus DPRD Jupriyanto mengatakan pembahasan LKPJ akan dimulai senin depan dengan agenda penyampaian nota LKPJ oleh Bupati. Panmus menjadwalkan pembahasan LKPJ akan selesai akhir April 2009. Sehingga mulai mei dewan dapat berkonsentrasi membahas pengajuan 3 Raperda dan 1 perubahan Perda. Untuk menyeleseaikan pembahasan raperda DPRD Bantul membentuk 4 Panitia khusus Pansus.

Dibagian lain Bupati Bantul Idam Samawi dapat memaklumi terdapatnya keterlambatan pembahsana beberapa agenda di DPRD Bantul. Sebab menurut Idam sebagian anggota DPRD Bantul masih disibukan dnegan kegiatan kampanye. Namun Idam tetap optimis pembahasan agenda dapat selesai sebelum berakhirnya masa tugas anggota DPRD. Idam mengaku akan selalu memberikan semangat kepada seluruh anggota DPRD untuk bekerja keras sehingga dapat mengakhiri masa tugasnya dengan catatan manis.

 

Bersama Bappeda Komisi A tinjau MBS

KP Selasa 14 April 2009 Komisi A DPRD Bantul bersama dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul melakukan monitoring pelaksanaan Manajemen berbasis sekolah (MBS). Wakil Ketua Komisi A DPRD Bantul Agus Subagyo menilai bantuan Unicef untuk mendukung MBS berdampak positif. Agus menjelaskan pelatihan dan praktek dengan alat peraga di sekolah-sekolah memberikan kemajuan terhadap guru dan kualitas pengajaran. Agus berpendapat program tersebut perlu dipertahankan dan dikembangkan ke sekolah-sekolah lain yang belum mendapat bantuan. Namun bantuan untuk mendukung MBS menurut Agus tidak harus berasal dari Unicef melainkan dapat diusulkan oleh Pemda sebagai agenda dalam APBD. Agus menambahkan MBS merupakan program yang sudah lama dicanangkan namun baru terlaksana setelah adanya dukungan Unicef. Dalam monitoring tersebut Komisi A bersama Bapeda memantau pelaksanaan MBS di beberapa SD secara acak.

Dibagian lain Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Bantul Bobot Arifi Aidzin mengatakan untuk pelaksanaan MBS di 5 kecamatan Unicef memberikan bantuan mencapai 800 juta rupiah. Bobot menjelaskan selaian unicef terdapat beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) internsional yang juga memberikan bantuan program MBS di beberapa kecamatan lain. Melihat efek positif dari penerapan MBS pememrintah kabupaten Bantul melalui Dinas Pendidikan Dasar akan menindaklanjuti. Pada tahun 2010 terdapat usulan dana senilai 220 juta rupiah untuk penerpan MBS di kecamatan Jetis dan Imogiri

 

PKL sekitar sekolah datangi DPRD

Kp Puluhan warga yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Keliling Lintas Sekolah (PPKLS) sabtu siang mendatangi DPRD Bantul untuk menyampaikan aspirasi. Dihadapan Ketua DPRD,Anggota Komisi B,Dinas Pendidikan Dasar,Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial,Perwakilan PPKLS solikun mengaku khawatir menyusul keluarnya surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Dasar kepada seluruh Kepala SD di Bantul untuk menutup kawasan sekolah dari pedagang. Solikun mengaku kekhawatiran ini muncul karena berdagang merupakan satu-satunya mata pencaharian mereka. Untuk itu solikun meminta penjelasan dari Dinas Terkait mengenai latar belakang keluarnya surat edaran.

Menanggapi pernyataan Solikun Kepala Dinas Pendidikan Dasar sahari mengatakan Dinas Pendidikan Dasar tidak pernah mengeluarkan surat edaran seperti yang dimaksud PPKLS. Sahari mengaku Dinas Pendidikan Bantul hanya menyampaikan pemberitahuan kepala Kepala Sekolah berkaitan temuan Departemen Kesehatan terhadap bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam jajanan. Berkaitan dengan temuan ini Dinas Pendidikan Dasar meminta setiap Kepala SD untuk melakukan pengawasan terhadap siswanya agar tidak mengkonsumsi bahan kimia berbahaya tersebut. Sahari menilai pedagang juga memiliki tanggungjawab untuk menjaga pelajar sebagai generasi harapan bangsa dari ancaman bahan-bahan berbahaya.

Sementara itu Ketua DPRD Bantul Joko Purnomo berharap pertemuan ini dapat menghasilkan solusi yang tidak merugikan satu pihak. Sebagai bentuk tanggungjawab terhadap terciptanya generasi penerus yang tangguh Joko berharap pedagang dapat menyediakan jajanan yang bebas dari bahan berbahaya. Disisilain pemerintah kabupaten Bantul perlu menindaklanjuti aspirasi PPKLS. Joko berharap setidaknya pemerintah kabupaten Bantul dapat memberikan pelatihan dan penyuluhan berkaitan dengan bahan-bahan berbahaya yang tidak boleh terkandung dalam makanan,serta kriteria makanan sehat.

 

DPRD Klungkung Bali diskusikan Perda Investasi

KP Jumat pagi Komisi C DPRD Bantul menerima kunjungan anggota DPRD Kabupaten Klungkung Bali. Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul Amir Syarifudin mengatakan tujuan kedatangan anggota DPRD Klungkung tersebut untuk berdiskusi tentang perda investasi. Amir mengatakan berdasar keterangan mereka, anggota Dewan mengajukan perda investasi namun ditolak oleh Gubernur. Hal ini melatar belakngi kunjungan ke Kantor DPRD Bantul karena Kabupaten Bantul memiliki perda kemitraan daerah yang berkaitan erat dengan investasi. Komisi C DPRD Bantul kemudian memberikan berbagai gambaran entang kegunaan perda kemitraan daerah di Bantul. Kabupaten Bantul mulai dilirik berbagai investor asing maupun dalam negeri. Berbagai permasalahan terkait keberadaan pabrik dapat terjadi sehingga Pemda membutuhkan perda khusus yang mengatur permasalahan secara hukum. Amir menambahkan selain berkunjung ke Kantor DPRD Bantul, Anggota DPRD Klungkung juga berkunjung ke Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk mendiskusikan permasalahan yang sama.

.

Siswa SD Bantul Timur pelajari fungsi legislatif

KP 27 siswa kelas 4 SD Bantul Timur sabtu siang berkunjung ke DPRD Bantul untuk mempelajari struktur organisasi DPRD Bantul. Basuki, guru yang mendampingi kunjungan mereka mengatakan di kelas 4 SD terdapat mata pelajaran yang didalamnya mempelajari eksekutif dan legislatif. Untuk memperjelas penggambaran fungsi dan struktur organisasi lembaga legislatif, sekolah berinisiatif membawa muridnya ke kantor DPRD Bantul. Dalam sambutannya Basuki juga menyampaikan supaya anggota dewan yang menerima kedatangan mereka memaklumi berbagai pertanyaan yang diajukan para siswa karena tidak semua pertanyaan mudah dipahami.

Kedatangan siswa SD Bantul Timur tersebut dierima oleh dua anggota Komisi A DPRD Bantul masing-masing Agus Efendi dan KH Ikhsanudin Muslim. Menanggapi antusiasme siswa SD dalam mengajukan pertanyaan Agus berpendapat program kunjungan seperti ini patut diterapkan di lembaga-lembaga yang lain. Meski harus mendengarkan pertanyaan siswa dengan jeli Agus menilai siswa akan lebih cepat belajar dan paham bila dapat mengajukan pertanyaan secara langsung kepada pejabat di suatu lembaga. Agus mengusulkan kunjungan sejenis dapat diperluas ke lembaga yang lain misalnya dinas dan instansi maupun lembaga di tingkat desa seperti kunjungan kepada Kepala dukuh dan Kepala RT. Agus menambahkan selama lima tahun periode jabatannya di DPRD Bantul sejak 2004 pihaknya sudah menerima dua kali kunjungan siswa SD dan TK.

 

April 21, 2009 - Posted by | Info Legislatif |

1 Komentar »

  1. silaturrahmi semoga bawa berkah🙂

    Komentar oleh pakhanung | April 21, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: