Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

PG Madukismo bela diri

29 Mei 2009

KP Direktur PG Madukismo Rahmat Edi Cahyono menyangkal kematian ratusan ikan di Dusun Miri Timbulharjo Sewon akibat kesalahan PG Madukismo. Rahmat menjelaskan PG Madukismo mengalirkan limbahnya ke Sungai Winongo kecil, sedangkan ikan yang mati di Dusun Miri disebabkan karena aliran air dari Sungai Winongo besar. Namun bila nantinya terbukti limbah tersebut berasal dari PG Madukismo, Rahmat curiga adanya pihak yang sengaja membelokkan saluran limbah menuju ke Sungai Winongo Besar. Rahmat menjelaskan beberapa waktu lalu terjadi perbaikan gapura Kasongan yang kebetulan dibangun di atas Sungai Winongo. Menurut Rahmat kemungkinan pembangunan tersebut terganggu bila limbah PG Madukismo melewatinya sehingga dialihkan kea rah lain.

Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bantul Darmawan Manaf membenarkan bahwa aliran limbah PG Madukismo melalui Sungai Winongo kecil, bukan Sungai Winongo Besar. Hal itu tercantum dalam surat izin yang dikeluarkan Pemda Bantul untuk pengaliran limbah PG Madukismo. Hingga kini Darmawan juga belum dapat memastikan asal limbah karena hasil penelitian contoh air dari Dusun Miri belum didapatkan. Bila hasil tersebut sudah didapatkan, BLH baru dapat menentukan langkah selanjutnya.

Di bagian lain Ketua Komisi D DPRD Bantul Riyanto dimas mengatakan pihak yang mengeluarkan limbah tetap menjadi pihak utama yang harus bertanggung jawab terhadap permasalahan tersebut. Dimas berpendapat bila limbah tersebut sesuai dengan baku mutu air, tidak akan menimbulkan masalah ketika di alirkan ke mana saja. Dimas mencontohkan saat air limbah PG Madukismo dialirkan ke Sungai Winongo Kecil, tidak ada permasalahan yang ditimbulkan termasuk dampaknya pada perikanan darat di sekitarnya. Namun dengan timbulnya permasalahan di Dusun Miri mengindikasikan limbah perlu diolah lebih lanjut sebelum dibuang. Dimas menambahkan pihaknya juga sempat meninjau irigasi di Kecamatan Sewon. Pada prinsipnya saluran irigasi tidak bermasalah. Namun ketika meninjau petani ikan gurameh di Dusun Jogoripan Panggungharjo Sewon, pihaknya mendapati ratusan ikan gurameh siap panen mati terkena limbah pada hari yang sama dengan limbah yang masuk ke peternakan ikan Dusun Miri. Bahkan kerugian yang diderita lebih besar dibandingkan petani ikan di Dusun Miri. Untuk itu Komisi D akan berkunjung ke PG Madukismo Sabtu pagi untuk mendiskusikan permasalahan tersebut.

Sebelumnya Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (KPP) Bantul Mursumartinah mengatakan berdasarkan hasil visum dari Universitas Gajah Mada terhadap sampel ikan yang mati. Terdapat kerusakan pada insang, hati dan ginjal yang disebabkan oleh gangguan pernafasan akibat terdapatnya suspensi benda padat yang terkandung dalam air. Hasil visum memastikan terdapat pencemaran pada air kolam sebagai penyebab utama kematian ikan. Namun sumber pencemaran baru dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan sampel air kolam oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bantul. (lia)

KPU baru tetapkan DPT Kamis malam

KP  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul baru akan menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pilpres pada Kamis malam. Ketua KPU Bantul Budi Wiryawan mengatakan pihaknya sengaja tidak mengumumkan DPT pada pagi atau siang hari meski sudah memasuki batas akhir tanggal 28 Mei 2009. Budi beralasan DPT diumumkan malam hari untuk antisipasi adanya warga yang belum terdaftar dalam DPT. KPU masih memberi kesempatan warga hingga petang hari untuk langsung mendatangi kantor KPU Bantul bila belum terdaftar dalam DPT. Di sisi lain KPU Bantul sudah menerima DPT dari 17 kecamatan di Bantul. Sebelumnya KPU Bantul juga meninjau jalannya pendataan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) diantaranya peninjauan hingga ke tingkat RT dan TPS, peninjauan di daerah sekitar kampus dan menghubungi pemilih secara acak melalui telepon. Budi menambahkan berdasar pengawasan Bawaslu pusat, pendataan DPT di Bantul tidak bermasalah. Oleh karena itu bila masih terdapat warga yang belum terdaftar Budi berpendapat warga tersebut kurang memanfaatkan sarana yang sudah ada.

Di bagian lain Anggota Panwaslu Kabupaten Bantul Supardi mengatakan pihaknya menemukan petugas PPDP yang kinerjanya kurang optimal. Supardi menjelaskan ketika Panwas memeriksa kinerja PPDP di Kecamatan Banguntapan, pihaknya menemukan seorang PPDP yang belum melaksanakan tugasnya mendekati hari akhir pengumpulan daftar pemilih sementara (DPS). Saat itu DPS yang dipegang petugas sama persis dengan DPS pilpres dari KPU, salah satu indikasi masih tercantumnya nama ganda. Namun setelah petugas yang bersangkutan mendapat teguran dari Panwas, dia segera melaksanakan tugasnya. Keesokan harinya Panwas memeriksa DPS di panitia pemungutan suara (PPS) dan petugas bersangkutan sudah mengumpulkan DPS pilpres dengan benar. Supardi menambahkan pihaknya memiliki formulir yang dipegang oleh Panwas Kecamatan dan panitia lapangan yang berisi DPT versi Panwaslu. Data tersebut akan dibandingkan dengan DPT milik KPU bila Panwas sudah menerimanya. (lia)

Idham sangkal pembangunan pasar tanpa konsep

Kp Bupati Bantul Idam Samawi menolak anggapan tidak terdapatnya konsep dalam pembangunan pasar tradisional di kabupaten Bantul. Idam mengakui pembangunan beberapa pasar dilakukan secara tambal sulam. Namun kondisi ini lebih disebabkan keterbatasan dana yang dimiliki pemerintah kabupaten Bantul. Idam mencontohkan keterbatasan dana memaksa pembanguan pasar Bantul dan Wijirejo dilakukan secara bertahap. Idam mengaku tidak dapat menunggu kucuran dana dari pemerintah pusat sementara pedagang sudah membutuhkan perbaikan pasar. Idam menilai langkah ini sebagai bentuk keberpihakan kepada pedagang di pasar tradisional. Selain pembangunan pasar pemerintah kabupaten Bantul juga memberikan bantuan modal bergulir untuk memerangi praktek renternir. (tok)

Pengesahan Perda struktur organisasi Pemdes

Apdesi sambut gembira

Kp Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Bantul Jiyono menyambut gembira disyahkannya perda tentang pedoman struktur organisasi pemerintahan desa oleh DPRD Bantul. Jiyono menilai keputusan DPRD ini sudah sesuai dengan aspirasi pamong desa yang ingin mewujudkan pelayanan optimal dengan mengubah nama serta fungsi Kepala Bagian Umum menjadi Kepala Bagian Pelayanan dan Sekertaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menjadi Kepala Bagian Tata Usaha. Jiyono menegaskan perubahan nama dan fungsi ini tidak akan menyebabkan pembengkakan struktur maupun pengeluaran. Sebab baik Kepala Bagian Umum maupun Sekertaris BPD sudah mendapat penghasilan dari pelungguh. Sehingga perubahan nama dan fungsi ini hanya bertujuan meningkatkan pelayanan terhadap warga masyarakat.

Sebelumnya sempat muncul keberatan dari Paguyuban Dukuh (Pandu) Bantul terhadap rencana revisi perda ini. kekhawatiran terhadap berkurangnya penghasilan karena terdapat tambahan 2 personil baru dalam struktur pemerintahan desa. pernyataan ini disampaikan ketua Pandu Bantul Sulistyo. (tok)

Lansia gratis ke Puskesmas

Kp Pemerintah kabupaten Bantul Jum’at 29 Mei 2009 akan menggelar upacara peringatan hari lansia nasioanal di lapangan Paseban. Upacara yang dimulai sekitar pukul 7 pagi ini akan dimeriahkan dengan parade senam bugar lansia. Sementara itu dalam rangka peringatan hari lanis pemerintah kabupaten Bantul juga akan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi lansia. Kepala Dinas Kesehatan Bantul Siti Nurzaenab mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lansia yang sudah berusia diatas 65 tahun. Pelayanan kesehatan gratis ini dialksanakan di seluruh puskesmas di Bantul. (tok)

Mei 31, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: