Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Peraturan pemasangan atribut belum jelas

8 Juni 2009

KP Peraturan pemasangan atribut pilpres hingga kini belum jelas, untuk sementara baik Panwaslu maupun KPU Bantul berpedoman pada peraturan KPU nasional nomor 42 tentang penyelenggaraan kampanye pilpres dan perda Bantul nomer 10 tahun 2000 tentang keindahan dan ketertiban kota. Belum adanya aturan pemasangan atribut yang jelas tersebut menyebabkan Panwaslu kesulitan dalam merekomendasikan pelanggaran kepada KPU Bantul. Anggota Panwaslu Bantul Supardi mencontohkan pemasangan atribut pilpres yang melintang di Banguntapan dan di Jetis tepatnya dekat Stadion Sultan Agung, belum dapat didefinisikan menjadi pelanggaran oleh Panwaslu. Padahal dalam aturan pemasangan atribut pileg, hal itu melanggar. Sedangkan berdasarkan Perda 10 tentang keindahan dan ketertiban kota, Panwaslu merekomendasikan pelanggaran pemasangan atribut di pulau perempatan Bejen yang dipasangi spanduk pasangan SBY-Budiono. Supardi menambahkan pihaknya sudah menghubungi KPU tentang penetapan aturan pemasangan atribut pilpres yang baku, KPU menjanjikan peraturan sudah keluar Senin atau Selasa.

Di bagian lain Anggota KPU Bantul Nurudin Latif mengatakan pihaknya Sabtu siang sedang mengadakan rapat pleno membahas peraturan pemasangan atribut. Untuk sementara KPU berpedoman pada peraturan KPU nasional nomor 28 tahun 2009 tentang penyelenggaraan kampanye. Latif menilai peraturan tegas sangat diperlukan karena pada kampanye pileg terdapat permasalahan terutama kecelakaan lalu lintas disebabkan pemasangan atribut yang tidak bertanggung jawab. Berdasar peraturan KPU pusat atribut dilarang dipasang di lingkungan perkantoran pemerintah dan tempat ibadah. Spesifik untuk Bantul atribut dilarang dipasang di jalan protokol antara Klodran hingga Gose. Latif menambahkan perda Bantul nomor 10 tentang keindahan dan ketertiban kota akan dijadikan pertimbangan karena dalam penertiban atribut KPU juga bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja. (lia)

Kuota khusus bagi siswa luar daerah

PPDB dimulai bulan Juli

KP Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Bantul akan diselenggarakan tanggal 1 hingga 2 Juli 2009 untuk SD, tanggal 6 hingga 7 Juli untuk SMP dan MTS negeri dan tanggal 6 hingga 10 Juli untuk SMP dan MTS swasta. Hasilnya akan diumumkan tanggal 3 Juli untuk SD, 10 Juli untuk SMP negeri dan 11 Juli untuk SMP swasta. Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Sahari mengatakan jadwal tersebut tidak berlaku untuk sekolah bertaraf internasional yaitu SD negeri 1 Bantul dan SMP negeri 1 Bantul. Sahari menjelaskan SMP negeri 1 Bantul sudah memulai PPDB sedangakan untuk SD Sahari belum mengeceknya. Sahari mengatakan jadwal untuk sekolah bertaraf internasional dapat dilihat di depan Kantor PGRI Gose dan sekolah masing-masing. Untuk sekolah yang curi star akan mendapatkan teguran dari Pemda.

Sahari menambahkan terdapat kuota khusus bagi calon siswa yang berasal dari luar Kabupaten Bantul diantaranya calon siswa dari luar negeri dibatasi hanya 5%, dari luar Provinsi DIY hanya 20% dan dari luar Kabupaten Bantul namun masih dalam lingkup Provinsi DIY hanya 30%. Sisanya sebanyak 45% merupakan hak calon siswa dari dalam Kabupaten Bantul. Sahari menambahkan penyelenggaraan PPDB disokong dengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) sehingga pendaftaran gratis dan tiap sekolah dilarang memungut biaya pendaftaran. Bila terdapat sekolah yang terbukti memungut biaya pendaftaran akan ditegur secara tegas oleh Pemda.

Di bagian lain Kepala SD Negeri Bantul Timur Titik Sutiyah mengatakan pihaknya mendasarkan PPDB pada umur siswa 7 tahun. Titik berpendapat umur tersebut merupakan usia belajar siswa yang ideal. Setelah kuota 90 siswa terpenuhi, Titik akan menutup PPDB dan bertemu dengan siswa yang mendaftar beserta wali muridnya. Hal ini untuk mengantisipasi adanya siswa berkebutuhan khusus seperti yang pernah terjadi tahun sebelumnya. (lia)

Panwas: DPT tak bermasalah

KP Berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) yang dimiliki Panwaslu, tidak terdapat perbedaan dengan DPT yang dikeluarkan KPU. Panwaslu mencocokan DPT berdasarkan data per kecamatan. Meski demikian Panwaslu masih mengadakan sisir TPS untuk memeriksa kecocokan DPT. Bila didapatkan data yang berbeda, Panwaslu akan melaporkan kinerja Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang tidak benar. Namun data tersebut sudah tidak dapat mengubah DPT yang sudah ditetapkan oleh KPU Bantul. Tentrem mengatakan hingga Sabtu sudah terdapat dua Panwascam yang mengumpulkan hasil sisir TPS. Hasil sisir TPS selanjutnya akan disampaikan ke Panwaslu Provinsi DIY. (lia)

Tewas karena kuras sumur

KP Karena kelurangan oksigen ketika membersihkan sumur, Budi 25 tahun warga Polaman Argorejo Sedayu tewas terjatuh. Kejadian bermula ketika korban bersama dua rekannya Andi 24 tahun dan Rini 28 tahun membersihkan sumur menggunakan mesin disel. Ketika air sumur telah habis, korban masuk ke dalam sumur untuk membersihkan kotoran di dasar sumur yang kedalamannya mencapai 20 meter. Karena merasa sesak nafas, korban naik ke atas menggunakan tangga. Namun tiba-tiba korban terjatuh dan tewas di dasar sumur. Berdasarkan pemeriksaan petugas puskesmas setempat, korban tewas akibat keracunan asap disel. Korban juga mengalami memar karena terjatuh namun tidak terdapat tanda-tanda patah tulang. (lia)

Juni 8, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: