Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Jalur dibuka, peternak babi masih resah

8 Mei 2009

KP Meski jalur perdagangan daging babi ke kota-kota besar sudah dibuka kembali sejak minggu 4 Mei 2009, peternak babi masih merasakan dampak berkurangnya omzet. Salah satunya Hadi Subianto, peternak babi di Dusun Lopati Trimurti Srandakan. Hadi mengaku sebelum merebaknya kasus flu babi dirinya mampu mengirim 70 ekor babi keluar daerah tiap dua minggu. Pengiriman terakhir ke luar daerah dilakukan tanggal 19 April 2009 atau sekitar 3 minggu yang lalu. Sebelum Hadi melakukan pengiriman berikutnya, jalur pengiriman daging babi ke luar daerah ditutup tanggal 20 April hingga 3 Mei 2009. Setelah jalur tersebut dibuka kembali tanggal 4 Mei, Hadi belum mengirim karena pesimis dapat meraih order yang besar. Jalur pengiriman daging babi yang sudah dibuka sejak 4 Mei diantaranya pengiriman ke Bandung, Bogor, Sukabumi, Cirebon, Tangerang dan Jakarta. Sedangkan pengiriman ke luar pulau belum dibuka hingga batas waktu yang belum diketahui. Selain penutupan jalur pengiriman, Hadi juga mengeluhkan harga daging babi yang merosot dari 16.000 menjadi 11.000 per kilogram.

Di bagian lain RSD Panembahan Senopati Bantul telah mempersiapkan dua ruang isolasi untuk pasien yang menderita flu babi atau diduga menderita flu babi. Kepala RSD Panembahan Senopati I Wayan Sudana menjelaskan ruangan tersebut sebelumnya digunakan sebagai ruang isolasi flu burung. Setelah kasus flu babi menyebar di beberapa Negara, RSD ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan flu babi oleh Dinas Kesehatan Bantul. Hal ini menyebabkan pihak RSD mempersiapkan ruang isolasi flu burung yang diperbaiki menjadi ruang isolasi flu babi. Wayan menambahkan ruang isolasi flu babi sudah siap digunakan karena sudah dilengkapi peralatan ICU. Peralatan sanitasi sebelum memasuki ruangan atau disebut dengan alat perlindungan diri juga dipersiapkan. Alat perlindungan diri meliputi sanitasi tangan, sarung tangan, celemek plastik, jas operasi, penutup kepala, masker bedah, masker respirator dan kacamata pelindung. (lia)

 

Pengelola Pasar Gabusan segera diganti

KP Pemerintah Desa Timbulharjo Sewon berencana untuk mengganti pengelola Pasar Gabusan, pasar tradisional di sebelah Pasar Seni Gabusan karena dinilai tidak terorganisir. Lurah Desa Timbulharjo Zabidi Faturohman menjelaskan lurah pasar sebelumnya sudah meninggal dunia. Saat ini ada seorang pengganti yang merasa memiliki surat perintah dari lurah pasar sebelumnya untuk mengelola pasar. Akibatnya pengelolaan kurang terorganisir karena tidak berkoordinasi dengan aparat desa. Namun demikian pemerintah desa secara rutin tetap menerima pemasukan retribusi kios dan los masing-masing 250.000 per bulan. Zabidi menambahkan saat ini pihaknya sedang mendata kerusakan fisik maupun personil yang perlu diperbaiki. Setelah pendataan selesai, penggantian pengelola pasar akan secepatnya dilakukan..

Di bagian lain kondisi Pasar Tradisional Gabusan secara fisik membutuhkan perbaikan. Saryati, salah satu pedagang kelontong mengatakan beberapa lorong pasar banjir bila terguyur hujan deras. Marto, pedagang lain berharap adanya perbaikan supaya pasar lebih ramai. Marto menilai sejak pasar dipindah ke sebelah barat jalan parangtritis keadaannya menjadi lebih sepi dibandingkan saat masih berada di sebelah timur jalan. Marto menambahkan di Pasar Tradisonal tersebut terdapat sekitar 80 pedagang yang menggantungkan hidupnya dari denyut nadi pasar. (lia)

 

Dinsos bantah terdapatnya tunggakan raskin

Kp Dinas Sosial kabupaten Bantul membantah terdapatnya tunggakan pembayaran raskin mencapai 32 juta rupiah. Staf bagian raskin Dinas Sosial Bantul Ita Suryani mengatakan keterlambatan pembayaran raskin sebelum pendistribusian raskin bulan berikutnya biasa terjadi. Ita menjelaskan kondisi ini biasa disebut pending bukan nunggak. Sebab bila terdapat tunggakan dipastikan distribusi bulan berikutnya tidak akan dilakukan. Padahal selama ini proses distribusi raskin dilakukan secara rutin di Bantul. Ita menilai kondisi ini terjadi karena faktor letak geografis antar penduduk yang tidak memungkinkan dapat melakukan pembayaran secara cepat. Selain proses distribusi raskin untuk 2 bulan yang dibagikan dalam satu bulan. Sehingga warga masyarakat sedikit keberatan untuk membayar 1.600 rupiah kali 15 kilogram dalam waktu 2 minggu.

Sementara itu Pelaksanan Harian Kepala Dinas Sosial Bantul Nugroho mengaku akan konfirmasi ke Bulog berkaitan dengan terdapatnya tunggakan ini. Nugroho mengaku belum menerima kabar ini. sebab pada koordinasi membahas raskin di propinsi permasalahan ini tidak dibahas. (tok)

 

Curi motor dituntut 15 bulan

Kp Gara-gara membawa kabur sepeda motor Hendri Widi Maruto warga Sorosutan Yogyakarta dituntut pidana penjara selama 15 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum Widagdo. Pada sidang yang dipimpin Hakim Ketua Agus Rumekso terungkap peristiwa terjadi 27 Desember 2008. Berawal dari perkenalan terdakwa dengan korban Moh Alex warga Wiyoro Baturetno di sebuah warung makan. Berkedok ingin membeli tanah terdakwa berkunjung ke rumah korban. Sempat terjadi tawar-menawar dan belum terdapat kesepakatan harga korban pamit ke belakang. Kesempatan ini tidak disia-siakan terdakwa untuk membawa lari sepeda motor Mio AB 3226 B. Putusan pidana kasus ini akan digelar kamis pekan depan.

Sementara itu Hakim Ketua Agus Rumekso menjatuhkan putusan pidana penjara selama masing-masing 2 bulan 20 hari kepada Zulkifli,Mario Wijaya dan Safrizal terdakwa dalam kasus perjudian. Pada sidang yang digelar kamis siang di PN Bantul terungkap ketiga terdakwa tertangkap 20 Februari 2009 saat berjudi di lapangan Wonokromo Pleret.Bersama ketiga terdakwa turut disita uang sebesar 6 ribu rupiah sebagai taruhan. Putusan MH ini lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum Edi Saputra yang menuntut ketiga terdakwa denganpidana penjara masing-masing selama 5 bulan. (tok)

Mei 11, 2009 - Posted by | Info Harian

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: