Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Disdikdas akui kelemahan administrasi sekolah

6 Mei 2009

KP Menanggapi temuan DPRD Bantul tentang adanya indikasi penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) setelah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kepala Dinas Pendidikan Dasar Sahari mengakui adanya kelemahan administrasi di sekolah-sekolah terutama SD dalam mengelola BOS tahun 2008. Sahari menjelaskan tidak adanya bagian tata usaha di SD menyebabkan beberapa kepala sekolah harus merangkap menjadi pelapor dana BOS. Hal ini dialami oleh SD-SD yang terletak di pelosok-pelosok. Meski demikian Sahari memperbolehkan SD mengangkat tenaga pembantu yang khusus menangani tabulasi penggunaan dana BOS. Sahari menambahkan pihaknya mendapat keluhan dari beberapa sekolah tentang penggunaan bunga BOS. Tidak ada kepala sekolah yang berinisiatif menggunakan bunga tersebut karena khawatir melakukan pelanggaran.

Di bagian lain Kepala SD Muh Senggotan Kasihan Ganjari mengaku mengangkat seorang tenaga pembantu yang menangani tabulasi dana BOS. Tenaga pembantu tersebut merupakan seorang staf pengajar mata pelajaran Bahasa Inggris di SD Muh Senggotan yang tidak memiliki latar belakang pendidikan akuntansi atau ekonomi. Namun demikian tenaga pembantu yang diangkat Ganjari memiliki kemampuan yang bagus dalam menangani tabulasi dana BOS. Ganjari menambahkan kendala yang dihadapi sekolah hanya terletak pada masa transisi pemberian dana. Sebelumnya sekolah mendapatkan dana tiap memasuki tahun ajaran baru, kini sekolah menerima dana di pergantian tahun.

Berbeda dengan Ganjari, Ketua MKKS SD Kabupaten Bantul Suharyanto justru mengharapkan adanya pelatihan khusus bagi kepala sekolah untuk menangani tabulasi penggunaan dana BOS. Hal ini disampaikan Suharyanto beberpa waktu lalu dalam sosialisasi Unas di Aula Bank Bantul.

Dibagian lain anggota Komisi A DPRD Bantul Ahmad mengatakan berdasarkan pembahasan,maka Dinas Pendidikan Dasar kabupaten Bantul akan mengembalikan kelebihan anggaran dari pemerintah kabupaten Bantul ke kas daerah. Dan kelebihan anggaran dari pemerintah pusat ke kas negara. Namun Ahmad memperingatkan dalam mengembalikan kelebihan anggaran tidak boleh membebani orangtua atau wali siswa. (lia)

 

Lurah dihimbau tak keluarkan SKTM

Kp Pemerintah kabupaten Bantul mengeluarkan surat edaran kepada setiap lurah untuk tidak mengeluarkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Sekertaris Daerah Gendut Sudarto mengatakan surat edaran ini dikeluarkan untuk menghindari kerancuan data keluarga miskin. Gendut menilai selama ini SKTM dikeluarkan tidak berdasarkan kriterian warga miskin yang sudah ditetapkan. Kondisi dikahwatirkan menjadi penyebab bantuan salah sasaran. Gendut mengaku sebelumnya sudah mengeluarkan surat edaran serupa. Sehingga surat edaran selanjutnya hanya bersifat menegaskan. Gendut menambahkan surat edaran ini berlaku tetap dan tidak akan dicabut.

Sementara itu Ketua Fraksi PKS DPRD Bantul Agus Sumartono menyesalkan keluarnya surat edaran ini. Agus menilai keluarnya SKTM sebagai dampak tidak terakomodasinya sebagian warga miskin dalam Jaminan Kesejahteraan Sosial (Jamkesos). Agus menjelaskan berdasarkan data desember 2008 kabupaten Bantul mendapat jatah 92 ribu Jamkesos untuk sekitar 148 ribu warga miskin. Akibatnya masih terdapat warga miskin yang belum terakomodasi. Sehingga agus menilai keluarnya surat edaran tidak dapat menjadi solusi. Agus justru mengusulkan pendataan ulang warga miskin. Sebab berdasarkan pencermatan terdapat warga miskin yang tidak mendapat jamkesos. Namun disisi lain terdapat warga yang tidak miskin justru menerima jamkesos. (tok)

 

Kejar target, Pansus studi banding

Kp Mengejar target pembahasan 4 Raperda 4 Panitia Khusus DPRD Bantul akan melakukan studi komparasi ke Kota Bekasi dan Kota Depok Jawa Barat. Berdasarkan rapat Pansus yang digelar selasa siang Pansus 1 yang membahas Raperda tentang perubahan struktur organisasi pemerintahan desa dan Pansus 2 yang membahas Raperda tentang Retribusi Pelayanan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan sipil akan melakukan studi komparasi ke Kota Bekasi. Sedangkan Pansus 3 yang membahas Raperda retribusi parkir di tepi jalan umum dan Pansus 4 yang membahas Raperda retribusi parkir di lokasi khusus akan melakukan studi komparasi ke Kota Depok. Menurut rencana studi komparasi akan berlangsung selama 3 hari mulai rabu 6 Mei 2009. Sekertaris Pansus 2 Jupriyanto mengatakan sebenarnya terdapat beberapa daerah yang sudah memiliki Perda Berkaitan dengan Retribusi pelayanan pendaftaran kependudukan dan pencatatan sipil namun Kota Bekasi merupakan pemerintah daerah yang memiliki Perda terbaru berkaitan dengan Retribusi pelayanan pendaftaran kependudukan dan pencatatan sipil. Selain itu dihapusnya beberapa Retribusi pelayanan pendaftaran kependudukan dan pencatatan sipil oleh pemerintah Kota Bekasi sejalan dengan Draft Raperda yang diajukan pemerintah kabupaten Bantul.

Sementara itu anggota Pansus 1 Ahmad mengaku akan membahas hasil studi komparasi bersama bagian pemerintahan desa setda Bantul beserta pamong. Dengan harapan mampu menghasilkan Perda yang optimal. Sehingga tidak terdapat duplikasi tugas dan fungsi dalam struktur organisasi pemerintahan desa. Pembahasan Raperda dijadwalkan hingga 15 Mei 2009. (tok)

 

Dukung pertanian organic

Petani harapkan tambahan sapi

KP Untuk mengembangkan pertanian organic petani di Dusun Kembangkerep Srihardono Pundong menghendaki bantuan ternak sapi dari Pemerintah Kabupaten Bantul. Muharjo Ketua Kelompok Tani Kembang Lestari mengatakan saat ini kelompoknya memiliki 20 ekor sapi dan 20 ekor kambing untuk memenuhi kebutuhan pupuk kandang 12 hektar sawah. Karena dalam satu hektar dibutuhkan 6 ekor sapi maka kelompok masih kekurangan ternak. Akibatnya dari 94 petani anggota kelompok, baru 54 petani yang menerapkan pupuk organic murni. Sisanya masih menggunakan campuran anatar pupuk organic dan pupuk kimia. Kelompok tani Kembang Lestari mulai beralih ke pertanian organic secara bertahap sejak tahun 1996.

Menanggapi permintaan bantuan sapi, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul Edy Suharyanto mengaku telah memberikan solusi dengan mengubah teknik pembuatan pupuk organic. Edy menyarankan petani mengolah pupuk secara bioenzim karena bahan baku berupa kotoran ternak yang diperlukan sedikit. Namunkarena para petani masih berharap, Edy mengatakan pihaknya akan menyampaikan permohonan tersebut kepada Dinas Keluatan Perikanan dan Peternakan.

Pertanian berbasis organic di Dusun Kembangkerep tersebut merupakan salah satu program pokja pertanian yang menjadi bagian Forum Pengembangan Ekonomi Lokal (Forum PEL) Bapeda Bantul. Kabid Ekonomi Bapeda Pulung Haryadi menjelaskan Forum PEL terdiri dari 3 pokja diantaranya pokja pariwisata, pertanian dan industri. Khusus pokja pertanian didirikan untuk mewujudkan Bantul go Organic. Pulung mengatakan sasaran Pokja Pertanian baru di satu tempat yaitu Dusun Kembangkerep yang memiliki masalah tanah dengan kandungan phospat yang tinggi. Akibatnya tanah kurang gembur dan memerlukan perlakuan pertanian organic untuk mengembalikan kesuburannya. Pulung menambahkan petani Dusun Kembangkerep berhasil memanen 12 hektar lahan pertanian organic dengan hasil mencapai 50 ton. 24 ton diantaranya sudah dibeli oleh Kampung Keraifan Indonesia, sedangkan sisanya dikunsumsi sendiri oleh petani. Panen simbolis diselenggarakan Selasa siang yang dihadiri Dipertahut, Forum PEL dan Kampung Keraifan Indonesia.

(lia)

Mei 7, 2009 - Posted by | Info Harian |

2 Komentar »

  1. segala sesuatu harus tertib… Kejujuran yang utama

    Komentar oleh Husna Azizah | Mei 7, 2009 | Balas

  2. dimana-mana seh kelemahan ‘administrasi’ itu selalu terjadi…walaupun sebenarnya kesalahan manusia, karena kan administrasi itu pasif.

    Komentar oleh yorasaki | Mei 7, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: