Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Dokter tuntut pengangkatan CPNS

23 April 2009

Kp 15 dokter yang tergabung dalam Forum Dokter dan Dokter Gigi tidak tetap rabu siang menemui Komisi A DPRD Bantul untuk menyampaikan aspirasi berkaitan pengangkatan mereka menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).  Ketua Forum Dokter dan Dokter Gigi tidak tetap Endar Hayati mengatakan proses pengangkatan mereka menjadi CPNS terganjal keluarnya Peraturan Pemerintah No 48 yang hanya mengakomodasi dokter PTT yang masuk dalam dalam data base sebelum tahun 2005. Padahal mereka baru menjadi dokter PTT sejak Mei 2006. Sehingga tidak mungkin diangkat menjadi CPNS melalui jalur honorer. Mereka pernah mencoba mendaftar melalui jalur umum namun kalah bersaing dengan pendaftar baru karena materi ujian masuk CPNS sebagian besar berupa pengetahuan umum. Keluarnya surat dari Sekertariat Jendral Departemen Kesahatan yang mengubah PP 48 dengan PP 43  memungkinkan mereka diangkat menjadi CPNS melalui jalur khusus. Sebab PP 43 memungkinkan pemerintah mengangkat dokter PTT yang masih mengabdi hingga desember 2009 menjadi CPNS. Endar mengaku sudah berupaya mengajukan usulan melalui bupati dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) namun tidak mendapat respon.

Menanggapi pernyataan ini Kepala BKD Bantul Maman Permana mengaku belum menerima Surat dari Sekjen Departemen Kesehatan. Maman baru menerima surat dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) yang memungkinkan mengangkat 15 dokter dan dokter gigi tidak tetap ini menjadi CPNS dengan persyaratan berusia maksimal 46 tahun dan bersedia mengabdi di daerah terpencil selama 5 tahun. Menyusul keluarnya surat Sekjen Departemen Kesehatan maka pemerintah kabupaten Bantul akan mengusulkan agar 15 dokter PTT ini dapat diangkat menjadi CPNS melalui jalur khusus. Namun di sisi lain pemerintah kabupaten Bantul juga akan menentukan kriteria desa terpencil. Sebab dalam Surat Menpan maupun Sekjen Departemen Kesehatan mengatur pengabdian harus di desa terpencil. Setelah menentukan lokasi desa terpencil maka proses pengangkatan dokter PTT menjadi CPNS akan lebih mudah.

Sementara itu berdasarkan keterangan Kepala Dinas Kesehatan Bantul Siti Nurzaenab Bantul masih mengalami kekurangan 25 tenaga dokter umum dan 10 dokter gigi. Jumlah ini sudah dihitung menggunakan rasio jumlah penduduk kabupaten Bantul yang sudah mencapai 900 ribu jiwa. Dinas Kesehatan Bantul menurut Zaenab tentu lebih memilih dokter yang berpengalaman. Melihat pengabdian 15 dokter ini saat terjadi bencana gempa bumi sudah sepantasnya bila pemerintah kabupaten Bantul dapat mengusulkan agar dapat diangkat menjadi CPNS. Zaenab menambahkan pengangkatan 15 dokter PTT ini dapat menutup sebagian kekurangan kebutuhan dokter di Bantul.

Ketua DPRD Bantulm Joko Purnomo yang memimpin pertemuan menjamin bersama pemerintah kabupaten Bantul akan memberikan prioritas bagi 15 dokter PTT yang hadir bila terdapat peluang pengangkatan CPNS melalui jalur khusus. Sebagaiman terhadap GTT dan PTT DPRD Bantul juga akan memberikan dukungan terhadap dokter PTT untuk dapat diangkat menjadi CPNS. Joko menambahkan DPRD Bantul siap mengantar dokter PTT ke Jakarta untuk bernegosiasi dengan MenPAN. (tok)

 

PAN protes perolehan kursi

KP DPD Partai Amanat Nasional Bantul mengklarifikasi pemberitaan di beberapa media cetak terkait kekeliruan jumlah perolehan kursi PAN di DPRD Bantul. Ketua DPD PAN Suharwanto mengatakan berdasar perhitungan terakhir,PAN memperoleh 7 kursi, bukan 6 kursi seperti diberitakan beberapa media cetak yang mencantumkan sumber dari KPU Bantul. Harwanto menerangkan perolehan kursi PAN di daerah pemilihan (dapil) 5 adalah dua kursi, bukan satu kursi karena jumlah sisa suara terbanyak dimiliki PAN. Sedangkan data di media cetak yang bersumber dari KPU menyatakan perolehan kursi di dapil 5 hanya satu. Untuk itu DPD PAN Bantul akan melayangkan surat kepada KPU agar mengklarifikasi hal ini. Harwanto menambahkan dalam surat tersebut dilampirkan perhitungan suara di tiap dapil. Lebih lanjut Harwanto mengatakan perolehan kursi PAN tetap bila dibandingkan pemilu tahun 2004, namun perolehan suara mengalami penurunan.

Sebelumnya Divisi Pelaksana Teknis Pemilu KPU Bantul Nurhuri Mustofa mengatakan sebelum data dari Kecamatan Pandak diterima, perolehan kursi PAN dan Partai Demokrat sama yaitu 6 kursi. Namun setelah data dari Kecamatan Pandak diterima, sisa suara terbanyak untuk dapil 5 diperoleh PAN. Oleh karena itu Huri menyimpulkan PAN memperoleh tambahan satu kursi dan Partai Demokrat kehilangan satu kursi. Namun KPU Bantul belum dapat mempublikasikan data caleg-caleg yang menempati kursi karena data resminya baru akan diumumkan pada tanggal 15 Mei 2009. (lia)

 

Jumlah suara turun Ketua PDIP prihatin

Menanggapi perolehan kursi yang menurun, Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Purnomo merasa prihatin. Joko merasa sebagai pihak yang bertanggungjawab atas penurunan tersebut karena dirinya menjabat sebagai ketua partai. Joko menjelaskan terdapat dua penyebab utama penurunan tersebut diantaranya banyaknya potensi suara dari simpatisan dan kader PDIP yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) selain adanya terobosan yang sangat bagus dari Partai Demokrat. Joko mengakui prestasi Partai Demokrat yang dapat menaikkan jumlah perolehan kursi dari 1 kursi menjadi 5 kursi. Joko juga merasa tidak perlu mencari alasan penyebab kenaikan kursi tersebut selain sebuah prestasi bagus yang dapat menjadi bahan pembelajaran pemilu yang akan datang. Joko menambahkan perolehan kursi PDIP turun dari 16 menjadi 11, sedangkan perolehan jumlah suara turun dari 183 ribu menjadi 112 ribu. (lia)

 

Sedang layani tamu, PSK dianiaya

KP Rabu siang seorang pekerja sek komersial (PSK) melaporkan tindak penganiayaan yang dialaminya Minggu 19 April 2009 sekitar pukul 9 malam. Saat itu korban MS 46 tahun warga Ngentak Gedhe Trihargo Sleman sedang melayani seorang tamunya di salah satu kamar penginapan di Samas Srigading Sanden. Tiba-tiba pintu kamar didobrak dari luar oleh JT 45 tahun warga Samas. JT langsung memukul korban, menyeret korban ke luar kamar dan menginjak korban. Tidak terima dengan perlakuan tersebut korban melaporkan pelaku ke polsek setempat. Aparat kepolisian menduga pelaku cemburu terhadap korban sehingga tega melakukan penganiayaan. Hingga kini pelaku masih buron. (lia)

April 24, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: