Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Ratusan ekor ikan mati terkena limbah

15 Mei 2009

petani ikan mengumpulkan ikan-ikan yang sudah mati

petani ikan mengumpulkan ikan-ikan yang sudah mati

KP Ratusan ekor ikan milik Kelompok Tani Ikan Mina Mitra Usaha Dusun Miri Timbulharjo Sewon mati mendadak. Para petani memperkirakan ikan keracunan limbah PG Madukismo yang mengalir melalui Sungai Winongo. Nuryono, salah satu petani ikan mengatakan ikan-ikan ditemukan mati sejak Rabu pagi. Di setiap kolam terdapat ikan yang mengambang yang sebagian besar adalah ikan-ikan dewasa. Sedangkan bibit ikan yang masih kecil relatif tahan terhadap limbah. Dalam satu kelompok terdapat 30 kolam ikan yang dikelola oleh 16 petani ikan. Nuryono memperkirakan total berat ikan mati mencapai 7 ton. Nuryono mengaku tidak dapat berbuat banyak karena ikan sudah tidak segar sehingga harga jualnya turun. Saat ini sebagian petani ikan mencoba menjualnya seharga 10.000 rupiah per kilogram dalam keadaan sudah dibersihkan. Sedangkan harga jual bila masih segar untuk jenis ikan nila dan bawal dapat mencapai 15.000 per kilogram. Satu tahun sebelumnya kejadian serupa pernah terjadi. Namun saat itu petani ikan memperoleh ganti rugi dari PG Madukismo senilai 20 juta rupiah dengan total kerugian yang diderita petani mencapai 45 juta rupiah. Nuryono berharap saat ini pihaknya juga akan mendapatkan ganti rugi dengan jumlah yang sesuai. Nuryono menambahkan beberapa tahun sebelumnya tidak pernah terjadi kasus seperti ini karena petani selalu diberi tahu terlebih dahulu ketika terdapat limbah yang akan dialirkan ke sungai di sekitar kolam ikan.

Sementara itu ketika dikonfirmasi melalui telepon, Direktur PG Madukismo Rahmat Edi Cahyono menjelaskan permasalahan tersebut sudah dibawah kendali Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bantul. Selain itu, Rahmat menambahkan permasalahan juga berkaitan erat dengan pengaturan aliran air termasuk aliran limbah. Pengaturan aliran air berada di bawah kendali Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Bantul. Rahmat mengaku pihaknya sudah sepakat dengan BLH dan SDA bila terjadi perubahan aliran air harus terdapat pemberitahuan sebelumnya terhadap pihak-pihak yang berkepentingan. Rahmat menjelaskan dalam kasus tersebut seharusnya petani ikan diberi tahu terlebih dahulu tentang adanya aliran limbah sehingga dapat menutup saluran dari sungai ke kolam.

Di bagian lain Kepala BLH Kabupaten Bantul Darmawan Manaf mengaku belum mendapatkan laporan adanya ikan mati karena aliran limbah. Saat ini Darmawan sedang bertugas di luar kota sehingga belum dapat memberi keputusan. Namun Darmawan menegaskan pihaknya akan meneliti asal aliran limbah yang menyebabkan kematian ikan tersebut. Darmawan menambahkan kejadian satu tahun yang lalu berdasar penelitian disebabkan karena banjir sehingga air sungai masuk ke kolam ikan meski salurannya sudah ditutup. (lia)

Libatkan putra putri Bantul

KPU sosialisasi DPS di Pasar Bantul dan Mapolres

Kp Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul kamis siang menggelar sosialisasi pemutakhiran data pemilih presiden. Melibatkan Putra-Putri Bantul KPU menggelar sosialisasi di Mapolres Bantul dan Pasar Bantul. Selain membagikan brosur yang mengingatkan warga untuk mendaftar bila namanya belum tercantum Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilpres. Sosialisasi juga disampaikan secara lisan menggunakan pengeras suara. Ditemui di Pasar Bantul Ketua Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Bantul Nurudin Latif mengaku sosialisasi bertujuan memastikan tidak terdapat pemilih yang belum terdaftar. Latif mengakui Pendataan Pemilih pada Pemilu Legislatif belum maksimal. Sehingga KPU perlu terus melakukan penyisiran untuk memastikan semua warga yang sudah memiliki hak pilih terdaftar. Berkaitan dengan penambahan pemilih yang hanya mencapai 387 menurut latif selain terdapat penambahan juga terdapat pengurangan dari warga Bantul yang sudah memastikan tidak menggunakan hak pilihnya di Bantul. Latif menambahkan jumlah antara pemilih pendatang dan pemilih pindah ini relatif sama.

Sementara itu Bupati Bantul Idam Samawi kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung proses pemutakhiran data pemilih. Idam meminta kepada KPU untuk melaporkan Ketua RT yang tidak kooperatif. Namun di sisi lain ketua RT juga dapat melaporkan Petugas Pemutakhitan Data Pemilih (PPDP) yang tidak kooperatif. Idam menilai komitmen ini sebagai bentuk konsekuensi logis terhadap dana stimulan yang dikucurkan pemerintah kabupaten Bantul untuk pemutakhiran data. Sebagai jaminan terdapatnya kerjasama antara ketua RT dan PPDP maka keduanya harus menandatangani berita acara pemutakhiran data. (tok)

Puluhan ribu lansia masih terlantar

Daya tampung Panti Wreda terbatas

kegiatan di Panti Sosial Tresna Wreda, Kasongan

kegiatan di Panti Sosial Tresna Wreda, Kasongan

KP Daya tampung panti wreda yang terbatas menjadi kendala pemerintah dalam memelihara lanjut usia (lansia) terlantar. Pekerja Sosial Panti Sosial Tresna Wreda (PSTW) Unit Budiluhur Sri Hartinnovmi seusai peringatan hari bakti sosial lansia Kamis pagi mengatakan saat ini di Provinsi DIY terdapat sekitar 22.000 lansia terlantar. Namun di DIY hanya terdapat dua panti wreda milik pemerintah yang total daya tampungnya hanya mencapai 460 orang. Dua panti wreda tersebut merupakan UPTD Dinas Sosial Provinsi DIY diantaranya PSTW Unit Budiluhur di Kasongan Bantul dengan daya tampung 210 orang dan PSTW Unit Abiyoso di Pakem Sleman dengan daya tampung 250 orang. Untuk itu PSTW selalu menyeleksi lansia yang akan ditampung. Titin menyebutkan beberapa persyaratan bagi lansia diantaranya berusia minimal 60 tahun, sehat jasmani dan rohani, terlantar dan memiliki permasalahan ekonomi dan sosial. Titin menambahkan saat ini terdapat sekitar 100 lansia dalam daftar tunggu untuk dirawat di PSTW. Titin berharap masyarakat dapat lebih memperhatikan kehidupan lansia di sekitarnya karena daya tampung PSTW yang terbatas.

Di bagian lain Mbah Dulgani, salah satu penghuni PSTW Budiluhur mengaku senang tinggal di panti karena segala fasilitas tersedia. Dia juga bahagia dapat berkumpul bersama dengan teman sebayanya. Mbah Dul yang juga penghuni tertua dengan usia 107 tahun ini mengaku senang mengikuti kegiatan di PSTW diantaranya senam lansia, kerohanian dan bernyanyi. (lia)

Pemindahan Water Boom disesalkan pengelola PSG

Kp Penggelola Pasar Seni Gabusan berharap Wahana Wisata Air Watter Boom tetap dibangun di sebelah barat Pasar Seni Gabusan (PSG). Wakil Manajer PSG NurJanis menilai pemindahan lokasi pembangunan Watter Boom di sebelah timur gedung kesenian Gabusan telah bergeser dari tujuan semula yang menjadikan Watter Boom sebagai magnet untuk menarik pengunjung ke PSG. Janis menjelaskan bila Watter Boom tetap dibangun di sebelah barat PSG maka pengunjung tidak perlu menyeberang jalan saat hendak mengunjungi PSG. Janis khawatir pengunjung enggan ke PSG setelah bermain di Watter boom karena harus menyeberang jalan. Berakitan dengan proses ganti rugi tanah yang menjadi penyebab harus dipindahnya lokasi pembangunan Watter Boom Janis berharap terdapat pembicaraan ulang antara warga dan pemerintah kabupaten Bantul. Janis menilai investor harus berani memberikan jaminan kepada  pemerintah kabupaten Bantul bahwa investasi dengan biaya tinggi ini akan cepat mencapai titik impas. (tok)

Mei 16, 2009 - Posted by | Info Harian |

2 Komentar »

  1. salam kenal!

    Komentar oleh alamendah | Mei 27, 2009 | Balas

    • senang berkenalan dengan Anda^^

      Komentar oleh infobantul | Mei 30, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: