Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Dinas SDA bela diri

2 Mei 2009

Kepala Dinas Sumber Daya Air Yulianto (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi press, Senin (1/6)

Kepala Dinas Sumber Daya Air Yulianto (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi press, Senin (1/6)

KP Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Bantul Yulianto menegaskan pihaknya tidak ingin menjadi pihak yang disalahkan atas insiden matinya ratusan ikan di Dusun Miri, Timbulharjo Sewon beberapa waktu lalu. Dalam pemberitaan media massa, Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan PG Madukismo menganggap terdapat kesalahan dalam pengalihan aliran air tanpa adanya koordinasi pihak-pihak yang berkepentingan. Menurut mereka aliran air yang dibelokkan tersebut mengandung limbah berbahaya yang menyebabkan kematian ratusan ikan. Yulianto menyanggah pendapat tersebut dengan menegaskan bahwa Dinas SDA hanya mengatur aliran air irigasi, bukan aliran air limbah. Semua air yang masuk dalam aliran air irigasi harus patuh terhadap aliran yang diatur Dinas SDA. Sehingga Dinas SDA berpendapat semua air yang masuk ke saluran irigasi adalah air yang aman untuk pertanian dan perikanan. Dalam hal ini Yulianto menilai BLH harus lebih cermat dalam memberikan izin pembuangan limbah, terutama limbah-limbah yang dibuang pada saluran irigasi seperti Sungai Winongo Kecil yang merupakan saluran irigasi primer. Yulianto juga menyanggah adanya penandatanganan MOU antara pihaknya dengan beberapa pihak tentang diharuskannya koordinasi terlebih dahulu bila akan diadakan pengalihan aliran air. (lia)

KPU sosilisasi pilpres lewat banner

Petugas KPU memasang banner di Polres Bantul, Senin (1/6)

Petugas KPU memasang banner di Polres Bantul, Senin (1/6)

KP Senin pagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul melakukan sosialisasi pemasangan banner dalam ruang bergambar petunjuk pencontrengan pilpres di 20 titik. Divisi Sosialisasi KPU Bantul Nurudin Latif mengatakan pihaknya memilih lokasi-lokasi yang ramai diantaranya lokasi pembuatan kartu SIM Polres Bantul, Dinas Perijinan Bantul, Swalayan, RSD Panembahan Senopati, Kantor DPRD Bantul dan 15 lokasi ramai lainnya. Latif menjelaskan banner berisi informasi tanggal pemilihan presiden serta empat gambar pencontrengan carpes-cawapres yang sah diantaranya mencontreng nomor urut pasangan capres-cawapres, mencontreng gambar capres, mencontreng gambar cawapres dan mencontreng nama pasangan capres-cawapres. Baliho berukuran besar dengan gambar yang sama juga dipasang di depan Kantor KPU Bantul yang juga difungsikan sebagai sarana sosialisasi, selain spanduk sosilisasi di tempat umum yang akan dipasang. Latif menambahkan tahap berikutnya KPU akan mengadakan simulasi pilpres setelah logistik tersedia diantaranya simulasi di Pasar Bantul. KPU juga akan mensosialisasikan pilpres dalam bentuk lain seperti kesenian tradisional, happening art dan pertunjukan layar tancap. Latif menambahkan sosialisasi akan dioptimalkan sebelum 14 hingga 20 Juni 2009 yang ditetapkan sebagai hari tanpa sosialisasi.

Di bagian lain Ketua Panwaslu Kabupaten Bantul Tentrem Widodo memperkirakan penggunaan kendaraan dan fasilitas dinas pemerintahan akan menjadi pelanggaran utama dalam pilpres mendatang. Menurut Tentrem hal ini didasarkan pada pengalaman Panwaslu pada periode-peridode sebelumnya. Untuk itu Panwaslu akan segera menghubungi setiap Dinas dan Instansi untuk mengetahui daftar kendaraan dan fasilitas dinas yang dimiliki. Tentrem mencontohkan bila terdapat lebih dari satu mobil dinas maka Panwaslu akan mendata semuanya. (lia)

Seminggu Komisi B kunjungan maraton

KP Komisi B DPRD Bantul minggu ini melakukan kunjungan secara maraton ke beberapa lokasi. Diantaranya mengunjungi Kelompok Tani Ikan Mina Mitra Usaha di Dusun Miri Timbulharjo Sewon. Sekretaris Komisi B DPRD Bantul Jupriyanto mengatakan kunjungan Komisi B merupakan tindak lanjut pemberitaan di media massa tentang matinya ikan milik kelompok tani. Dalam kunjungan tersebut Komisi B mendengarkan berbagai keluhan petani ikan diantaranya keinginan untuk memperoleh ganti rugi yang layak dan kepastian kenyamanan dalam berwirausaha. Petani ikan menginginkan supaya air yang masuk ke kolam ikan terjamin kualitasnya dalam jangka panjang. Jupri menambahkan beberapa kelompok tani ikan juga sudah menghitung total kerugian secara kasar berkisar pada angka 20 hingga 25 juta per kelompok. Dari kunjungan tersebut Komisi B akan mendesak Pemerintah Kabupaten Bantul agar mempublikasikan hasil uji laboratorium contoh air yang tercemar. Sehingga masyarakat mengetahui kualitas air dan analisis terkait lainnya.

Hari berikutnya Komisi B DPRD Bantul berkunjung ke PT Komitrando di Kecamatan Banguntapan,menindaklanjuti kedatangan karyawan PT Komitrando ke Kantor DPRD Bantul beberapa waktu sebelumnya. Anggota Komisi B DPRD Bantul Luberdiyono menjelaskan kunjungan Komisi B diterima secara langsung oleh Komisaris perusahaan. Sebelumnya ketika PT Komitrando diundang oleh DPRD Bantul, Komisaris Perusahaan selalu berhalangan hadir karena kesibukannya menangani program pemulihan ekonomi pasca gempa. Dalam penjelasannya Komisaris Perusahaan mengatakan sudah terdapat titik temu dalam perundingan antara Komisaris Perusahaan dengan karyawan. Ratusan karyawan yang sebelumnya dipekerjakan dalam shif tiap minggu, kini bekerja sesuai jam kerja pada umumnya. Hal tersebut sudah sesuai dengan tuntutan karyawan yang sebelumnya tidak dapat dikabulkan perusahaan.

Selanjutnya Komisi B DPRD Bantul juga berkunjung ke Pabrik Pupuk Petroganik Sanden. Anggota Komisi B DPRD Bantul Edy Susilo menilai perkembangan pembangunan pabrik pupuk lambat. Komisi B sebelumnya berharap pabrik pupuk sudah dapat beroperasi bulan ini, namun bulan ini baru akan dimulai uji cobanya. Padahal pembangunan gedung sudah selesai,jalan sudah diaspal dan pengadaan sarana serta prasaranan hampir selesai. Edy menambahkan apabila pabrik sudah beroperasi hendaknya dapat dijalankan dengan semangat swasta untuk mendongkrak produksi. Edy menyarankan semua karyawan digaji dengan layak untuk meningkatkan etos kerjanya. Edy menambahkan apabila dalam beberapa semester produksi pupuk tidak maksimal, Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul tidak perlu khawatir. Pabrik tinggal di-pihak ketigakan saja supaya produksi tetap berjalan. Edy menjelaskan pihaknya mementingkan produksi karena berbagai aspek dapat meningkat dengan adanya pabrik pupuk tersebut diantaranya aspek pertanian, social dan penciptaan lapangan kerja. Saat ini di Bantul rata-rata terdapat produksi 200 ton kotoran ternak per hari, sedangkan kapasitas pabrik hanya mencapai 20 hingga 25 ton per hari sehingga ketersediaan bahan baku tidak menjadi kendala. (lia)

Bayi membusuk ditemukan di Sungai Gajah Wong

KP Warga Kepuh Kulon Wirokerten Banguntapan digemparkan dengan penemuan mayat bayi Senin pagi. Ryan warga Sampangan Wirokerten mengatakan saat dirinya hendak buang air besar di Sungai Gajah Wong yang melewati Dusun Kepuh Kulon, kaki kanannya tersangkut mayat bayi. Karena kaget, Ryan berteriak minta tolong sehingga datang Mugiyah warga setempat. Warga akhirnya melaporkan ke polisi. Mayat tersebut adalah bayi perempuan bersama ari-arinya yang diperkirakan sudah mati selama lima hari. Saat ditemukan mayat dalam kondisi busuk dan mengenaskan. Atas persetujuan warga, mayat bayi akhirnya dimakamkan di pemakaman setempat. (lia)

Juni 3, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: