Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Pedagang Mancingan ditertibkan

27 April 2009

KP Sabtu pagi Satpol PP dan petugas Dinas Perhubungan kabupaten Bantul menertibkan pedagang yang berjualan di sebelah selatan paving block pantai Parangtritis tepatnya di Dusun Mancingan. Dalam penertiban tersebut beberapa pedagang yang merasa dirugikan sempat meminta kembali barangnya yang sudah berada di atas truk pengangkut. Warsiyem salah satu pedagang mengatakan penertiban tersebut sangat mendadak dan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Warsiyem tidak pernah memperoleh informasi tentang penertiban selama dia berjualan. Warsiyem adalah warga Dusun Depok yang berjualan di Dusun Mancingan.

Ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut Komandan Satpol PP Kandiawan mengatakan pihaknya sudah sering mensosialisasikan mengenai penertiban kios-kios di sebelah selatan paving block. Sosialisasi dilakukan melalui aparat desa setempat dan memperoleh persetujuan pedagang. Kandiawan menilai pedagang yang tidak menerima penertiban tersebut melanggar komitmen mereka sendiri karena sebelumnya pedagang sudah menyetujui adanya penertiban. Kandiawan menambahkan hanya sekitar 14 kios yang ditertibkan dari total 39 kios karena sebagian besar telah membersihkan barang dagangannya sendiri. Barang-barang milik pedagang selanjutnya dibawa ke Kantor Kecamatan Kretek sehingga pedagang yang menginginkan barangnya kembali dapat mengambil di Kantor Kecamatan. Lebih lanjut Kandiawan menjelaskan penertiban tersebut dilakukan sesuai peraturan tentang larangan berjualan di tepi pantai sebelah selatan paving block . Sebagai gantinya Pemerintah Kabupaten Bantul sudah menyediakan kios dan los di Pasar Mancingan yang lebih luas dan bersih.

Di bagian lain anggota Komisi D DPRD Bantul Agung Laksmono sepakat dengan penertiban tersebut karena adanya pedagang mengganggu keindahan pantai. Penertiban pedagang juga merupakan bagian dari penegakan tata ruang wilayah. Namun Agung menyarankan Pemerintah Kabupaten dapat menyediakan pengganti yang layak karena berdagang merupakan mata pencaharian mereka. (lia)

 

Pemandangan umum Fraksi terhadap pengantar LKPJ

Sebagian besar mengomentari kesalahan DPT

Kp DPRD Bantul sabtu 25 April 2009 menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum Farksi terhadap Pengantar Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati akhir tahun anggaran 2008. Dalam pemandangan umunya setiap fraksi di DPRD Bantul mengomentari kesalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang menyebabkan banyak warga Bantul yang terpaksa tidak dapat menggunakan hak pilihnya pada pemilu legislatif 9 April 2009. Selain masalah Ujian Nasional dan Bantuan Langsung Tunai. Beberapa Fraksi seperti PKS dan Golkar juga meminta penjelasan dari eksekutif berkaitan dengan penggunaan anggaran. Besarnya SILPA tahun 2008 yang besarnya sama antara rencana dan realisasi menjadi pertanyaan Fraksi PKS. Padahal pada tahun 2008 terjadi peningkatan pendapatan dan penghematan belanja. FPKS juga mempertanyakan penyebab turunnya kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Padahal terjadi kenaikan produkstifitas padi mencapai 0,6 ton perhektar. Selain belum meratanya pendapatan masyarakat dilihat dari angka gini ratio. (tok)

 

BKD telah usulkan 15 nama dokter dan dokter gigi

Kp Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul sudah mengirmkan 15 nama dokter dan dokter gigi PTT ke Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) untuk dapat diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui jalur khusus. Kepala BKD Bantul Maman Permana mengaku sudah tidak terdapat masalah berkaitan dengan usulan. Sehingga saat ini BKD tinggal menunggu keputusan dari Menpan. Sementara itu berkaitan dengan kekosongan 7 Kepala SD dan 1 Kepala SMP di Bantul BKD siap melatik pada 28 April 2009. Maman enggan menyebutkan nama-nama calon kepala sekolah yang akan dilantik. Namun pelantikan kepala sekolah ini dapat meringankan tugas kepala sekolah yang selama ini terpeksa harus menjalankan tugas rangkap. (tok)

 

Idham optimis peroleh penghargaan produktivitas padi

KP Bupati Bantul Idham Samawi optimis akan memperoleh penghargaan di bidang produktivitas pangan meski sebelumnya sudah tiga kali berturut-turut memperoleh penghargaan serupa dari Pemerintah Republik Indonesia. Hal tersebut disampaikan Idham di dalam sambutannya kepada kepala sekolah di Aula Bank Bantul beberapa waktu lalu. Idham menjelaskan Kabupaten Bantul telah memperoleh penghargaan ketahanan pangan dari pemerintah pusat sebanyak tiga kali berturut-turut. Menurut peraturan yang berlaku, Bantul tidak diperbolehkan lagi memperoleh penghargaan yang sama. Namun pemerintah pusat sudah meniadakan penghargaan ketahanan pangan dan mengganti menjadi penghargaan produktivitas padi. Pemerintah pusat akan memberikan penghargaan bagi kabupaten dan kota yang produktivitasnya naik hingga 5% lebih dibanding tahun sebelumnya. Idham optimis Bantul akan memperoleh penghargaan produktivitas tersebut karena saat ini produktivitas padi di Bantul meningkat mencapai 7,8 ton per hektar dari angka sebelumnya 7,2 ton perhektar gabah kering panen. (lia)

April 29, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: