Infobantul’s Blog

melihat bantul dengan telinga

Pengolahan spritus PG Madukismo penyebab matinya ikan

16 Juni 2009

Kp Hasil Uji Laboratorium menunjukan pengolahan spritus di PG Madukismo menjadi penyebab tercemarnya air kolam milik warga Miri Timbulharjo Sewon. Sekertaris Daerah Bantul Gendut Sudarto menyampaikan pernyataan ini seusai rapat koordinasi membahas laporan Hasil Uji Laboraturium dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bantul. Gendut mengatakan PG Madukismo yang turut serta dalam rapat koordinasi mengakui dalam proses pencucian ketel untuk pengolahan spritus terdapat bahan yang terbuang melalui aliran limbah. Sedangkan limbah dari pengolahan gula sepenuhnya sudah bebas dari pencemaran. Sebagai tindak lanjut jangka pendek dari keputusan ini pemerintah kabupaten Bantul bersama PG Madukismo akan memberikan bantuan kepada petani. Sehingga petani yang akan memulai kembali usahanya minimal mendapat bantuan benih. Berkaitan dengan modal usaha yang merupakan pinjaman dari Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (KPP) pemerintah kabupaten Bantul akan memberikan keringanan berupa perpanjangan masa jatuh tempo. Sedangkan untuk langkah jangka panjang diharapkan PG Madukismo harus membersihkan limbah sebelum membuangnya. Gendut menambahkan dengan langkah ini pemerintah kabupaten Bantul berharap dapat memberikan bantuan namun tidak membuat warga menjadi malas. (tok)

Penyerapan dana stimulan pendidikan lambat

Kp Penyerapan dana stimulan Pendidikan di Dinas Sosial kabupaten Bantul relatif lambat. Berdasarkan data  hingga pertengahan tahun 2009 dari anggaran 3,5 milyar rupiah baru terseap sekitar 1,3 milyar rupiah untuk sekitar 3000 proposal. Penyerapan ini realtif lambat bila dibandingkan dana stimulan Bantuan Sosial Kemasyarakatan (BSK) yang hanya menyisakan anggaran sekitar 100 juta rupiah dan stimulan kesehatan yang hanya tersisa sekitar 900 juta rupiah dengan anggaran yang hampir sama. Sekertrais Dinas Sosial Bantul Endang Suryati menjelaskan realtif rendahnya penyerapan dana stimulan pendidikan disebabkan nilai bantuan yang kecil seperti untuk membayar tunggakan SPP. Bila dibandingkan dengan bantuan stimulan kesehatan untuk pengganti biaya perawatan rumah sakit dan BSK untuk kegiatan sosial stimulan pendidikan akan lebih kecil. Sementara dari sisi ketatnya pengawasan endang mengaku terdapat perlakuan yang sama. Endang menambahkan menyikapi kondisi ini Dinas Sosial hanya akan mengajukan tambahan anggaran untuk stimulan kesehatan dan BSK dalam perubahan APBD 2009. (tok)

Sebagian besar sekolah di Bantul berakreditasi A

KP Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Norformal Kabupaten Bantul Masharun Ghazalie memberikan pengarahan program akreditasi kepada 362 kepala sekolah Senin pagi di SMK 1 Bantul. Peserta terdiri dari kepala sekolah tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga tingkat sekolah menengah atas (SMA). Masharun menjelaskan berdasar peraturan pemerintah, sekolah harus memiliki standar tertentu yang diukur melalui akreditasi. Masharun menyebutkan sebagian besar sekolah di Bantul sudah mendapatkan akreditasi A, meski masih terdapat sebagian kecil yang masih akreditasi B. Sedangkan sekolah yang belum terakreditasi diantaranya sekolah yang belum pernah meluluskan siswanya maupun sekolah yang membuka program studi (prodi) baru seperti sekolah menengah kejuruan (SMK). Masharun menegaskan terdapat delapan standar yang harus dipenuhi sekolah diantaranya standar isi, kompetensi, proses, pengelolaan, ketenagakerjaan, sarana, pembiayaan dan evaluasi. Akreditasi hanya berlaku selama empat tahun sehingga setelah habis masa berlakunya, sekolah perlu mengajukan permintaan akreditasi kembali.

Di bagian lain Kepala SMK 1 Bantul Endang Suryaningsih mengatakan setiap program studi di SMK perlu mendapatkan akreditasi. Saat ini di SMK 1 Bantul terdapat satu bidang studi yang belum mendapatkan akreditasi yaitu teknik komputer jaringan. Endang menjelaskan selama ini prodi tersebut belum pernah meluluskan siswanya. Sedangkan persyaratan akreditasi adalah kelulusan siswa karena salah satu parameter yang diukru adalah evaluasi kelulusan. Siswa yang mengambil prodi teknik komputer jaringan di SMK 1 Bantul tahun ini baru akan naik ke kelas tiga. Endang menambahkan untuk prodi yang lain seperti multimedia, akuntansi dan penjualan sudah mendapatkan akreditasi A. Saat ini SMK 1 Bantul memiliki daya tampung 12 kelas, masing-masing kelas menampung 32 murid. (lia)

Komisi A studi banding ke Tangerang

KP Komisi-komisi di DPRD Bantul menyelenggarakan studi banding ke luar daerah, salah satunya Komisi A DPRD Bantul yang melakukan studi banding ke Kabupaten Tangerang. Anggota Komisi A DPRD Bantul Agus Efendi menjelaskan pihaknya akan mempelajari system pelayanan masyarakat di tingkat kecamatan di Kabupaten Tangerang. Agus menjelaskan sebelumnya pihaknya sudah memperoleh informasi tentang pelayanan di tingkat kecamatan yang sudah bagus di Kabupaten Tangerang. Berdasarkan rapat Komisi A, mereka sepakat untuk studi banding ke Kabupaten Tangerang. Agus menambahkan di Bantul system pelayanan di tingkat kecamatan meliputi pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) dan pelayanan legalisir surat-surat perijinan atau surat keterangan lain. Agus menjelaskan di Bantul pelayanan tersebut belum dapat dikatakan bagus karena membutuhkan waktu lebih dari satu hari. Agus mencontohkan pembuatan KTP yang tidak dapat diambil dalam hari yang sama atau legalisir yang ditentukan ada tidaknya Camat. Menurut Agus pelayanan tersebut perlu diperbaiki karena akan menunda pelayanan berikutnya. Agus menyarankan adanya pelatihan sumber daya manusia bagi petugas yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan perlunya penggunaan seragam. (lia)

Pemotongan sapi betina produktif dibatasi

Kp Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (KPP) Bantul akan membatasi pemotongan sapi betina produkstif. Kepala Bidang Pengembangan Peternakan Dinas KPP Agus Rahmat Susanto menjelaskan kebijakan ini sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan produksi daging sapi. Agus menjelaskan sesuai instruksi pemerintah pusat dalam Program Swasembada Daging Sapi Nasional propinsi DIY mendapat jatah 2,5 persen dari angka peningkatan nasional. Agus menjelaskan program pemerintah pusat ini bertujuan mengurangi impor daging sapi dari luar negeri yang rentan terhadap penyebaran penyakit menular. Selain membatasi pemotongan sapi betina produkstif dinas KPP Bantul juga akan meningkatkan angka kelahiran sapi serta penguatan modal usaha ternak sapi. Agus optimis dengan 322 kelompok ternak sapi kabupaten Bantul dapat mendukung program pemerintah pusat. (tok)

Kebakaran akibat hubungan arus pendek

Rumah ludes

KP Kebakaran menimpa rumah Tukinem warga Soragan Ngestiharjo Kasihan Senin pagi. Saat kebakaran terjadi, warga sedang berbincang dengan tetangganya di depan rumahnya. Tiba-tiba tercium bau menyerupai kabel terbakar. Korban segera masuk ke dalam rumah untuk memastikan keadaan. Namun karena api sudah membesar, korban tidak berani memasuki rumah dan melaporkan kejadian ke Polsek Kasihan. Beberapa saat kemudian datang dua unit mobil pemadam kebakaran yang kemudian berhasil memadamkan api. Seluruh rumah korban terbakar beserta sebagian besar perabotan rumah tangga yang dimilikinya. Penyebab kebakaram diduga karena hubungan arus pendek listrik. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. (lia)

Juni 16, 2009 - Posted by | Info Harian |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: