Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Posdaya belum berhasil

5 Juni 2009

KP Komisi B DPRD Bantul menilai program Posdaya belum berhasil dan. Anggota Komisi B DPRD Bantul Agus Sumartono menjelaskan saat ini baru terdapat satu dusun yang dinyatakan berhasil yaitu Dusun Pundung Wukirsari Imogiri dari total 933 dusun di Bantul. Sebagian besar Dusun belum mampu mengelola dana stimulan dengan baik. Akibatnya perkembangan Posdaya masih tersendat. Kendala utama dalam perkembangan Posdaya tersebut menurut Agus terletak pada sumber daya manusia (SDM) pengelolanya. Agus mencontohkan pelayanan kesehatan di Posyandu yang masih kurang terdapat di sebagian besar dusun karena minimnya pendampingan program. Agus berpendapat hal tersebut mengindikasikan kurang sempurnanya desain program yang diselenggarakan oleh Pemda sehingga perlu didesain ulang. Agus menitikberatkan desain ulang pada pendampingan program yang lebih ketat sehingga dana stimulant 1 juta rupiah per dusun tidak terbuang sia-sia. Agus menambahkan dalam kunjungan Komisi B ke Dusun Pundung minggu lalu, masyarakat di sana sudah memanfaatkan fasilitas Posdaya diantaranya Posyandu dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Selain itu dana stimulant dari Badan Kesejahteraan Keluarga Keluar Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKK, KB dan PP) juga sudah digunakan dengan baik untuk perkembangan Posdaya.

Menanggapi pernyataan ini koordinator Posdaya Lukas Sumasana mengatakan posdaya merupakan program jangka panjang yang hasilnya tidak dapat dilihat secara instan. Lukas optimis program posdaya akan berkembang seiring meningkatnya kemampuan Sumber Daya Manusia dalam pengelolaan bantuan. (lia)

PAN tunggu hasil pemeriksaan

KP Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Bantul Suharwanto hingga kini belum dapat memberikan keputusan mengenai penangkapan Tur Haryanto alias Gus Tur, salah satu caleg terpilih dari PAN. Harwanto menjelaskan saat ini Gus Tur masih ditetapkan sebagai caleg terpilih, belum sepenuhnya menjadi anggota dewan karena belum dilantik. Harwanto mengatakan peraturan yang berlaku bagi caleg terpilih adalah undang-undang pemilu. PAN belum memiliki hak untuk memberikan sanksi atau hukuman bagi Gus Tur. Harwanto menambahkan PAN menyesalkan terjadinya kasus tersebut dan berharap Gus Tur dapat bekerjasama dengan pihak kepolisian supaya kasusnya segera selesai. Penyelesaian kasus juga akan menjadi pertimbangan PAN dalam menentukan langkah selanjutnya bagi Gus Tur.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Bantul Doni Siswoyo mengatakan pihaknya tidak memiliki dokumen yang menyebutkan Gus Tur sebagai calon anggota legislative maupun anggota legislative. Namun karena Gus Tur terlibat kasus penipuan, harus tetap disidik sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku. (lia)

Cuma menghasilkan dua perda inisiatif

Kp DPRD Bantul periode 2004-2009 baru menghasilkan 2 Peraturan Daerah yang bersifat inisiatif. Sekertrais Komisi A DPRD Bantul Tri Wahyuni menyampaikan pernyataan ini dihadapan anggota DPRD Propinsi Nusa Tanggara Barat (NTB) Kamis siang di runag Komisi A. Triwahyuni menjelaskan Perda inisiatif ini berkaitan dengan keududukan dan protokoler anggota DPRD. Sedangkan 88 Perda lainnya merupakan pengajuan dari eksekutif. Mendekati akhir masa jabatan DPRD Bantul sudah menghasilkan 90 perda.  Hingga berakhirnya masa jabatan DPRD Bantul akan menyelesaikan 94 Perda. Saat ini DPRD Bantul masih menunggu pengajuan 4 Raperda dari eksekutif.  (tok)

DPRD Bantul belum memiliki panitia legislatif

Kp DPRD Bantul periode 2004-2009 juga belum memiliki Panitia Legislasi dalam struktur alat dan kelengkapan dewan. Wakil Ketua DPRD Bantul Slamet Abdulah menyampaikan pernyataan ini menjawab pertanyaan anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) kamis siang di ruang Komisi A. Slamet menilai keberadaan Panitia Legislasi belum begitu dibutuhkan DPRD Bantul. Sebab persiapan pembahasan perda selama ini sudah dapat dijalankan oleh Panitia Musyawarah (Panmus). Slamet mengaku tidak terdapatnya Panitia Legislasi di DPRD Bantul tidak mengganggu kinerja. Terbukti DPRD Bantul dapat menyelesaikan 90 Perda.

Sementara itu kedatangan anggaota DPRD NTB ke Bantul bertujuan mempelajari beberapa Peraturan Daerah. Diantaranya perda tentang retribusi rumah sakit,larangan prostitusi dan pengendalian peredaran minuman beralkohol. Khusus untuk Retribusi Rumah Sakit salas satu anggota DPRD NTB mengaku kesulitan dalam menentukan besaran tarif. Sebab meski berada di tingkat propinsi namun rumah sakit daerah mataram berstatus kelas B dengan sebagian besar pasien berasal dari keluarga miskin. Pengelola rumah sakit daerah mataram ingin menerapkan tarif murah namun dengan pelayanan berkualitas. (tok)

Pindah memilih perlu kartu A7

KP KPU Bantul menetapkan A7 sebagai formulir wajib bagi warga yang berpindah tempat memilih. Ketua KPU Bantul Budi Wiryawan dalam konferensi press di Kantor KPU Bantul beberapa waktu lalu menegaskan kartu A7 diutamakan bagi warga yang melakukan aktivitas yang tidak dapat ditinggalkan saat pemilihan umum berlangsung. Budi mencontohkan warga tersebut diantaranya pegawai negeri sipil (PNS), wartawan, petugas penjaga palang kereta, petugas rumah sakit dan petugas rumah tahanan. Untuk itu KPU akan mengalihkan warga tersebut ke TPS terdekat dengan syarat membawa kartu A7 tersebut.

Divisi Teknis Pelaksanaan Pemilu KPU Bantul Nurhuri Mustofa menambahkan kepengurusan A7 difasilitasi oleh keterangan pindah tempat pemilihan dari daerah asal, atau kepastian tidak memilih di daerah asal. Batas waktu pengumpulan kartu A7 adalah saat hari H pemilu, namun idealnya A7 sudah dikumpulkan sejak H-3 pemilu untuk antisipasi persiapan logistic pemilu. Huri menambahkan pemilih dengan form A7 akan ditempatkan ke TPS terdekat  supaya tidak terjadi penumpukan pemilih di satu TPS. KPU juga tidak menyediakan TPS khusus bagi pemilih di Rumah Sakit maupun Rumah Tahanan. Seperti ketika pemilihan legislative, mereka akan diarahkan untuk memilih ke TPS terdekat. (lia)

Juni 6, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: