Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Kontribusi tower ke PAD minim

3 Mei 2009

KP Komisi C DPRD Bantul menilai pemasukkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantul yang diperoleh dari pendirian tower sangat minim. Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul Amir Syarifudin menjelaskan pihaknya memperoleh laporan PAD pendirian tower tahun 2008 hanya mencapai 17 juta rupiah. Padahal menurut Amir terdapat ratusan tower di Bantul yang dapat mengkontribusikan lebih dari jumlah tersebut. Bahkan setiap pendirian tower menghabiskan biaya yang cukup besar sehingga Amir berpendapat terdapat pihak tertentu yang menerima kontribusi tower selain Pemda. Amir menambahkan dari hasil strudi banding Komisi C ke Kabupaten Gunung Kidul, pihaknya menilai keberadaan suatu perda atau perbub untuk mengatur pendirian tower sangat diperlukan sehingga penataan tower rapi. Amir juga mengusulkan adanya penerapan penggunaan tower bersama untuk mengurangi kepadatan tower di Bantul.

Di bagian lain Bupati Bantul Idham Samawi mengaku pihaknya sudah mempersiapkan perda pendirian tower namun terkendala adanya surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri tentang larangan pemungutan pajak operasional tower. Padahal MOU antara Pemda dengan pengelola tower BTS dan pihak ketiga sudah disiapkan. Dalam MOU tersebut disebutkan pengelola BTS bersedia membayar pungutan bulanan senilai 8 juta per bulan per tower. Karena terganjal SKB tiga menteri maka Pemda Bantul hingga kini tidak memungut pajak operasional tower di Bantul. Idham menambahkan bila saat ini pengelola mengaku mengeluarkan biaya yang besar untuk operasional tower, biaya tersebut tidak masuk ke PAD Bantul. Data Dinas Perijinan Bantul menunjukkan terdapatnya 204 tower di Bantul. Biaya perijinan pendirian tower senilai 3 juta rupiah per tower. (lia)

Pemda harus giat kampanye makan ikan

Kp Pemerintah kabupaten Bantul harus menggiatkan kampanye makan ikan untuk mendorong perkembangan wisata kuliner di Pantai Depok. Direktur Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo Suhendroyono menyampaikan pernyataan ini dalam saraehan warga depok yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul selasa siang di Pantai Depok. Hendro menjelaskan konsumsi ikan warga DIY yang masih rendah menjadi tantangan sekaligus peluang untuk lebih memperkenalkan keberadaan wisata kuliner di pantai depok. Berdasarkan data konsumsi ikan warga DIY baru sekitar 17 kilogram perjiwa pertahun. Lebih kecil dibanding konsumsi rata-rata nasional 28 kilogram perjiwa pertahun. Angka ini sangat kecil dibanding angka konsumsi ikan rakyat jepang yang mencapai 150 kilogram perjiwa pertahun.  Hendro menambahkan langkah ini tidak dapat dilakukan sendriri oleh kelompok pengelola warung makan di pantai depok.

Pengelolaan wisata kuliner pantai depok juga membutuhkan pelatihan managerial sehingga mampu menghadirkan kuliner yang memiliki nilai jual dan bersih serta lingkungan yang nyaman untuk wisatawan. Narno ketua Kelompok pengelola warung makan pantai depok menyampaikan pernyataan ini saat sesi dialog. Narno menilai pemberian pelatihan akan lebih efektif bila dilakukan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun Praktek Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo. Narno mengaku peguyuban pengelola warung Pantai Depok akan menyambut gembira program ini.

Sementara itu Nara Sumber lain Irma Permata dari Bank Mandiri mengaku sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bank Mandiri siap memberikan kredit untuk perkembangan wisata kuliner Pantai Depok dengan proses mudah dan bunga rendah. (tok)

Idham: pembuang limbah menjadi penyebab

KP Bupati Bantul Idham Samawi menegaskan matinya ikan di Dusun Miri Timbulharjo Sewon merupakan kesalahan pembuang limbah. Idham menjelaskan limbah yang dimasukkan ke saluran irigasi harus sudah aman bila dialirkan ke mana saja. Idham menganggap limbah yang menyebabkan kematian ikan tersebut cukup berbahaya. Bahkan menurut Idham tingkat bahaya limbah sudah berkurang karena dialirkan ke Sungai Winongo Besar dengan terurai bersama air lain yang jumlahnya banyak dan lebih aman. Bila hasil pemeriksaan terhadap contoh air limbah sudah diketahui hasilnya, maka pembuang limbah harus bertanggung jawab terhadap kematian ikan. Idham berpendapat meski saat ini berbagai pihak saling tuding untuk menghindari tanggung jawab, rakyat tetap menjadi pihak yang paling dirugikan. Dalam hal ini para petani ikan di Dusun Miri. Untuk itu Pemkab Bantul saat ini sedang menghitung kerugian petani ikan dan mempersiapkan dana alokasi khusus (DAK) untuk membantu para petani.

Sementara itu mengenai adanya warga yang mulai berendam di saluran pembuangan limbah PG Madukismo, Idham akan segera meminta Satpol PP untuk memeriksa kebenarannya. Bila benar air limbah masih hangat dan mengundang warga untuk berendam, Idham akan meminta pertangung jawaban PG Madukismo yang sebelumnya telah berjanji akan menurunkan suhu air limbah. Idham menilai suhu hangat air limbah menjadi pemicu warga masih berendam di saluran air limbah PG Madukismo. (lia)

Lelaki tanpa identitas tertabrak KA

KP Lelaki tanpa identitas tertabrak kereta api di Dusun Tapen Argosari Sedayu Selasa dini hari. Kapolsek Sedayu AKP Riyono mengatakan korban tertabrak saat hendak menyeberang rel kereta api dengan berjalan kaki. Saat itu Kereta Api Bengawan jurusan Pasar Senen-Solo sedang melintas dikemudikan oleh masinis, Sudirman. Korban mengalami pecah kepala, kedua paha dan jari tangan kanan patah serta terpental beberapa meter sehingga meninggal di tempat kejadian. Saat ditemukan korban mengenakan kaos abu-abu bergaris putih dan celana pendek hitam. Tinggi korban 150 senti meter dan diperkirakan berusia 45 tahun. (lia)

Juni 4, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: