Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

SK pemasangan atribut siap disosialisasikan

10 Juni 2009

KP KPU Bantul telah menyelesaikan surat keputusan KPU Bantul yang mengatur tentang pemasngan atribut pilpres. Anggota KPU Bantul Nurudin Latif mengatakan SK tersebut selanjutnya akan disosialisasikan dalam sosialisasi kampanye damai Rabu siang di Kantor KPU Bantul. Dalam sosialisasi, KPU juga mengundang tiga tim sukses pasangan capres-cawapres yang sebelumnya telah mendaftarkan diri ke KPU Bantul. Latif mengatakan sosialisasi kampanye damai dititik beratkan pada himbauan kampanye damai dan bertanggungjawab, bukan deklarasi kampanye damai. Latif menjelaskan deklarasi kampanye damai hanya menjdai wewenang di tingkat pusat. Mengenai SK KPU Bantul, Latif menjelaskan pihaknya mengadopsi Peraturan KPU Bantul nomor 1 tahun 2009 tentang pemasangan atribut partai politik dan caleg dalam pemilu legislatif yang disesuaikan dengan peraturan KPU Pusat nomor 28 tahun 2009 tentang penyelenggaraan kampanye pilpres. Latif menambahkan secara garis besar peraturan pemasngan atribut hampir sama dengan peraturan KPU bantul nomor 1 tahun 2009. Tempat-tempat yang diharuskan bersih dari atribur capres-cawapres diantaranya sepanjang jalan protokol dari Klodran hingga Gose, lapangan Paseban dan Stadion Sultan Agung Bantul. (lia)

Daerah perbatasan rawan kerusuhan

KP Panwaslu Bantul memperkirakan terdapat beberapa daerah yang rawan kerusuhan saat kampanye pilpres diselenggarakan. Ketua Panwaslu Bantul Tentrem Widodo menyebutkan sebagian besar lokasi rawan kerusuhan terletak di perbatasan antara Bantul dengan Kota Yogyakarta. Tentrem menjelaskan perbedaan jadwal kampanye yang ditentukan antara Bantul dan Kota Yogyakarta dapat memicu kerusuhan saat dua massa dari dua tim sukses yang berbeda bentrok. Untuk itu Panwaslu akan memperketat pengawasan selama kampanye berlangsung. Bila kampanye yang berlangsung dapat memicu terjadinya kerusuhan Panwaslu dapat merekomendasikannya kepada KPU Bantul untuk membubarkannya sesuai dengan peraturan yang berlaku. (lia)

Timses JK-Win gandeng reog

Kp Dengan hiburan reog Tim Sukses pasangan JK-Win selasa siang mencoba lebih memperkenalkan pasangan koalisi Partai Golkar dan Partai Hanura ini kepada warga Bantul. Kesenian reog diiringi puluhan mobil keliling ke seluruh wialayah pembantu bupati (Tuti). Ketua Tim Sukses JK-Win Agus Subagyo mengatakan kegiatan ini sebagai salah satu upaya meraih 30 persen suara di Bantul. Agus optimis dapat meraih target karena pasangan JK-Win tidak hanya mendapat simpatik dari simpatisan Partai Golkar dan Partai Hanura. Selain tokoh masyarakat dan simpatisan partai politik lainnya Tim Sukses JK-Win juga berupaya meraih simaptik dari warga yang tidak menggunakan hak pilihnya pada pemilu legislatif.

Sementara itu target meraih kemenangan ditetapkan Tim Sukses pasangan Mega-Prabowo kabupaten Bantul. Joko Purnomo selaku ketua Tim Sukses Mega-Prabowo menilai dengan gabungan suara PDI Perjuangan dan Partai Gerindra kemenagan akan dapat diraih. Joko semakin optimis dapat meraih kemenangan menyusul munculnya dukungan dari beberapa organisasi pemuda di Bantul terhadap pasangan Mega-Prabowo. (tok)

Sekolah berwawasan lingkungan dicanangkan

Kp Sebagian sekolah di Bantul sudah memasukan materi lingkungan hidup secara integral dalam setiap mata pelajaran. Seperti SMA Negeri 1 Jetis yang berhak mewakili Bantul dalam lomba evaluasi sekolah berwawasan lingkungan. Pembina Osis SMA Negeri 1 Jetis Purwantaka mengatakan langkah ini bukan hanya bertujuan meraih kemenangan dalam lomba. Namun pencanangan SMA Negeri 1 Jetis sebagai sekolah berwawasan lingkungan pasca gempa memiliki tujuan jangka panjang. Purwantaka menjelaskan pencanangan sekolah berwawasan lingkungan terbukti mampu meningkatkan kedisiplinan siswa,guru dan pegawai sekolah untuk menjaga kebersihan seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mengolah sampah menjadi pupuk organik. Lingkungan sekolah yang bersih dan asri terbukti mampu meningkatkan semangat dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas Badan Lingkungan Hidup Propinsi DIY Kuncoro Hadi Purwoko selaku ketua Tim Yuri mengatakan lomba sekolah berwawasan lingkungan sudah digelar rutin setiap tahun. Lomba bertujuan menanamkan kesadaran memlihara lingkungan kepada kalangan pelajar. Evaluasi tingkat propinsi DIY bertujuan memilih wakil DIY untuk mengikuti lomba tingkat nasional. Selain di SMA Negeri 1 Jetis evaluasi serupa juga dilakukan di SMP Negeri 1 Pandak mewakili SMP/MTs dan MIN Jejeran Wonokromo mewakili SD/MI. Sekolah yang berhak mewakili DIY akan mendapat pelatihan pengisian angket sebagai bahan penilian selain penilaian secara fisik dengan evaluasi langsung. (tok)

Persidangan pemotongan dakon kembali digelar

KP PN Bantul kembali menggelar persidangan kasus korupsi dana rekontruksi (dakon) gempa bumi 2006. Dalam persidangan Selasa siang, Jaksa Penuntut Umum Heni Indri Astuti membacakan dakwaan terhadap dua terdakwa diantaranya Siswanto warga Sareyan Wonokromo Pleret dan Paidi warga Jati Wonokromo Pleret, masing-masing adalah Ketua dan Bendahara BKM Desa Wonokromo Pleret. Dakon senilai 20 juta rupiah per kepala keluarga, masing-masing dipotong 2,5% atau senilai 500 ribu rupiah oleh kedua terdakwa saat mengatur pembagian dakon di Desa Wonokromo Pleret tahun 2006. Hal ini mengakibatkan total kerugian negara mencapai 153 juta rupiah. Kedua terdakwa didakwa telah memperkaya diri sendiri dan diancam pasal tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Di bagian lain Muhajirin, menantu Siswanto menilai bukti yang dipaparkan dalam dakwaan kurang kuat karena tidak menyertakan laporan pelaksanaan kegiatan. Muhajirin menjelaskan pihak kejaksaan tidak berhasil menemukan laporan tersebut dan menyatakannya telah hilang. Padahal menurut Muhajirin laporan pelaksanaan kegiatan merupakan bukti kuat yang dapat meringankan kedua terdakwa. Muhajirin menambahkan saat pembagian dakon, pemotongan sebagai biaya administrasi diperbolehkan. Lagipula menurut Muhajirin saat itu dalam kondisi darurat.

Sementara itu di Dusun Badegan Bantul terjadi kasus pencurian sepeda motor yang menimpa Nadi 58 tahun, warga setempat. Sebelumnya motor sudah diparkir di luar rumah sejak pukul 12 siang. Berdasar penuturan Murwandito, tetangga Nadi, sepeda motor masih berada di luar rumah sekitar pukul 4 sore. Nadi mengatakan pencurian baru diketahui saat Nadi hendak memasukkan motornya ke dalam rumah Senin petang, motor sudah hilang. Sekitar pukul 7 malam, Nadi melaporkannya ke Polsek setempat. Polisi memperkirakan kerugian yang diderita Nadi mencapai 3 juta rupiah. (lia)

Juni 10, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: