Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Sampel air diperiksa BLH

16 Mei 2009

15 ikan mati (1)KP Kamis pagi Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bantul telah mengambil contoh air dari kolam ikan milik Mitra Mina Usaha Dusun Miri Timbulharjo Sewon yang ikannya mati mendadak. Kini contoh air tersebut sedang diteliti oleh BLH dengan parameter diantaranya kandungan oksigen dalam air, kandungan bahan kimia, suhu dan kadar keasaman. Kepala BLH Darmawan Manaf mengatakan hasil penelitian air tersebut diperkirakan dapat diketahui sekitar 10 hari lagi. Darmawan menambahkan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan sumber pencemaran yang menewaskan ratusan ekor ikan tersebut. Bila nantinya telah diketahui sumber limbahnya, Pemkab akan memberikan sanksi khusus. Darmawan menambahkan pada pencemaran sebelumnya sudah dipastikan limbah berasal dari PG Madukismo. Namun limbah PG Madukismo sejauh ini sudah memiliki baku mutu limbah cair sesuai dengan standarnya. Berdasar standar Program Kinerja Peningkatan Perusahaan (Proper) yang dikerjakan kementrian lingkungan hidup, PG Madukismo memiliki peringkat biru. Berdasarkan peringkat biru PG Madukismo dinyatakan sudah memenuhi syarat system pengelolaan limbah secara menyeluruh. Darmawan menambahkan di Indonesia sebagian besar pabrik gula masih dalam standar Proper peringkat hitam, di bawah peringkat biru.

Di bagian lain Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (KPP) Bantul Mursumartinah berpendapat Pemda Bantul perlu memfasilitasi filter atau penyaring limbah pada saluran yang menghubungkan sungai dengan kolam ikan. Dengan demikian menurut Mur kemikalia berbahaya yang masuk ke kolam akan berkurang. Mur menambahkan pihaknya tidak mengambil contoh ikan yang tercemar. Mur menjelaskan ikan-ikan tersebut karena keracunan limbah di dalam air, sehingga Mur menilai contoh air akan lebih tepat untuk diteliti. Selain itu Mur memperkirakan limbah yang terkandung dalam air sama dengan yang terkandung dalam ikan. Mur memastikan penyebab kematian ikan adalah pencemaran limbah, bukan penyakit atau hama karena ikan menunjukkan tanda-tanda keracunan diantaranya mengembung dan mengakibatkannya terapung serta berwarna pucat. Mengenai aman atau tidaknya ikan yang sudah mati untuk dikonsumsi, Mur belum dapat memastikannya sebelum hasil penelitian contoh air diperoleh. (lia)

 

Jumlah guru non PNS yang ikut sertifikasi sangat kecil

Kp Jumlah guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berhak mengikuti program sertifikasi pada tahun 2009 masih sangat kecil. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bantul dari kuota 1.999 hanya terdapat 10 guru non PNS yang berhak mengikuti program sertifikasi. Kepala Bidang Pendidikan dan Latihan BKD Bantul Reni Muriastuti menjelaskan terdapat beberapa persyaratan tambahan bagi guru non PNS untuk dapat mengikuti program sertififikasi diantaranya berstatus Guru Yayasan,mengabdi lebih dari 4 tahun bagi yang berijazah Strata 1 dan lebih dari 20 tahun bagi yang belum berijazah Strata 1,serta sudah masuk dalam Data Base Dinas Pendidikan kabupaten Bantul. sedangkan untuk guru PNS dapat secara langsung mengikuti program sertifikasi bila sudah masuk golongan 4 baik sudah berijazah strata 1 atau belum. Reni menjelaskan setelah dinyatakan lulus uji sertifikasi maka guru non pns juga akan memperoleh tunjangan profesi yang besarnya minimal 1,5 juta rupiah perbulan. Reni menambahkan pengumpulan portofolio sebagai syarat mengikuti progran sertifikkasi dilakukan di BKD menyusul pemisahan Dinas Pendidikan Dasar dan Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal.

Sementara itu Kepala SMP Muhammadiyah Bantul Sulistyo Wardono kelengkapan persyaratan administrasi menjadi penyebab utamanya kecilnya guru non PNS yang berhak mengikuti program sertifikasi. Sulis menjelaskan selain lamanya pengabdian yang harus lebih dari 20 tahun karena sebagian guru non PNS belum berijazah strata 1. Persyaratan lain seperti keikutsertaan dalam seminar yang masih jarang juga menjadi penyebab kecilnya jumlah guru non PNS yang berhak mengikuti sertifikasi. Sulis mengaku sekolah swasta lebih memprioritaskan guru PNS untuk mengikuti seminar dengan pertimbangan mereka lebih lama mengabdi. Sedangkan guru non PNS biasanya akan pindah ke sekolah lain bila diterima menjadi PNS. Saat ini terdapat 30 guru di SMP Muhammadiyah Bantul dengan perincian 10 guru PNS,4 Guru Yayasan dan 19 Guru Tidak Tetap. Dari 4 Guru Yayasan 3 diantaranya sudah lulus sertifikasi sedangkan satu guru lainnya baru mengikuti pada tahun ini. (tok)

 

Pengamanan Pilpres

Polres Bantul siapkan 1.010 personil

KP Polres Bantul mempersiapkan 1.010 personel mengahadapi pemilihan presiden (pilpres) 8 Juli 2009 mendatang. 1.010 personel tersebut dibagi dalam tiga wilayah keamanan. Kapolres Bantul AKBP Stephen M Napiun mengatakan sejak tanggal 10 Mei Bantul sudah dinyatakan dalam wilayah Siaga I hingga pencabutan. Stephen menjelaskan pihaknya sudah mengantongi data tempat-tempat yang rawan kerusuhan namun dirahasiakan pihak kepolisian. Stephen mengatakan pihaknya selalu siap dengan hal-hal yang akan terjadi meski terdapat indikasi kerusuhan maupuan tidak. Dalam simulasi kerusuhan pilpres yang digelar Polres Bantul Rabu pagi, latihan situasi contingency diperagakan oleh aparat kepolisian. Dalam latihan tersebut digambarkan terjadinya kerusuhan pemilu, namun setelah titik kerusuhan dapat diredakan justru terjadi penjarahan di mana-mana. Akses ke kota harus ditutup pihak kepolisian untuk mempercepat penyelesaian masalah.

Di bagian lain Bupati Bantul idham Samawi memberikan apresiasi yang bagus terhadap kesiapan Polres Bantul. Idham menjelaskan kesiapan yang bagus terlihat dari simulasi kerusuhan pemilu yang digelar beberapa waktu lalu. Idham menambahkan Bantul harus dalam kondisi kondusif setiap saat. (lia)

 

5 guru Bahasa Inggris SMA dikirim ke Australia

Kp 5 guru Bahasa Inggris SMA kabupaten Bantul mendapat kesempatan memperdalam metode pembelajaran Bahasa Inggris di Australia. Keberangkatan guru dari Bantul ini merupakan hasil kerjasama antara Lembaga Swadaya Masyarakat Friendhip Force dan Keduataan Australia. Pelaksanaan pembelajaran akan berlangsung satu bulan penuh di kota Brisbane dan Sidney. Selain guru dari Bantul juga terdapat 5 guru dari Surakarta dan 5 guru dari Jakarta yang mengikuti program ini. 5 guru dari Bantul ini masing-masing dari SMA Negeri Kasihan,SMA Negeri 1 dan 2 Bantul serta SMA Negeri Pleret dan Kretek. Bupati Bantul Idam Samawi berharap kelima guru ini dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh di australia kepada guru lainnya di Bantul. (tok)

Mei 17, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: