Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Dua caleg Demokrat divonis 4 bulan

19 Mei 2009

KP Dua caleg Demokrat Siti Shoimah dan Sri Yuli Waryati masing-masing dijatuhi hukuman 4 bulan pidana penjara dalam masa percobaan 8 bulan ditambah denda 3 juta rupiah subsider satu bulan penjara oleh majelis hakim dalam persidangan di PN Bantul Senin siang. Putusan tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum Widagdo 5 bulan pidana penjara dalam masa percobaan 8 bulan ditambah denda 3 juta rupiah subsider dua bulan penjara. Dalam persidangan Ketua Majelis Hakim Purwono mengatakan kedua terdakwa terbukti bersalah telah menyelenggarakan kampanye tidak sesuai dengan jadwal. Dalam kampanye tersebut terdakwa juga menyelenggarakan bazaar sembako murah senilai 5 ribu rupiah per paket berisi gula pasir dan mie instan. Hal-hal yang meringankan diantaranya terdakwa berlaku sopan selama persidangan berlangsung serta keduanya berjasa dalam membangun Negara terkait dengan profesi masing-masing sebagai pengajar dan purnawirawan. Sedangkan hal yang memberatkan yaitu penyelenggaraan kampanye menggunakan jadwal Partai lain yang dapat memicu terjadinya benturan massa.Menanggapi putusan majelis hakim, pengacara terdakwa Fauzy mengatakan akan mengajukan banding. Fauzy menjelaskan terdapat beberapa fakta dalam persidangan yang dinilai penting namun tidak turut dipertimbangkan diantaranya keterangan saksi ahli dan KPU Bantul.

Di bagian lain Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bantul Tentrem Widodo berharap dengan adanya kasus yang diproses oleh PN Bantul dapat menjadi pertimbangan partai dan pelaku politik untuk mentaati undang-undang. Tentrem juga berharap kejadian serupa tidak terulang lagi dalam pemilihan presiden mendatang. (lia)

Dari 16, hanya 11 raperda selesai

Kp DPRD Bantul hanya dapat menyelasikan pembahasan 11 Peraturan Daerah (Perda) dari target 16 yang harus diselesaikan selama tahun 2009. Ketua DPRD Bantul Joko Purnomo mengatakan sisa pembahasan 5 perda akan menjadi tanggung jawab DPRD Bantul periode 2009-2014. Joko menilai pencapaian ini sudah maksimal,mengingat kesibukan anggota DPRD menghadapi pemilu. Joko menjelaskan 4 Raperda segera disyahkan pada 25 Mei 2009. Menyusul pembahasan 2 Raperda yang akan dimulai awal Juni 2009. Joko Optimis pembahasan Raperda akan selesai sebelum berakhirnya masa jabatan. Meski pada saat yang bersamaan DPRD Bantul harus membahas KUA dan PPA APBD tahun 2010. Joko mengaku akan menyerahkan pembahsan Raperda kepada Panitia Khusus. Sedangkan KUA dan PPA akan dibahas Panitia Anggaran.

Sementara itu Kepala Bagian Hukum Setda Bantul Suarman mengatakan berdasarkan program kerja legislatif terdapat 20 Perda yang harus diselesaikan DPRD Bantul pada tahun 2009. Namun seringkali pencapaian tidak sesuai target karena keterlambatan penyusunan Draft Raperda oleh Instansi terkait. Arman mencontohkan untuk Raperda Retribusi Kesehatan yang seharusnya sudah diserahkan ke DPRD awal Juni 2009. Terpaksa ditunda karena Draftnya belum selesai. Arman menambahkan tidak terdapat sangsi berkaitan dengan tidak tercapainya target pembahasan Perda. (tok)

Pengembalian sisa dana BOS capai Rp200 juta

Kp Berdasarkan Laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah terdapat pengembalian sisa anggaran BOS mencapai 200 juta rupiah. Kepala Inspektorat Bantul Subandrio mengaku cukup kaget setelah mendengar informasi ini. Sebab berdasarkan perhitungan masih cukup jauh dari batas pengembalian anggaran pada Juli 2009. Bandrio berharap seluruh sisa anggaran dapat dikembalikan sebelum jatuh tempo meski berdasarkan peraturan masih terdapat toleransi hingga 2 tahun. Bila sampai batas toleransi masih terdapat sisa anggaran yang belum dikembalikan maka BPK akan melakukan sidang tuntutan perbendaharaan ganti rugi kepada yang bersangkutan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Dasar Sahari optimis seluruh sisa anggaran dapat dikembalikan sebelum jatuh tempo. Sebab menurut Sahari sejak awal Kepala Sekolah tidak bermaksud melakukan penyelewengan. Namun terdapatnya beberapa hal yang belum dipahami menyebabkan terdapatnya anggaran yang peruntukannya tidak sesuai dengan peraturan. Sahari menegaskan pengembalian sisa anggaran sepenuhnya menjadi tanggungjawab sekolah. Sehingga tidak perlu melibatkan orangtua murid. (tok)

Target perbandingan SMK:SMA 60%:40%

KP Pemerintah Kabupaten Bantul mentargetkan perbandingan jumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sekolah menengah atas (SMA) mencapai 60% banding 40%. Namun berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal (Dikmen) di Bantul saat ini jumlah SMK baru mencapai 34 institusi, sedangkan SMA dan MA mencapai 43 institusi atau 44% banding 56%. Kabid Bina Program Dikmen Esti Wijayani mengatakan target tersebut masih sulit diwujudkan tahun ini, sekitar dua atau tiga tahun mendatang baru dapat diwujudkan. Esti menjelaskan pertambahan jumlah siswa SMK di Bantul cenderung lambat. Namun pertambahan jumlah institusi tergolong cepat dengan adanya alih fungsi SMA menjadi SMK. Esti mencontohkan tiga SMA yang alih fungsi menjadi SMK selama tahun 2008 diantaranya SMK Tripraja Bakti Kretek, SMK Pembangunan Dlingo dan SMK Pelita Buana Sewon. Esti menambahkan terdapat satu SMK baru yaitu SMK Al Furqon Sanden. Esti menambahkan target Bantul masih lebih rendah dibandingkan target nasional yang mencapai 63% SMK dan 37% SMA. (lia)

Mei 20, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: