Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

450 hektar tanaman cabai terserang keket

12 Juni 2009

KP Sekitar 450 hektar tanaman cabai merah besar di Kecamatan Kretek dan Sanden terserang penyakit keket atau busuk buah. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul Edy Suharyanto mengatakan penyakit keket disebabkan karena jamur dan bakteri. Penyakit yang timbul karena jamur biasanya buahnya kering, sedangkan yang ditimbulkan karena bakteri buahnya basah. Namun Edy menegaskan penyakit keket yang terjadi saat ini sebagian besar disebabkan karena jamur. Wabah keket yang terjadi saat ini berdasar data Dipertahut Bantul merupakan wabah keket terbesar selama 10 tahun terakhir. Akibatnya banyak petani yang merugi karena panen tidak maksimal. Dalam satu kali masa tanam, cabai dapat dipetik selama 12 kali. Serangan keket pada pertengahan masa panen menyebabkan cabai hanya dapat dipetik kurang dari delapan kali. Untuk itu petani dihimbau segera memetik cabai yang terserang keket dan membuangnya supaya cabai sehat tetap dapat dipanen. Edy menambahkan pihaknya pernah mengeringkan cabai yang sudah terkena keket supaya laku jual, namun ternyata usaha tersebut gagal.

Edy menambahkan keket hanya menyerang cabai merah besar yang rata-rata dijual ke pabrik. Serangan keket tidak mempengaruhi suplai cabai konsumsi yaitu cabai merah keriting dan cabai rawit. Namun Dipertahut Bantul menerima keluhan dari petani cabai karena harga cabai merosot tajam bersamaan dengan serangan keket. Edy menjelaskan biasanya saat suplai cabai di pasar berkurang, harga akan naik. Namun saat ini harga justru merosot tajam. Saat ini harga cabai turun dari 5.000 rupiah per kilogram menjadi 2.000 rupiah per kilogram. Harga 2.000 rupiah per kilogram dirasa tidak menguntungkan petani karena serangan mencapai 40% hasil panen. Meski demikian harga tersebut masih berada di atas BEP cabai yaitu 1.500 rupiah per kilogram. (lia)

Sebagian asset tidak akan diaudit

Kp Bupati Bantul Idam Samawi memilih untuk tidak mengaudit seluruh aset milik pemerintah kabupaten Bantul. Meski salah satu temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan nilai aset milik pemerintah kabupaten Bantul sekitar 2 trilyun rupiah sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Sehingga BPK memerintahkan pemerintah kabupaten Bantul untuk mengaudit agar nilainya sesuai. Idam menjelaskan berbeda dengan perusahaan yang dapat menjadikan hasil audit sebagai jaminan pinjaman utang,maka pemerintah kabupaten Bantul tidak membutuhkannya. Sebab sejak awal pemerintah kabupaten Bantul berkomitmen untuk tidak mengajukan pinjaman kepada pihak manapun. Selain itu untuk keperluan audit dengan mendatangkan pakarnya pemerintah kabupaten Bantul harus membayar sekitar 1,6 milyar rupiah. Sehingga Idam menilai selama bukti-bukti secara fisik masih terjaga maka audit tidak diperlukan. Walau demikian Idam tetap menyerahkan keputusan kepada DPRD Bantul.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul Amir Syarifudin menilai audit tetap perlu dilakukan. Amir menjelaskan hasil audit memiliki beberapa keuntungan bukan sekedar sebagai jaminan pinjaman. Amir mencontohkan hasil audit dapat menunjukan nilai sesungguhnya aset yang dimiliki pemerintah kabupaten Bantul. Bukan sekedar untuk gagah-gagahan tetapi sebagai bahan jawaban bila terdapat pertanyaan. Selain itu hasil audit juga dapat menunjukan seberapa besar pemerintah kabupaten Bantul telah menjalankan azas transparansi. Amir menambahkan bila panitia anggaran memutuskan untuk melakukan audit maka harus segera dilakukan. (tok)

ADD belum cair hingga awal Juni

Kp Bagian Pemerintahan Desa Setda Bantul mengakui belum cairnya Alokasi Dana Desa (ADD) hingga awal juni 2009. Kepala Bagian Pemerintahas Desa misbahul Munir mengatakan terdapatnya beberapa desa yang belum mengumpulkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dan Laporan PertanggungJawaban penggunaan ADD periode sebelumnya sebagai persyaratan menjadi kendala pencairan. Namun berdasarkan Peraturan Bupati ADD segera dapat dicairkan tanpa menunggu seluruh desa mengumpulkan persyaratan. Munir memastikan ADD akan dicairkan setelah pencairan kesejahteraan pamong sekitar Juli 2009. Munir menambahkan ADD sebenarnya dicairkan setiap 3 bulan sekali.

Menanggapi hal ini anggota Komisi A DPRD Bantul Agus Efendi berharap pencairan dilakukan berdasarkan kepatuhan dalam mengumpulkan persyaratan dan tidak perlu secara serentak. Sehingga desa yang lebih dulu mengumpulkan persyaratan dapat langsung mencairkan ADD. Langkah ini perlu diambil mengingat ADD merupakan modal utama bagi desa untk menyelenggarakan pemerintahan. Berkaitan dengan lambatnya penyusunan APBDes dan LPJ sebagai syarat pencairan ADD Agus menilai perlunya Pendidikan dan Latihan bagi pamong desa dalam menyusun APBDes dan LPJ. (tok)

Bantul peroleh Rp3 miliar untuk bangun Pasar Pijenan

KP Berdasarkan rapat di Departemen Perdagangan Republik Indonesia Senin 9 Juni 2009, Kabupaten Bantul memperoleh alokasi dana stimulus fiskal senilai 3 miliar rupiah. Dana stimulus fiscal merupakan dana untuk memulihkan perekonomian akibat krisis global. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul Yahya mengatakan dana senilai 3 miliar tersebut akan digunakan untuk membangun Pasar Pijenan Wijirejo Pandak. Pasar Pijenan merupakan pasar tradisional yang dikelola Pemkab Bantul. Yahya mengatakan pihaknya memilih pasar tradisional karena di dalamnya terdapat perekonomian yang digerakkan para pedagang pasar. Pasar Pijenan dipilih karena beberapa losnya harus mundur akibat pelebaran jalan. Pemkab sudah menyediakan tanah kas desa di dekat lapangan untuk membangun pasar yang baru. Saat ini Pemkab hanya tinggal menunggu lelang kontraktor yang memenangkan pembangunannya. (lia)

Reka ulang pembunuhan Neneng digelar

KP Polres Bantul menggelar reka ulang kasus pembunuhan di Dusun Salakan Bangunharjo Sewon Kamis pagi. Dalam reka ulang tersebut tersangka Aldo 26 tahun warga Saptosari Gunungkidul memperagakan 20 adegan di rumah Wiwin Rahmawati alias Neneng, korban yang sudah meninggal dunia. Kasat Reskrim Polres Bantul Doni Siswoyo mengatakan tersangka mengikuti proses reka ulang dengan baik sesuai BAP yang dimiliki Polres Bantul. Doni menambahkan pembunuhan yang terjadi bukan pembunuhan berencana melainkan pembunuhan spontan. Tersangka sekitar dua tahun yang lalu mengunjungi korban untuk meminjam uang. Namun korban tidak mengabulkannya sehingga keduanya bertengkar. Tersangka kemudian membunuh korban dan memasukan ke sumur. Tersangka buron selama kurang lebih dua tahun dan sekitar setengah bulan yang lalu tertangkap di Kalimantan. Tersangka terkena pasal 339 dan diancam hukuman penjara maksimal seumur hidup. (lia)

Juni 13, 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: