Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Pestisida alami akan dikembangkan

21 Mei 2009

KP Kabupaten Bantul berencana mengembangkan pemakaian pestisida alami (biopestisida) untuk mendukung pertanian organik. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Kabupaten Bantul Edy Suharyanto mengatakan saat ini terdapat permintaan 15 ton beras organik untuk diekspor. Sebagai dukungannya petani disarankan untuk beralih kepada pertanian organic secara bertahap. Salah satu penerapan pertanian organic adalah penggunaan pestisida alami atau agen hayati yang sudah diformulasikan. Agen hayati merupakan musuh alami hama dan penyakit yang sudah diketahui manfaatnya dan dapat diperbanyak. Edy mengatakan tahun 2009 pihaknya siap memberikan bantuan modal kepada Pusat pelayanan informasi dan teknologi agensia hayati (Puspita Hati) yang berkantor di Dusun Ponggok Sidomulyo Bambanglipuro dengan anggota 10 kelompok. Namun bantuan modal berupa rumah produksi dan alat untuk memperbanyak pestisida hayati hanya cukup untuk satu kelompok. Edy berharap dengan bantuan tersebut Puspita Hati dapat memperbanyak pestisida alami dari agen hayati. Bila nantinya petani tidak bersedia membelinya Dipertahut akan membagikannya sebagai sarana sosialisasi pestisida alami. Edy menambahkan momentum ini juga bertepatan dengan hari bumi tanggal 5 Juni, salah satu peran petani dalam mencegah pencemaran adalah dengan penggunaan pestisida alami.

Di bagian lain Lasiyo, anggota Puspita Hati mengatakan sejak tahun 2007 sudah mulai memperbanyak pestisida alami dan menerapkannya di sawah. Secara kualitas pestisida alami belum mampu menandingi pestisida kimia namun harganya lebih murah dan ramah lingkungan. Lasiyo menjelaskan pestisida alami tidak menyebabkan pencemaran tanah di sekitar tanaman. Pestisida alami harganya berkisar antara 5.000 hingga 10.000 per liter. Sedangkan pestisida kimia harganya mencapai ratusan ribu per liter. Puspita Hayati sudah memproduksi 100 liter pestisida alami per bulan dengan bahan utama dedaunan diantaranya daun mamba, tembakau dan tuba. Pestisida alami sudah dipasarkan kepada petani di kecamatan Sanden, Jetis, Kretek, Pundong dan Imogiri.

(lia)

PSTW gelar aneka lomba lansia

seorang nenek unjuk kebolehan menyanyi

seorang nenek unjuk kebolehan menyanyi

KP Dalam rangka memperingati hari lansia yang jatuh pada tanggal 29 Mei 2009, Panti Sosial Tresna Wreda (PSTW) Kasongan menyelenggarakan aneka lomba untuk lansia tanggal 18 hingga 20 Mei 2009,diantaranya lomba menyanyi, pesan berantai, joget balon dan kipas balon. Kepala PSTW MFL Sofiatmi menjelaskan aneka lomba yang terkait kegiatan olah raga, kesenian dan ketrampilan tersebut menjadi terapi untuk memperpanjang umur. Sofi menambahkan antusiasme lansia untuk mengikuti lomba cukup besar. Sebelum perlombaan dimulai, lansia sudah bersiap di sekitar aula. Jumlah lansia yang mengikuti lomba mencapai 170 orang berasal dari dalam dan luar PSTW.

Di bagian lain Siti Daruyah, 73 tahun, salah satu peserta lomba mengaku senang dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan di PSTW. Siti menyanyikan lagu Juwita Malam dalam perlombaan menyanyi. Siti mengaku sering mengikuti aneka lomba lansia di PSTW namun belum pernah memenangkan perlombaan. Meski demikian Siti senang karena dapat menunjukkan kemampuannya di bidang tarik suara kepada teman-teman sebayanya. Siti menambahkan dirinya sudah tinggal di PSTW sejak tahun 2003 karena hidup sebatang kara di rumahnya. Siti memiliki seorang putra yang bekerja di luar daerah dan jarang pulang ke Bantul. (lia)

Mei 20, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: