Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

SD dan SMP khawatir kekosongan Kepsek

24 April 2009

KP Beberapa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mengkhawatirkan kekosongan kepala sekolah akan menimbulkan dampak negative bagi kesusksesan unas. Hal ini disampaikan oleh Ketua MKKS SD Kabupaten Bantul Suharyanto dalam sosialisasi Unas SD dan SMP di aula Bank Bantul Kamis pagi. Akibatnya beberapa kepala sekolah merangkap jabatan di dua SD sekaligus sehingga harus mengkoordinir pelaksanaan Unas di dua SD. Suharyanto memohon Pemerintah Daerah untuk segera mengisi kekosongan kepala sekolah di beberapa SD sebelum hari pelaksanaan Unas.

Menanggapi kekosongan kepala sekolah Bupati Bantul Idham Samawi mengatakan dirinya sudah menandatangani surat pelantikan kepala sekolah baru untuk mengisi kekosongan di beberapa sekolah. Idham mengatakan dirinya menerima surat tersebut dari Bagian Kepegawaian Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul. Idham menyebutkan terdapat satu SMP dan 7 SD yang belum memiliki kepala sekolah. Namun Idham tidak hafal nama SD dan SMP yang bersangkutan. Idham menambahkan dalam waktu dekat para kepala sekolah baru tersebut akan dilantik sehingga dapat segera mengisi kekosongan kepala sekolah sebelum pelaksanaan Unas. Pelaksanaan Unas SMP akan berlangsung tanggal 27 hingga 30 April 2009, sedangkan Unas SD pada tanggal 11 hingga 13 Mei 2009. (lia)

 

Komisi A temukan kekurangan soal

KP Komisi A DPRD Bantul menemukan keteledoran kelompok kerja yang bertugas mendistribusikan soal Unas di SMK Negeri 1 Dlingo. Anggota Komisi A DPRD Bantul Agus efendi yang turut melakukan sidak ke sekolah tersebut mengatakan terdapatnya kekurangan jumlah soal. Agus menjelaskan soal yang diminta sekolah sebanyak 86  sesuai jumlah murid. Namun soal yang diterima sekolah hanya 46. Hal ini sempat menyebabkan permasalahan di SMK 1 Dlingo pada hari ketiga pelaksanaan Unas Rabu lalu. Pokja kemudian mengumpulkan soal-soal cadangan dari sekolah lain untuk dibagikan. Meski pelaksanaan Unas sempat tertunda masalah tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Namun Agus menilai hal tersebut merupakan bentuk kecerobohan pokja dalam mendistribusikan soal sehingga dia berharap hal tersebut tidak terulang kembali. (lia)

 

Tenaker PT Gabela tuntut gaji pokok dan upah lembur

KP Sekitar 50 tenaga kerja PT Gabela mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul menuntut pembayaran gaji pokok dan gaji lembur yang tidak dibayarkan perusahaan. 50 tenaga kerja tersebut adalah perempuan yang bekerja di bagian produksi PT Gabela, perusahaan garmen di Tamantirto Kasihan. Ita Fitriani yang bekerja sebagai operator produksi mengatakan dirinya serta 200 temannya tidak menerima gaji pokok sejak Februari hingga April 2009. Selain itu mereka juga tidak menerima uang lembur selama satu tahun. Ita menjelaskan gaji pokok yang biasa diterima karyawan sebanyak 586.000 per bulan, masih di bawah upah minimum provinsi (UMP). Sedangkan besaran upah lembur hingga saat ini belum diketahui karena belum pernah dibayarkan. Jam kerja karyawan dimulai dari pukul delapan pagi hingga pukul 4 sore. Namun saat pesanan banyak para karyawan diharuskan lembur hingga pesanan selesai. Ita menilai hal tersebut mengindikasikan perusahaan memiliki penghasilan berlebih untuk menggaji karyawan. Namun setelah beberapa kali karyawan meminta gaji, pihak perusahaan tidak mengabulkan dengan alasan penundaan gaji. Ita menambakan sekitar 100 karyawan sudah keluar tanpa memutuskan kontrak kerja dengan perusahaan karena tidak betah.

Di bagian lain staf hubungan industrial dan pengawasan ketenagakerjaan Disnakertrans Annursinakarti yang turut menerima pengaduan para karyawan bersama kabidnya mengatakan pihaknya sudah menghubungi perusahaan melalui telepon selama beberapa kali. Namun telepon tersebut tidak juga diangkat sehingga Disnakertrans tidak dapat memperoleh keterangan dari perusahaan. Lebih lanjut Nur menjelaskan permasalahan tersebut akan dilaporkan kepada Kepala Disnakertrans sehingga Disnakertrans dapat segera membentuk tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Disnakertrans belum akan mengundang pihak perusahaan, namun akan mendatanginya setelah memperoleh instruksi Kepala Dinas. (lia)

 

KPU tegaskan belum adanya pengumuman perolehan kursi

Kp Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul Budi Wiryawan menegaskan hingga saat ini KPU belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang perolehan kursi partai politik dan calon legislatif terpilih. Budi menjelaskan berdasarkan peraturan KPU No 20 tahun 2008 maka perolehan kursi partai politik akan diumumkan 15 hingga 17 Mei 2009. Sedangkan daftar caleg terpilih akan diumumkan 17 dan 18 Mei 2009. Budi menilai bila saat ini sudah terdapat berita di media massa berkaitan dengan daftar perolehan kursi dan caleg terpilih hanya merupakan hasil prediksi atau estimasi dari beberapa lembaga. Budi berharap masyarakat dapat memahami proses demokrasi yang terjadi saat ini yang diwarnai munculnya beberapa prediksi berkaitan dengan hasil pemilu legislatif Budi menambahkan pernyataan ini sekaligus memberikan jawaban terhadap keberatan dari DPD PAN Bantul terhadap kesalahan data perolehan kursi untuk PAN di beberapa Media Cetak.

Sementara itu Ketua Divisi Sosialisasi KPU Nurudin Latif mengatakan berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara tingkat Partisipasi warga Bantul pada pemilu legislatif 9 April 2009 mencapai 74,08 persen. Dari jumlah ini 89,08 persen suara syah sehingga suara yang tidak syah sekitar 10,92 persen. Latif menilai komposisi data ini meninjukan peralihan dari sistim coblos ke contreng tidak menjadi masalah bagi sebagian besar warga Bantul. Padahal sebelumnya banyak kalangan yang memperkirakan akan terdapat suara tidak syah mencapai 30 hingga 40 persen akibat perubahan cara pemungutan suara ini.

Dibagian lain ketua divisi hukum KPU Bantul Florentia Swity Andari mengaku hingga saat ini baru menerima tembusan laporan penggunaan dana kampanye 11 Partai Politik dari KPU Propinsi DIY. Masing-masing Hanura, PPDI, PKS, PPP, PNIM, PDK, PDS, Republikan, Demokrat, PKNU dan PKPB. Swity berharap Parta politik lainnya sudah mengirimkan laporan penggunaan dana kampaye ke kantor audit melalui KPU Propinsi DIY. Sebab jum’at 24 April 2009 merupakan batas akhir pengumpulan penggunaan dana kampanye. (tok)

 

Parut tradisional masih bertahan

Kp Usaha pembuatan parut tradisional di Sewon Timbulharjo Bantul masih bertahan ditengah persaingan dengan peralatan modern. Wakidah salah satu pembuat parut mengatakan usaha pembuatan parut dijalankan secara turun temurun oleh warga Sewon. Wakidah sendiri mengaku sudah mulai membuat parut sejak masih kecil hingga saat ini berusia 32 tahun. Bermodalkan bilah kayu dan kawat bekas gas atau kopling sepeda motor yang masing-masing dibelinya dengan harga 1.250 rupiah. Wakidah mampu membuat 5 buah parut setiap hari. Setelah jadi parut dijual ke pasar atau diambil pengepul dengan harga 5.000 rupiah perbiji. Selain di kabupaten Bantul pengepul juga menjual parut ke beberapa daerah di propinsi DIY. Wakidah mengaku tidak pernah menghadapi kendala berkaitan dengan bahan baku. Namun permodalan dan semakin terbatasnya generasi penerus yang enggan menekuni usaha pembuatan parut justru menjadi bahan pemikiran.

Sementara itu Kepala Dukuh Sewon Timbulharjo Andi Prasetyo menjelaskan dari 338 kepala keluarga saatn ini hanya tinggal 70 persen yang masih membuat parut. Dari jumlah ini hanya beberapa yang menjadikan sebagai pekerjaan utama sedangkan sebagian besar lainnya hanya membuat parut sebagai usaha sampingan. Andi memperkirakan terdapatnya parut dengan mesin dan santan kemasan menjadi penyebab turunnya jumlah pembuat parut. Andi mengaku belum terdapat pembinaan dari pemerintah kabupaten Bantul untuk membuat parut sebagai hiasan atau cinderamata. (tok)

April 25, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: