Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

ATM dibobol, 60 juta bablas

1 Mei 2009

KP Warga Kasongan Bangunjiwo Kasihan dikejutkan aksi pembobolan mesin ATM Kamis dini hari. Darmi, warga yang tinggal di sebelah timur mesin ATM mengaku mendengar suara gaduh sekitar pukul 3 dini hari. Saat itu Darmi sedang menyiapkan bahan untuk berjualan bubur pagi harinya. Karena penasaran Darmi mendatangi asal suara gaduh tersebut. Darmi mengatakan dirinya melihat sekitar lima atau enam orang berkerumun di depan ruang ATM Bank BPD Kasongan. Di dekatnya terlihat sebuah mobil kijang yang nomor platnya dicatat oleh Darmi AB1880MZ dan sebuah motor Honda Karisma dengan seorang penumpang. Melihat kedatangan Darmi, pengendara karisma mendekatinya. Karena takut Darmi kembali ke rumah untuk bersembunyi.

Di bagian lain Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Doni Siswoyo mengatakan para perampok merusak kaca depan ruang mesin ATM dan membawa brankas mesin ATM. Kerugian yang diderita diperkirakan mencapai 60 juta rupiah. Selang satu jam setelah kejadian Polres Bantul menerima laporan penemuan brankas di sungai di Kecamatan Piyungan oleh warga. Brankas kemudian dibawa ke Polres Bantul oleh petugas kepolisian. Doni mengatakan saat ini pihaknya sedang memeriksa Bondan, penjaga malam yang sedang bertugas. Kepada polisi Bondan mengaku setelah mengunci pintu ruang ATM dia tidur di mushola samping ATM sekitar pukul 2 dini hari. Berdasar modus perampokan dengan mengambil brankas, Doni memperkirakan adanya kesamaan dengan kasus sebelumnya yang terjadi di ATM Manding. (lia)

 

Kecamatan Kretek terserap 100%

BLT terserap 98,7%

KP Hingga Rabu 29 April 2009 bantuan langsung tunai (BLT) yang terserap di 12 kecamatan di Bantul mencapai 98,7 persen atau 38.856 RTS dari total 39.476 RTS. Dari 12 kecamatan tersebut penyerapan BLT yang mencapai 100% hanya di Kecamatan Kretek. Kepala Kantor Pos Bantul Rajiman R Juhri memperkirakan warga yang belum mengambil BLT karena belum sempat. Rajiman menghimbau warga tersebut untuk segera mengambil d Kantor Pos kecamatan karena tahun ini Kantor Pos Bantul mentargetkan penyerapan mencapai 100%. Rajiman menambahkan pihaknya mendata warga yang belum mengambil BLT hingga tanggal 30 April 2009 dan data tersebut akan disampaikan kepada Camat setempat. Dengan berkoordinasi dengan Camat dan Lurah Kantor Pos akan mendata penyebab warga tidak sempat mengambil BLT. Bila warga dalam keadaan sehat akan diminta mengambil di Kantor Pos, namun bila warga sakit petugas kantor pos kecamatan akan mendatanginya untuk menyerahkan BLT. Khusus bagi warga yang meninggal dunia, BLT akan diserahkan pada ahli warisnya. Namun bila tidak memiliki ahli waris BLT akan dikembalikan ke pusat dan kupon BLT diminta kembali oleh Kantor Pos. Rajiman menambahkan tanggal 1 hingga 10 Mei 2009 warga masih diberi kesempatan mengambil BLT, disamping petugas mendatangi warga yang sakit. Tanggal 11 hingga 15 Mei Kantor Pos akan mendata ulang penyerapan BLT dan mengembalikan dana ke pusat bila terdapat sisa. (lia)

 

Catur Sakti hanya bisa menunggu

KP Departemen Pendidikan Nasional telah meninjau kampus Catur Sakti beberpa waktu lalu untuk memeriksa keadaan dan kualitas kampus. Kepada Ketua Harian Yayasan Catur Sakti Sukardiono, pihak Depdiknas menyayangkan penutupan kampus. Saat ini Yayasan Catur Sakti hanya bisa menunggu keputusan Depdiknas mengenai jadi dan tidaknya penutupan kampus. Untuk sementara perkuliahan pendidikan luar sekolah masih berjalan sedangkan perkuliahan program pendidikan lain tidak berjalan. (lia)

 

Dinkes siapkan 818 kapsul tamiflu

Kp Dinas Kesehatan Bantul menyiapkan 818 ribu kapsul tamiflu untuk mengantisipasi kemungkinan terdapatnya suspect flu babi. Kepala Dinas Kesehatan Bantul Siti Nur Zaenab mengatakan kapsul tamiflu akan didistribusikan ke Puskesmas dan Rumah Sakit. Mengingat terdapatnya efek samping tamiflu tidak akan dijual bebas dan hanya akan diberikan kepada yang benar-benar membutuhkan. Zaenab menjelaskan tamiflu ini merupakan sisa untuk penanganan flu burung dengan tanggal kadaluwarsa Juni 2010. Zaenab memastikan pemberian tamiflu bersifat pengobatan. Namun pencegahan meruapakan langkah paling tepat. Sehinggan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi senjata ampuh menangkal penyakit flu babi. Zaenab menambahkan PHBS dapat dilakukan dengan membersihkan kandang 5 hari sekali,menyemprotkan desinfektan dan selalu menggunakan pelindung meliputi masker,sarung tangan,jas dan sepatu saat bersentuhan dengan babi,serta selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah bersentuhan dengan babi.

Sementara itu RSUD Panembahan Senopati sudah menyediakan 2 ruang khusus untuk perawatan suspect flu babi. Ruang ini sebelumnya disediakan untuk merawat suspect flu burung. Apabila suspect dinyatakan positif maka akan langsung dirujuk ke RS Sarjito yang memiliki fasilitas untuk perawatan pasien positif flu babi. (tok)

 

Pembebasan tanah selalu menjadi kendala

Kp Pembebasan tanah selalu menjadi kendala dalam setiap proyek pembangunan di kabupaten Bantul. Sekertaris Daerah kabupaten Bantul Gendut Sudarto mengaku terhantui bila harus terjadi konflik antara pemerintah daerah dengan rakyatnya yang disebabkan proses pembebasan tanah untuk lokasi proyek. Gendut mencontohkan untuk lokasi pembangunan water boom rakyat meminta harga 1,5 juta rupiah permeter persegi yang tentu sangat tidak masuk akal. Gendut memperkirakan kondisi yang sama juga akan terjadi pada pembebasan tanah untuk proyek pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang akan dimulai akhir 2009. Gendut mengaku menghadapi dilema dalam proses pembebasan tanah. Disatu sisi masyarakat sebagai pihak yang akan menikmati pembangunan fasilitas umum justru mengajukan harga yang sangat tinggi. Padahal berdasarkan peraturan pemerintah daerah hanya diperkenankan memberikan harga sesuai Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). Gendut menambahkan pemerintah pusat justru mencurigai terjadinya markup bila pemerintah daerah memberikan harga jauh diatas NJOB.

Sementara itu anggota Komisi D DPRD Bantul Slamet Bagyo menilai kondisi ini disebabkan terdapatnya oknum yang mempengaruhi rakyat untuk meminta harga tinggi. Slamet mengatakan hampir di setiap proses pembebasan oknum yang biasanya justru berasal dari kalangan yang memiliki akses informasi ke pemerintah daerah ini selalu bermain. Dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi tindakan oknum ini justru mengahmbat proses pembangunan. Untuk itu Slamet menghimbau kepada warga masyarakat agar bersedia menerima harga yang wajar untuk kepentingan pembangunan fasilitas umum. (tok)

 

Pemkab Bantul masih butuh 1.200 PNS baru

Kp Pemerintah kabupaten Bantul masih membutuhkan tambahan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mengisi beberapa formasi yang masih lowong. Berkaitan dengan kondisi ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul mangajukan penerimaan 1.264 CPNS baru melalui jalur umum ke Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) pada tahun 2009. Kepala BKD Bantul Maman Permana menyampaikan pernyataan ini di sela-sela penyerahan SK bagi 441 CPNS kamis siang di pendopo Parasamya. Maman menjelaskan 441 CPNS baru ini 6 orang dari formasi tahun 2005 yang berusia kritis,52 formasi honorer tahun 2007,53 fromasi honorer tahun 2008 dan 330 pendaftar umum tahun 2008. Maman menambahkan untuk tahun 2009 lowongan yang dibuka untuk ijazah SMP hingga Sarjana. (tok)

 

Pemkab terima kedatangan Komisi A Kabupaten OKI

KP Pemerintah Daerah Kabupaen Bantul menerima kedatangan anggota Komisi A dan Komisi D DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatra Selatan. Kedatangan 20 anggota DPRD Kabupaten OKI tersebut dalam rangka studi banding masalah pendidikan dan kesehatan. Mereka diterima langsung oleh Asisten I Sekda Sukardiono di gedung induk parasamya Kamis pagi. Sukardiono mengatakan Bantul dinilai berhasil di bidang pendidikan terutama dalam meluluskan siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu mereka menilai Bantul juga berhasil mengatasi empat masalah kesehatan diantaranya demam berdarah, gizi buruk, kematian ibu hamil dan bayinya serta penyakit Tuberculosis (TBC). Berdasar studi banding tersebut DPRD Kabupaten OKI berencana untuk menerapkan peningkatan sumber daya pengajar dengan menyekolahkan para guru hingga S2 menggunakan dana APBD. Mereka juga berencana membebaskan biaya pendidikan dan biaya konrol ke puskesmas bagi ibu hamil. (lia)

Mei 2, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: