Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Partai ragukan pertambahan DPS yang minim

13 Mei 2009

KP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Parkai Keadilan Sejahtera (PKS) Bantul meragukan pertambahan DPS yang kurang dari 400 pemilih. Ketua Fraksi PDIP DPRD Bantul Uminto Giring Wibowo yakin pertambahan DPS dapat mencapai ribuan. Giring mencontohkan di tempat tinggalnya di Desa Tirtonirmolo Kasihan terdapat pertambahan pemilih sebanyak 20 orang untuk wilayah satu RT saja. Giring menjelaskan bila jumlah tersebut dikonversi dalam wilayah dusun bisa menjadi ratusan orang. Sehingga Giring menyimpulkan untuk satu wilayah kabupaten jumlah pertambahan dapat mencapai ribuan orang. Giring menambahkan dirinya manilai masyarakat menjadi apatis terhadap pemilu karena pelaksanaannya karut marut sehingga bila belum terdaftar dalam DPS, mereka tidak proaktif. Hal ini dapat memicu minimnya pertambahan DPS. Giring menambahkan berdasar pendataan tim sukses PDIP, terdapat 3.000 hingga 4.000 kader dan simpatisan yang tidak terdaftar dalam DPT pemilihan legislatif. Bila jumlah tersebut masuk dalam DPS pilpres maka terdapat ribuan tambahan pemilih hanya dari kalangan PDIP saja.

Senada dengan Giring, anggota Fraksi PKS Amir Syarifudin juga meragukan pertambahan pemilih dalam DPS yang hanya mencapai ratusan. Amir mencontohkan di dusunnya terdapat tambahan mencapai 50 orang. Bila dalam satu dusun jumlah pemilih bertambah 50 orang maka dalam satu kabupaten setelah dikalikan 933 dusun jumlahnya mencapai ribuan. Amir menambahkan PKS kehilangan potensi suara hingga 10.000 pemilih dalam pemilu legislatif karena sebagian kader dan simpatisan tidak terdaftar dalam DPT pileg. Bila jumlah tersebut masuk dalam DPS pilpres maka jumlah pemilih dapat bertambah hingga 10.000 orang hanya dari kalangan PKS.

Di bagian lain Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Sabdodadi Bantul Agus Haryanto memaparkan penyebab berkurangnya jumlah pemilih di desanya. Pemilih yang terdaftar dalam DPT pileg sebanyak 5.284 orang, namun setelah dimutakhirkan hanya menjadi 4.997 orang dalam DPS pilpres. Pengurangan jumlah pemilih disebabkan karena banyaknya warga Desa Sabdodadi ber-KTP Bantul yang bekerja di luar daerah dan memilih untuk menggunakan hak pilihnya di tempat kerja. Sebelumnya mereka terdata dalam DPT pileg karena ber-KTP Bantul. Setelah dimutakhirkan mereka dicoret dari DPS pilpres karena tidak memilih di Bantul. (lia)

 

KPU lantik tiga PPS dan satu PPK baru

KP Senin siang KPU Bantul melantik tiga orang panitia pemungutan suara (PPS) dan satu orang panitia pemilihan kecamatan (PPK). Anggota KPU Bantul Florentia Switi Andari menyebutkan tiga orang PPS yang diganti adalah PPS Desa Potorono Banguntapan, Trimulyo Jetis dan Wonolelo Pleret. Sedangkan PPK yang diganti adalah PPK Kecamatan Bantul. Switi mengatakan empat orang tersebut sudah mengajukan surat pengunduran diri kepada KPU. Sebagian beralasan kesehatan dan terdapat satu orang yang diterima sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di luar Provinsi DIY. Switi menambahkan berdasarkan rekomendasi Panwas, KPU juga sedang memproses pergantian antar waktu (PAW) beberapa petugas KPPS yang perlu diganti. (lia)

 

Kurang serius, latihan simulasi diulang

13 simulasiKp Puluhan massa yang tidak puas terhadap hasil pemilu presiden selasa siang mencoba menduduki kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul. Jajaran Polres Bantul yang sudah menerima laporan akan terjadinya peristiwa ini mencoba menggelar mediasi dengan massa. Namun karena massa mulai bertindak anarkis dan jumlahnya terus bertambah Polres Bantul segera menerjunkan pasukan untuk menahan massa agar tidak masuk ke kantor KPU. Akibatnya terjadi dorong-dorongan antara massa dan polisi yang diwarnai pelemparan. Adegan ini merupakan salah satu bagian dalam gladi simulasi pengamanan kota dalam pelaksanaan pemilu presiden. Selain itu masih terdapat adegan lain seperti upaya polisi mengamankan tim sukses salah satu Capres-Cawapres dari upaya penyanderaan oleh massa dan pengamanan polisi terhadap upaya penjarahan. Pelaksanaan gladi harus diulang karena Kapolres Bantul AKBP Stephen M Napiun belum puas terhadap pelaksanaan yang masih kurang serius. Stephen menegaskan meski ini hanya sebuah simulasi namun setiap personil tidak boleh menyepelekan. Sebab  kejadian dalam simulasi sangat mungkin terjadi pada kondisi sebenarnya. (tok)

 

Idham berharap ATM Manding dan Kasongan segera beroperasi

Kp Bupati Bantul Idam Samawi berharap Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Manding dan Kasongan dapat segera kembali beroperasi. Idam menilai keberadaan ATM di kedua sentra kerajinan ini sudah menjadi kebutuhan bagi wisatawan maupun warga masyarakat di sekitarnya. Idam mengaku khawatir tidak beroperasinya Atm di kedua sentra industri ini dapat mempengaruhi turunnya nilai transaksi. Idam mengaku prihatin terhadap peristiwa perampokan ATM di kedua setra kerajinan ini. Namun menurut Idam peristiwa ini justru menjadi bahan evaluasi untuk lebih meningkatkan pengamanan. Idam menambahkan peristiwa pembobolan ATM di Manding dan Kasongan cukup memukul sektor pariwisata di Bantul. (tok)

 

Sidang lanjutan caleg Demokrat

Dua terdakwa adalah penggagas acara

Kp Sidang lanjutan kasus tindak pidana pemilu dengan terdakwa Caleg Partai Demokrat Sri Yuli Waryati dan Siti Shoimah selasa siang kembali digelar di PN Bantul. Sidang yang dipimpin HK Purwono masih mengagendakan pemeriksaan saksi. Kali ini JPU Widagdo menghadirkan 2 saksi masing-masing Legiman selaku penyelenggara kegiatan penjualan sembako murah dan Ketua Divisi Hukum Komisi PemilihanUmum (KPU) Florentia Swity Andari. Dalam keterangannya Legiman antara lain mengatakan kedua terdakwa menjadi penggagas kegiatan penjualan sembako murah di lapangan Mangir Lor Sendangsari Pajangan 5 April 2009. Sedangkan Swity lebih banyak menjelaskan tentang bentuk-bentuk kegiatan kampanye yang diatur dalam Undang-Undang Pemilu. Swity mengatakan berdasarkan Undang-Undang Pemilu  kegiatan penjualan sembako murah masuk dalam kategori kampanye dalam bentuk lain seperti istighosah dan jalan sehat yang tidak terikat oleh jadwal yang dikeluarkan KPU.

Sementara itu gara-gara menipu seorang caleg Joni Martin Ismianto 29 tahun warga Bantul dijatuhi pidana penjara selama 1,5 tahun. MH PN Bantul yang diketuai V Banar menyatakan terdakwa terbukti secara syah dan meyakinkan melanggar pasal 372 KUHP. Dalam putusan MH terungkap terdakwa melakukan perbuatan sekitar Januari 2009. Berawal dari pertemuannya dengan korban Alwi Caleg dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Pemalang Jawa Tengah. Kepada korban terdakwa mengaku sebagai Manager Marketing PT Selva yang beralamat di Krapyak Panggungharjo Sewon. Selanjutnya terdakwa menawarkan jasa pembuatan kaos untuk pemilu legislatif. Korban yang percaya langsung memesan 8 ribu kaos dengan harga 57 juta rupiah. Sebagai tanda jadi korban memberikan uang muka senilai 39 juta rupiah. Sedangkan sisanya akan dibayarkan setelah pesanan jadi. Namun hingga batas waktu yang ditetapkan 10 Februari 2009 pesanan tidak kunjung diantar. Korban yang berupaya mencari terdakwa di tempat kerjanya terkejut karena terdakwa tidak pernah bekerja di PT Selva apalagi sebagai manager marketing. Putusan MH ini lebih ringan dibanding tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 2,5 tahun. (tok)

Mei 15, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: