Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Tulisan diperbesar untuk siswa low vision

21 April 2009

KP Salah satu siswa SMA 2 Bantul mendapat fasilitas soal ujian nasional (unas) dengan tulisan besar karena menderita low vision atau keterbatasan penglihatan. Peristiwa ini mewarnai hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional SMA di Bantul. Kepala Sekolah SMA 2 Bantul Paimin mengatakan siswa tersebut bernama Indriyani salah satu murid kelas 3 IPS. Paimin menjelaskan pihaknya mengajukan proposal kepada Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Kabupaten Bantul kemudian diteruskan ke Departemen Pendidikan pusat untuk memberikan fasilitas kepada Indriyani. Ketika soal Unas dari pusat tiba di sekolah, salah satu soal untuk Indriyani sudah tercetak dengan tulisan berukuran 16, lebih besar dari tulisan normal berukuran 12. Paimin menambahkan Indriyani semula tidak menderita low vision namun saat Kelas 2 mengalami ganguan pada mata dan menyebabkannya menderita low vision hingga kini. Saat ujian semester tiba, pihak sekolah selalu mempersiapkan pendamping khusus untuk membacakan soal. Namun untuk Unas kali ini pihaknya sudah menerima fasilitasi soal dengan tulisan besar.

Sementara itu Indriyani mengaku lebih terbantu ketika mengerjakan soal dengan ukuran huruf yang lebih besar dibanding bila dibacakan pendamping. Selain itu dirinya juga berterima kasih karena panitia memberikan tambahan waktu 30 menit baginya untuk mengerjakan soal.Di bagian lain Pengawas Unas SMA/MA Maksudin yang ditugaskan di SMA 2 Bantul mengatakan pelaksanaan Unas hari pertama berlangsung lancar. Soal-soal datang dalam keadaan masih tersegel dan dalam jumlah yang sesuai permintaan sekolah. Jumlah pengawas masing-masing kelas dua orang yang harus datang 30 menit sebelum ujian dimulai. Ujian dimulai pukul 08.00 WIB selama dua jam untuk masing-masing mata pelajaran dengan jeda istirahat selama satu jam. Di SMA 2 Bantul terdapat 274 siswa kelas 3 IPA dan IPS yang mengikuti Unas 2009. (lia)

 

Pada hari pertama pelaksanaan Unas SMA.MA dan SMK senin 20 April 2009 Ketua Dewan Pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal serta Kepala Perpustakaan Bantul meninjau beberapa lokasi ujian. Ketua Dewan Pendidikan Sumarno mengatakan Senin pagi pihaknya meninjau pelaksanaan Unas di SMA 1 Bantul, SMA 2 Bantul, SMK 1 Bantul dan SMA 1 Bambanglipuro. Dari peninjauan tersebut pelaksanaan Unas berlangsung lancar. Sumarno berharap siswa dapat memperoleh prestasi yang membanggakan karena berbagai persiapan yang telah dilakukan Pemda diantaranya tambahan jam pelajaran dan try out. Di Bantul terdapat 7.992 siswa yang mengikuti Unas dari 72 SMA, MA dan SMK.

Sementara itu Komisi A DPRD Bantul juga melakukan peninjauan pelaksanaan Unas di beberapa lokasi. Anggota Komisi A DPRD Bantul Suwandi mengatakan pelaksanaan Unas di SMK 1 Pandak dan SMA Srandakan berlangsung lancar. Siswa dari beberapa SMK bergabung di SMK 1 Pandak untuk mengikuti Unas. Pada hari pertama tidak ada siswa yang terlambat meski letak SMK berada di pedalaman desa. Suwandi berpendapat hal ini disebabkan siswa sudah terlebih dahulu mencari lokasi ujian sebelum hari pelaksanaan. (lia)

 

Pembangunan laboratorium tertunda

DPRD Bantul adakan rapat paripurna pengantar LKPJ

Kp DPRD Bantul senin siang menggelar rapat paripurna dengan agenda Pengantar Laporan PertanggunJawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2008. Bupati Bantul Idam Samawi membacakan sendiri pengantar LKPJ dihadapan rapat yang dipimpin wakil Ketua DPRD Bantul Slamet Abdulan dan Heri Kuswanto serta dihadiri anggota DPRD Bantul dan Kepala Dinas Instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul. Dalam Pengantar LKPJ Idam menyampaikan beberapa keberhasilan yang sudah dicapai pemerintah kabupaten Bantul pada tahun 2008. Namun Idam mengakui masih terdapat beberapa kegiatan yang belum dapat dilaksanakan seperti pembangunan fasilitas laboraurium kesehatan di RSD Panembahan Senopati. Selain itu terdapat beberapa sektor yang mengalami penurunan dalam perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masing-masing sektor pertanian dan sektor industri pengolahan.

Ditemui seusai rapat Paripurna Idam menjelaskan penurunan sektor pertanian merupakan bagian strategi pembangunan pemerintah kabupaten Bantul. Idam menilai ketergantungan terhadap sektor pertanian selama ini terlalu besar. Idam menilai bila ingin meningkatkan kesejahteraan maka ketergantungan terhadap sektor pertanian harus terus dikurangi. Namun di sisi lain pemerintah kabupaten Bantul harus meningkatkan sektor lainnya. Sehingga penurunan sektor pertanian tidak berpengaruh terhadap pendapatan perkapita penduduk. Idam menegaskan meski sektor pertanian mengalami penurunan pada tahun 2008 namun pendapatan perkapita justru mengalami peningkatan. Sementara untuk mengathui penyebab penurunan sektor industri olahan perlu kajian secara tehnis.

Sementara itu Anggota Fraksi PKS Bantul Agus Efendi mengaku kurang setuju terhadap langkah pemerintah kabupaten Bantul untuk mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertanian. Agus menilai bagian terbesar warga Bantul saat ini masih menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Agus juga menilai sektor pertanian masih dapat menjadi penyumbang PDRB yang besar. Terbukti produktifitas pertanian di Bantul meningkat dari rata-rata 7,2 ton menjadi 7,8 ton perhektar. Bila ternyata terdapat penurunan sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB maka kewajiban pemerintah kabupaten Bantul mencari penyebabnya. Agus menilai penurunan sektor pertanian di Bantul lebih dipengaruhi oleh kegiatan alih fungsi lahan. Untuk itu pemerintah kabupaten Bantul perlu melakukan pemetaan ulang terhadap pembagian wilayah pengembangan. Sehingga jelas wilayah yang hanya boleh dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan wilayah untuk kegiatan diluar sektor pertanian. Menggunakan areal pertanian yang tersisa peemrintah kabupaten Bantul masih dapat terus meningkatkan produksi dengan langkah intensifikasi,penyediaan benih unggul dan menkamin ketersediaan pupuk. (tok)

 

Bantul terima sisa dana pajak Rp3 miliar

Pasar Jodog akan dipindah

KP Kabupaten Bantul mendapatkan alokasi sisa dana stimulan pajak dari pemerintah pusat sebesar 3 miliar rupiah. Sekretaris Daerah Kabupaten Bantul Gendut Sudarto mengatakan salah satu alokasi dana tersebut akan dimanfaatkan oleh Pemda untuk membangun Pasar Jodog Wijirejo Pandak tahun 2009. Gendut belum menentukan pelaksanaan pemindahan pasar karena Pemda masih mencari lahan pembangunan pasar yang baru. Lahan yang baru direncanakan berukuran 1,5 hingga 2 hektar. Gendut menjelaskan kondisi pasar saat ini sudah tidak layak  karena banyak kebocoran yang menyebabkan banjir di dalam pasar. Selain itu pembangunan pasar merupakan salah satu program yang diutamakan dibanding pembangunan yang lain sehingga Pemda memilih untuk menggunakan dana tersebut bagi pembangunan Pasar Jodog.

Sementara itu Kepala Kantor Pengolaan Pasar Kabupaten Bantul Gatot Suteja belum mendapatkan kepastian pemindahan Pasar Jodog. Gatot menerangkan dana tersebut dikoordinir oleh Dirjen Perdagangan dan disalurkan ke Bantul melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop). Hingga kini Kantor Pengelolaan Pasar belum memperoleh keterangan lengkap dari Disperindagkop. (lia)

 

Cabuli gadis dibawah umur, dituntut 8 tahun penjara

Kp Akibat melakukan pencabulan terhadap gadis dibawah umur Sumardi 55 tahun Warga  sabrang plumbungan sumber mulyo bambanglipuro dituntut pidana penjara selama 8 tahun oleh JPU Edi Saputra pada persidangan yang digelar senin siang di PN Bantul. Tuntutan diberikan karena terdakwa melanggar UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dalam tuntutan JPU terungkap terdakwa berkenalan dengan korban menur tetangga desa yang masih berusia 16 tahun lewat telpon genggam. Kepada Korban Terdakwa mengaku bernama Paijo dan masih berusia 20 tahun. Korban yang percaya langsung bersedia saat terdakwa mengajak jumpa darat. Akhirnya kamis 4 Desember 2009 terdakwa datang ke rumah korban. Kepada orangtua korban terdakwa meminta ijin mengajak jalan-jalan. Sampai di bulak sinom terdakwa merayu korban untuk mengajak berhubungan intim. Namun tidak jadi karena korban merasa kesakitan. Tidak menyerah 4 hari kemudian terdakwa datang lagi ke rumah korban. Terdakwa langsung masuk ke kamar korban dan kembali mengajak berhubungan intim. Karena dijanjikan akan dinikahi setelah berusia 20 tahun korban menerima ajakan terdakwa. Terdakwa yang merasa ketagihan kembali mengulangi perbuatannya hingga 5 kali. Korban baru menyadari telah  menjadi korban penipuan setelah mengetahui ternyata terdakwa sudah mempunyai istri. Sidang lanjutan kasus ini akan digelar senin pekan depan dengan agenda putusan. (tok)

April 21, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: