Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Kerjakan soal di tahanan Polsek

28 April 2009

KP Seorang siswa kelas 6 SD Kanisius ganjuran Ve terpaksa mengerjakan soal ujian semester di tahanan polsek Bantul Senin pagi. Siswa yang bersangkutan terlibat kasus pencurian di asramanya dan harus menjalani hukuman di Polsek Bantul. Pengawas ujian sekaligus guru SD Kanisius Ganjuran Yohanes Surat Nugraha mengaku anak didiknya tersebut memiliki prestasi yang bagus di bidang olah raga seperti sepakbola dan atletik. Bahkan sekolah sebelumnya berencana untuk mengikutsertakan Ve dalam pekan olah raga pelajar. Namun karena kasus tersebut Ve tidak dapat mewakili sekolah. Meski sudah satu minggu lebih berada di tahanan Polsek Bantul, sekolah selalu memberikan fasilitas belajar bagi Ve diantaranya memberikan buku-buku pelajaran dan buku-buku latihan soal untuk persiapan semester dan uas. Yohanes memastikan pada pelaksanaan uas 11 Mei 2009 Ve tetap mendapatkan fasilitas dari sekolah dan Dinas Pendidikan Dasar.

Di bagian lain Anggota Komisi A DPRD Bantul Agus Efendi juga turut memberikan dukungan moral bagi Ve dalam mengerjakan soal ujian. Agus berpesan kepada Ve supaya dapat fokus mengerjakan ujian meski saat ini berada di tahanan anak Polsek Bantul. Agus berharap semua pihak dapat memberikan dukungan bagi Ve supaya sukses mengerjakan ujian. (lia)

 

Hanya tiga siswa ikuti ujian susulan

KP Tiga siswa senin siang harus mengikuti unas susulan mulai. Kabid Bina Program Dinas Menengah dan Nonformal Esti Wijayani mengatakan ketiga siswa harus mengikuti ujian susulan karena pada waktu pelaksanaan unas utama sedang sakit. Tiga siswa tersebut mengikuti unas di sekolah masing-masing yakni di SMK 1 Sewon, SMK 1 Sedayu dan MAN Sabdodadi Bantul. Jadwal ujian susulan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan misalnya Bahsa Indonesai pada hari Senin atau Matematika pada hari Rabu. Esti menambahkan total siswa yang tidak masuk saat unas utama berlangsung mencapai 17 siswa terdiri dari 13 siswa SMK dan 4 siswa SMA. Namun dari 17 siswa tersebut hanya tiga orang yang mengikuti ujian susulan. Esti menambahkan pihaknya menerima berbagai alasan dari siswa yang tidak mengikuti ujian susulan tersebut diantaranya sudah menikah, stres dan bekerja di luar daerah.

Sementara itu pelaksanaan unas SMP pada hari pertama berlangsung lancar, salah satunya di SMP 1 Dlingo. Tim pemantau independen sekaligus sekretaris Dewan Pendidikan Edy Susanto mengaku di SMP tersebut tidak terdapat keterlambatan pembagian soal maupun siswa yang tidak masuk. Siswa yang mengikuti unas sebanyak 193 orang terdiri dari 191 siswa sekolah reguler dan dua siswa sekolah terbuka. Dua siswa dari sekolah terbuka biasanya mengikuti kegiatan belajar pada siang atau sore hari. Edy menambahkan selain siswa yang masuk semua, 22 pengawas yang dibagi dalam 11 kelas juga hadir semua. (lia)

 

Wabup jawab pemandangan umum fraksi

Kp DPRD Bantul senin siang menggelar rapat paripurna dengan agenda jawaban eksekutif atas pemandangan umum fraksi terhadap pengantar Laporan Pertanggung Jawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran 2008 Bupati Bantul. Jawaban disampaikan oleh wakil Bupati Bantul Sumarno dihadapan 30 anggota DPRD yang menghadiri rapat. Selain memberikan apresiasi kepada anggota DPRD yang telah memberikan pencermatan sehingga pemerintah kabupaten Bantul dapat melakukan penyempurnaan dan menyusun menjadi catatan strategis untuk penyempurnaan kebijakan, program dan kegiatan berikutnya. Seluruh pertanyaan yang diajukan fraksi dalam pemandangan umum dijawab eksekutif secara runtut. mulai dari masalah Ujian Nasional, BLT, Raskin, Lampu Penerangan Jalan Umum hingga Sisa Anggaran. (tok)

 

Pemda peringati hari otonomi daerah

Otonomi daerah tingkatkan pelayanan

Kp Pemerintah kabupaten Bantul senin pagi menggelar upacara peringatan hari otonomi daerah ke 10. Sekertaris Daerah Bantul Gendut Sudarto yang ditemui seusai upacara mengatakan peringatan bertujuan memberikan keyakinan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kabupaten Bantul bahwa dengan otonomi daerah warga masyarakat lebih banyak menikmati hasil-hasil pembanguan. Gendut menjelaskan otonomi daerah yang digulirkan tahun 1999 membawa semangat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada warga masyarakat. Setelah berjalan sekitar 10 tahun hasil dari penerapan otonomi daerah di Bantul dapat dilihat dengan nyata. Gendut menjelaskan selama masih tersentralisasi jumlah jalan negara yang rusak mencapai 88 persen. saat ini jalan negara yang rusak di Bantul hanya sekitar 5 persen. (tok)

 

Nama istri Bupati dicatut yayasan maya

KP Kepala Bagian Humas Bantul Bambang Legowo menghimbau masyarakat untuk waspada terhadap penipuan yang mencatut nama pejabat maupun istri pejabat. Bambang mengatakan dirinya baru saja memenuhi panggilan Ida Idham Samawi dan Sekda Bantul Gendut udarto Senin pagi d ruang Sekda terkait hal tersebut. Bambang mendapat keluhan dari Ida yang namanya dicatut sebagai penasehat suatu yayasan di Bantul. Yayasan tersebut berjanji akan memberikan bantuan senilai 80 juta rupiah per orang namun warga yang diberi bantuan diharuskan membayar terlebih dahulu. Bambang menjlaskan Ida tidak pernah bersedia menjadi penasehat maupun anggota yayasan tersebut. Setelah adanya laporan dari warga yang sudah menjadi korban yayasan, Ida mendatangi alamat yayasan, namun ternyata Ida tidak mendapatinya. Bambang menambahkan bagi warga Bantul dan luar Bantul yang menjadi korban yayasan tersebut segera melaporkannya kepada polisi. (tok)

 

Pencuri gasak perhiasan di siang bolong

KP Pencurian di siang hari terjadi di Perumahan Griya Ananda Ngotho Sewon Senin siang. Dalam kejadian tersebut pencuri berhasil membawa jam dan emas perhiasan yang ditaksir nilainya mencapai 20 juta rupiah. Korban dalam kejadian tersebut Edwin mengaku sedang bekerja ketika pencurian terjadi. Saat itu Edwin dihubungi oleh istrinya karena curiga pintu rumah dalam keadaan terbuka. Edwin menjelaskan istrinya mendapati pintu rumah terbuka ketika lewat untuk menjemput anaknya di sekolah. Edwin segera pulang dan memeriksa almari. Edwin mendapati jam dan emas perhiasannya sudah hilang sehingga segera melaporkan kejadian kepada Polsek Sewon. (lia)

 

Minim, peserta KB dapat layanan

Kp Kurang dari 30 persen peserta KB di Bantul yang mendapat pelayanan dari instansi milik pemerintah daerah. Kepala Badan Kesejahteraan Keluarga, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BKK,PP dan KB) Bantul Joko Sulasno Nimpurno menyampaikan pernyataan ini dalam Rapat Kerja Daerah Keluarga Berencana Kabupaten Bantul sabtu siang di Aula Bank Bantul. Berdasarkan data saat ini terdapat 113.595 pasangan peserta KB. Sekitar 76 persen atau 148.407 diantaranya merupakan Pasangan Usia Subur (PUS). Dari jumlah tersebut sekitar 70 persen atau 79 persen mendapat pelayanan dari pihak swasta. Joko menambahkan dari total peserta 29 persen atau 33.000 menggunakan alat kontasepsi mantap berupa IUD, Medis Operasi Pria (MOP) dan Medis Operasi Wanita (MOW). (tok)

 

April 29, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: